TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Kabupaten Kuansing tiap tahun berhasil menekan angka stunting. Pada tahun 2025 ini, jumlah prevalensi stunting triwulan III tahun 2025, sudah menjadi sebesar 10.02 persen atau terjadi penurunan dari triwulan II tahun 2025 sebesar 11,5 persen setelah dilaksanakan intervensi serentak pengukuran dan penimbangan serta pemberian makanan tambahan (PMT) juga rujukan kasus ke RSUD.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing yang juga tim Stunting Kabupaten Kuansing menargetkan, pada tahun 2025 ini angka stunting Kuansing bisa turun menjadi 8 persen dari jumlah balita 23.000 jiwa.
"Kita menargetkan angka stunting Kuansing di 2025 bisa turun menjadi 8 persen. Dan kita optimis bisa tercapai," ungkap Kadis Kesehatan Kuansing, Aswandi SKM pada Riaupos.co, Jumat (26/9/2025).
Menurut Aswandi, tim stunting Kabupaten Kuansing, secara pro aktif hingga ke desa, terus melakukan upaya-upaya penekanan kasus stunting. Dengan aktif melakukan bulan pengukuran dan penimbangan bayi, pemberian makanan tambahan, maupun melakukan rujukan temuan kasus-kasus stunting di puskesmas dan RSUD.
Dengan upaya yang dilakukan secara maksimal dan keterlibatan semua pihak terkait, Aswandi yakin target itu bisa tercapai.
Editor : Rinaldi