Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dipatok Target PAD Rp240 Miliar, Ini Strategi Bapenda Kuansing

Desriandi Candra • Kamis, 30 Januari 2025 | 15:29 WIB
Kepala Bapenda Kuansing Drs Muradi MSi
Kepala Bapenda Kuansing Drs Muradi MSi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Bapenda Kuansing di tahun 2025 ini menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp240 miliar lebih. Angka itu, memang jauh lebih tinggi dibandingkan angka PAD tahun 2024 Rp170.636.769.359.

Meski dipatok dengan target yang lumayan besar, Bapenda Kuansing optimis kalau realisasi capaian PAD Kuansing akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Memang, PAD menjadi salah satu sumber pemasukan daerah yang sangat penting dalam menunjang gerak pmbangunan Kabupaten Kuansing ke depan.

Makanya, Bapenda menyiapkan langkah atau strategi untuk terus menggali dan meningkatkan PAD Kuansing. Ini dipaparkan Kepala Bapenda Kuansing, Drs Muradi MSi kepada Riaupos.co, Kamis (30/1/2025). Langkah awal, kata Muradi, tentu saja berpulang dari komitmen semua OPD terutama OPD yang menjadi pengelola PAD untuk memacu capaian PAD. Di mana, capaian PAD harus dilakukan bersama.

Karena itu, untuk menunjang intensifikasi dan ekstensifikasi PAD, Bapenda menyiapkan regulasinya. Semua regulasi tentang pajak dan retribusi daerah, sudah dirampungkan. "Dan tahun ini, semua harus dijalankan semaksimal mungkin oleh masing-masing OPD," kata Muradi.

Untuk tahap ini, Muradi berharap semua OPD dan satuan kerja hingga ke kecamatan, bisa melakukan upaya intensifikasi dengan maksimal terhadap potensi sumber-sumber penerimaan daerah yang ada.

Kemudian, Pemkab Kuansing melalui Bapenda sudah melakukan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Riau, sebagai langkah ekstensifikasi penggalian sumber PAD. Dimana di tahun 2025 ini, ada sumber PAD baru yang didapat Pemkab Kuansing. Dari obsen pajak kendaraan bermotor dan obsen bea balik nama BBN-KB-PKB kendaraan bermotor.

Dari data yang dikantongi Bapenda Kuansing, ada 1.700 unit kendaraan roda dua dan roda empat di Kuansing. Dari jumlah itu, baru sekitar 30 persen yang bayar pajak. "Bayangkan, kalau 80 persen saja yang bayar pajar, berapa PAD yang dihasilkan. Apalagi 100 persen," kata Muradi.

Belum lagi potensi pengolaan parkir, moda pengangkut tandan buah segar milik pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada. Makanya, dia berharap Kepala Desa dan Lurah di Kuansing, ikut membantu mendata kendaraan yang ada di desa dan kelurahan masing-masing. Dia yakin, dengan komitmen semua pihak, PAD Kuansing akan semakin meningkat dan target Rp240 miliar bisa tercapai.

Editor : Rinaldi
#regulasi #PAD Kuansing #Bapenda Kuansing