TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Harga komoditi buah kelapa di Kabupaten Kuansing terus melambung sejak bulan Ramadan lalu. Kalau saat Ramadan lalu, harga satu butir kelapa bulat besar Rp12.000, sekarang sudah mencapai Rp18.000. Sedangkan kelapa ukuran kecil dari Rp7.000 per butir, sekarang sudah mencapai Rp12.000.
Baca Juga: Turun, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.624 per Kg
Kenaikan harga jual kelapa bulatan itu, juga mempengaruhi harga jual santan di pasar tradisional Teluk Kuantan dan Kuansing umumnya.
Dinas Kopdagrin Kuansing mencatat, harga santan kelapa 1/2 kilogram dijual Rp13.000. Sedangkan santan kelapa 1 kilogram dijual Rp25.000.
"Ini data yang kita catat dari pasar tradisional di Teluk Kuantan," kata Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing Delis Martoni melalui Kabid Perdagangan, Yean Asnudi pada Riaupos.co, Kamis (17/4/2025) di Teluk Kuantan usai meninjau pedagang kelapa dan santan.
Dijelaskan Yean Asnudi, buah kelapa yang masuk ke Kuansing dan Teluk Kuantan sekitarnya dipasok dari Tembilahan Indragiri Hilir, Sumatera Barat dan buah kelapa lokal.
Tetapi buah kelapa lokal Kuansing tidak begitu banyak.
Sementara buah kelapa asal Tembilahan Indragiri Hilir, sejak bulan lalu tidak lagi masuk. Pasokan kebutuhan kelapa saat ini hanya tinggal dari Sumbar dan Kuansing sendiri.
Makanya, harga kelapa dan santan menjadi naik.
"Sesuai hukum pepasar, semakin banyak permintaan maka harga akan semakin tinggi. Semakin sedikit permintaan, harga akan turun," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpunkan, penyebab kelapa dari Tembilahan tidak masuk lagi ke Kuansing, disebabkan komoditi unggulan Tembilahan itu sudah dijual ke pasar ekspor.
Baca Juga: Wah! Harga Santan di Meranti Tembus Rp35 Ribu Per Kilogram, Ini Luar Biasa
Ditambah harga jual kelapa butiran di Tembilahan juga jauh mengalami peningkatan. Dimana saat ini per butir sudah dijual Rp7000.
Melihat kondisi ini, Dinas Kopdagrin mengusulkan untuk dirancang pengembangan komoditi kelapa oleh Dinas Perkebunan.
Sehingga kedepan Kuansing, bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Tidak bergantung dari daerah lain.
Editor : Rinaldi