TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah dan masyarakat Kuantan Singingi, diminta untuk waspada menyusul sinyal bahaya yang di rilis BMKG baru-baru ini. Masyarakat diimbau tidak melakukan lawatan ke luar kota saat liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru.
"Cuaca sekarang ini ekstrim. Rawan longsor, rawan banjir. Dengan intensitas curah hujan yang tinggi, saya mengimbau agar masyarakat Kuansing tidak liburan ke luar kota saat musim liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru," ungkap Bupati Kuansing, Dr H Suhardiman Amby MM menjawab Riaupos.co, Jumat (5/12/2025).
Apalagi beberapa daerah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang sering menjadi tujuan liburan masyarakat Kuansing, dilanda bencana.
Musibah itu membuat prihatin Indonesia dan menjadi alaram untuk selalu waspada akan datangnya bencana. "Kita berdoa, tidak terjadi di Kabupaten Kuansing," ujarnya.
Sebaliknya, dengan kondisi seperti itu, justru masyarakat Kuansing memanfaatkan potensi objek wisata dan panorama alam yang dimilikinya. Dimana Kabupaten Kuansing memiliki banyak objek wisata air terjun seperti, air terjun tujuh tingkat guruh gemulai di Desa Kasang Kuantan Mudik, air terjun tujuh tingkat Batang Koban Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, arum jeram di Desa Sungai Kelelawar Hulu Kuantan, Danau Biru Desa Pantai Lubuk Ramo, serta wisata lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk liburan keluarga. "Rasanya ini tak kalah menarik. Dan yang penting kita lebih memilih keamanan keluarga," ujarnya.
Selain itu, masyarakat kecamatan bisa pula membuat hiburan rakyat dengan memanfaatkan kesenian tradisional Kuansing, mengundang artis lokal dengan tidak melanggar norma-norma agama dan adat Kuansing.
Lalu, organisasi Islam kemasyarakatan bisa menyambut liburan panjang itu dengan memperbanyak tablik akbar, pengajian dengan mengundang para ulama besar.
"Banyak alternatif yang bisa dimanfaatkan disaat liburan panjang sekolah, Natal dan Tahun Baru 2026 itu. Dan saya menyarankannya seperti itu," ujarnya.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem bagi masyarakat Riau. Cuaca diprediksi memburuk dalam beberapa hari ke depan akibat pengaruh siklon regional yang aktif di sekitar Sumatera.
Kepala Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru, Irwansyah Nasution, menjelaskan curah hujan meningkat signifikan sejak 25–27 November 2025. Pola cuaca tersebut dinilai tidak biasa dan memicu risiko bencana di sejumlah wilayah. "Beberapa hari ini intensitas hujan cukup tinggi, dan beberapa daerah sudah mengalami banjir serta longsor," ujarnya.
Irwansyah menjelaskan, tingginya curah hujan merupakan dampak langsung dari siklon yang terpantau aktif di antara Aceh dan Sumatera Utara.
Siklon tersebut tidak hanya memicu hujan lebat, tetapi juga angin kencang serta pertumbuhan awan tebal di sejumlah titik Sumatera. Hujan ekstrem sebelumnya sudah melanda Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Sumatera Barat sebelum merambah Aceh dan Medan.
Untuk wilayah inti Riau, intensitas hujan masih tergolong ringan. Namun daerah perbatasan seperti Rokan Hilir (Rohil) tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, termasuk menghadapi potensi gelombang tinggi di perairan yang berbatasan dengan Sumatera Utara.
BMKG juga mengingatkan aktivitas pelayaran di Selat Malaka. Gelombang diproyeksikan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada 28 November 2025. "Nelayan, pelaut, dan pengguna transportasi laut harus berhati-hati karena gelombang diperkirakan cukup tinggi," tegas Irwansyah.
Sejumlah wilayah di Riau diprediksi berpotensi mengalami hujan sedang hingga tinggi disertai angin kencang pada 28–29 November 2025. Wilayah tersebut meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai juga diminta waspada banjir kiriman dari Sumatera Barat yang saat ini mengalami hujan lebat di wilayah hulu.
Editor : Rinaldi