TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan kembali membuat jalur baru. Jalur baru yang merupakan generasi ketujuh tersebut dilayur Bupati Kuansing, Dr H Suhardiman Amby Ak MM, Senin (5/8/2024) malam.
Dalam acara pelayuran jalur sekaligus audiensi dengan masyarakat Lubuk Ambacang itu, Bupati Kuansing juga menerima aspirasi dari masyarakat terkait akses jalan dan balai adat.
Seperti disampaikan Kepala Desa Lubuk Ambacang, Iid Siswandi kepada riaupos.co Selasa (6/8/2024) menyebutkan, masyarakat meminta perbaikan jalan menuju objek wisata dan jalan lingkar sungai Geringging menuju Desa Sungai Kelelawar.
"Kalau untuk jalan sungai Geringging dan jalan proyek kopi menuju Desa Sungai Kelelalawar, ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat dalam hal pertanian. Nah, jalan ini kami minta perbaikan dan pengerasan. Begitu juga pembukaan jalan darat menuju objek wisata Batangkoban," kata Iid Siswandi didampingi salah seorang tokoh masyarakat, Marhalim.
Menanggapi hal itu, Bupati Kuansing, Drs H Suhardiman Amby Ak MM sudah meminta kepada dinas terkait untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa terkait pengerjaan jalan tersebut.
"Sudah saya perintahkan dinas terkait. Terkait jalan perkebunan masyarakat, ini penting untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Kalau untuk akses jalan ke objek wisata Batangkoban, kita terkendala dengan hutan kawasan. Namun demikian, kita akan carikan solusi. Silahkan Pemdes hubungi PUPR secepatnya," terang bupati.
Ketua Panitia Pembuatan jalur, Kasasi menyampaikan bahwa pembuatan jalur ini atas desakan masyarakat dan pemerintah desa serta BPD. Pasalnya, hampir 17 tahun jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang tidak lagi berprestasi.
Seperti diketahui, tahun 2003 hingga 2005, jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang merupakan jalur yang disegani disetiap gelanggang. Bahkan, jalur Pendekar Hulu tercatat sebagai jalur tercepat sepanjang sejarah.
"Alhamdulillah, jalur Pendekar Hulu generasi ke tujuh sudah dilayur. Tadi malam pak bupati langsung yang memandu. Dari hasil sumbangan, terkumpul dana Rp110 juta lebih, kata Kasasi.
Laporan: Mardias Can (Telukkuantan)
Editor : RP Edwir Sulaiman