TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Warga Desa Sungai Bawang - Desa Air Mas Kecamatan Singingi, diminta berhati-hati mengendarai kendaraannya. Baik roda dua, maupun roda empat. Apalagi, mobil cold diesel yang bermuatan hingga 8 ton lebih.
Sebab, badan jembatan penghubung yang terbuat dari kayu itu, sudah pecah-pecah, patah karena lapuk. Namun karena menjadi ruas jalan utama, warga sekitar masih memanfaatkannya sebagai sarana penyeberang menuju desa mereka.
Camat Singingi Saparman yang dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (8/9/2025) tak menapik kalau kondisi badan jembatan sudah rusak. Kondisi ini, sudah disampaikannya pada Dinas PUPR Kuansing.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR sejak lama. Insya Allah, dalam waktu dekat akan diperbaiki Pemkab lewat Dinas PUPR Kuansing. Dan ini memang instruksi langsung pak Bupati H Suhardiman Amby agar segera diperbaiki. Dan kami atas nama warga menyampaikan terimakasih pada pak bupati," ujar Saparman.
Jembatan itu, kata Saparman, memang menjadi jalur utama yang dilewati masyarakat Desa Sungai Bawang ke Desa Air Mas dan desa lainnya. Bahkan dari hasil konfirmasinya, Dinas PUPR Kuansing tengah melakukan pemesanan besi plat baja badan jembatan.
Untuk penanganan darurat, dia sudah meminta bantuan pihak PT Sinar Utama Nabati (SUN) yang ada di Desa Sungai Bawang. "Mereka bersedia dan segera bekerja melakukan penanganan darurat," ujarnya.
Kadis PUPR Kuansing Ade Fahrer lewat Sekretaris, Deswan Antoni, mengatakan untuk penanganan jembatan penghubung Desa Sungai Bawang-Desa Air Mas dan sekitarnya, Dinas PUPR akan melakukan penggantian semua kayu badan jembatan dengan plat baja. Plat baja yang digunakan dengan ketebalan 8-10 cm. Sehingga transportasi masyarakat ekstran Kecamatan Singingi itu lancar.
Saat ini, Dinas PUPR Kuansing sedang melakukan pemesanan plat baja badan jembatan. "Kalau rangka semua masih dalam kondisi baik. Hanya mengganti badan jembatan yang terbuat dari kayu dan sudah cukup lama itu," kata Deswan Antoni.
Editor : Rinaldi