TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melalui Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pekerja.
Tahun 2026, FSPMI Kuansing resmi membuka program beasiswa S1 full khusus bagi anak kandung anggota. Di mana pendaftaran berlangsung pada 1 Desember 2025 hingga Maret 2026. Program prestisius ini hanya tersedia untuk satu orang penerima.
Ketua KC FSPMI Kuantan Singingi, Jon Hendri yang didampingi Sekretaris FSPMI Kuansing Arif Cahyadi menegaskan, beasiswa ini merupakan bentuk investasi jangka panjang FSPMI bagi anggota dan keluarganya. Pendidikan menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi pekerja di masa mendatang, baik dalam dunia kerja maupun ranah advokasi ketenagakerjaan.
Baca Juga: Kuala Sungai Muntai Makin Dangkal, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
“FSPMI berkomitmen tidak hanya memperjuangkan hak pekerja hari ini, tetapi juga mempersiapkan generasi penerus yang mampu tampil sebagai penggerak perubahan. Beasiswa ini adalah wujud nyata investasi tersebut,” ujar Jon Hendri, Selasa (25/11/2025).
Program beasiswa hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang memilih Fakultas Hukum atau Fakultas Ekonomi. Dua bidang yang sangat dibutuhkan dalam perjuangan serikat pekerja. Namun khusus jurusan S1 Hukum, FSPMI Kuansing membuka peluang manfaat tambahan yang sangat strategis:
Menurut Jon Hendri, lulusan S1 Hukum dari jalur beasiswa FSPMI memiliki kesempatan besar untuk mendapat rekomendasi organisasi sebagai calon Hakim Adhoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) melalui jalur serikat pekerja.
Baca Juga: Tim Dokter RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Paru-Paru Bocor tanpa Operasi Pertama di Indonesia
“Ini salah satu nilai tambah terbesar bagi penerima beasiswa. Mereka bukan hanya menamatkan pendidikan dengan dukungan penuh organisasi, tetapi juga membuka pintu menuju karier kehakiman di PHI, yang selama ini hanya dapat diakses melalui rekomendasi serikat pekerja,” jelasnya.
Kesempatan ini dipandang penting, karena Hakim Adhoc PHI memiliki peran sentral dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial di Indonesia. Menurut Jon Hendri, FSPMI ingin menyiapkan kader-kader muda yang berintegritas dan memiliki kualitas akademik untuk mengisi ruang-ruang strategis tersebut.
Selain menerima pendanaan penuh hingga lulus, peserta beasiswa juga diarahkan untuk berkontribusi kembali kepada organisasi setelah tamat, khususnya dalam bidang advokasi dan pengembangan SDM pekerja.
Untuk pendaftaran dan Informasi program beasiswa ini memiliki kuota hanya satu orang untuk tahun 2026, sehingga proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan objektif. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Sekretariat KC FSPMI Kuantan Singingi. Informasi lebih lanjut tersedia melalui kontak: 0812-7516-2642 / 0852-7162-8681.(dac)
Editor : Edwar Yaman