Nestle Bangun Pabrik Rp1,7 Triliun
Redaksi • Selasa, 13 September 2011 | 06:09 WIB
JAKARTA (RP)-PT Nestle Indonesia baru saja menyelesaikan investasi pabrik barunya senilai Rp1,7 triliun. Pabrik bubur bayi dan susu di Karawang tersebut akan menghentikan impor produk sejenis dari Malaysia. Menteri Perindustrian MS Hidayat menyampaikan, pabrik baru Nestle itu merupakan diversifikasi produk olahan susu yang memproduksi produk Cerelac, Milo, dan Dancow.
“Selain merupakan langkah nyata bagi pemenuhan gizi, ini juga akan memberikan manfaat bagi penambahan devisa negara, mengingat produk tersebut selama ini diimpor dari Malaysia,” katanya dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Senin (12/9).
Hidayat menjelaskan, dengan diproduksinya produk Cerelac, pihak Nestle diharapkan dapat bekerja sama dengan para pelaku industri tepung dan serealia di dalam negeri. Hal ini karena produksinya menggunakan bahan baku beras, beras merah, dan kacang hijau. “Selain membangun kemitraan dengan peternak sapi perah yang tergabung di KUD beberapa daerah di Jawa Barat, kami mengharapkan dapat dihasilkan juga produk olahan susu dengan harga yang terjangka bagi masyarakat,” harapnya.
Terkait keperluan bahan baku, Preside Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry mengatakan pihaknya akan menggunakan bahan baku dari dalam negeri untuk memenuhi keperluan pabrik baru ini.
“Kami mengonsumsi 10 ribu bubuk kakao per tahun untuk pabrik baru ini,” katanya. Untuk mendukung produksi, Arshad mengaku pihaknya juga bekerja sama dengan peternak sapi (untuk keperluan susu), dan juga kerja sama kakao dan pengembangan kopi.(vit/jpnn) Editor : RP Redaksi