Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ulang Tahun Pertama, Agrinas Palma Nusantara Menatap Masa Depan sebagai Pengelola Sawit Berkeadilan

Desriandi Candra • Jumat, 30 Januari 2026 | 18:06 WIB
Head Regional Sumatera PT Agrinas Palma Nusantara Mayjen TNI (Purn) Djoko Handoko serahkan tumpeng pada Asisten I dr H Fahdiansyah SpOg disaksikan GM Distrik IV Brigjen TNI (Purn) Carlan Effendy
Head Regional Sumatera PT Agrinas Palma Nusantara Mayjen TNI (Purn) Djoko Handoko serahkan tumpeng pada Asisten I dr H Fahdiansyah SpOg disaksikan GM Distrik IV Brigjen TNI (Purn) Carlan Effendy

BENAI (RIAUPOS.CO) - Di halaman SMKN 1 Sentajo Raya, pagi itu bukan sekadar seremoni. Di tengah hamparan kebun sawit yang pernah menyimpan banyak cerita, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) merayakan ulang tahun pertamanya dengan satu pesan kuat, pengelolaan sawit masa depan harus lebih adil, lebih hijau, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Perayaan HUT pertama ini digelar di kawasan operasional perusahaan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Pemotongan nasi tumpeng, menjadi simbol kalau PT Agrinas Palma Nusantara sudah berusia satu tahun. Selain itu, ada juga suguhan tarian sembah cerano, tarian Tor-Tor dan tarian Aura Farming yang mengundang semarakkannya ulang tahun perusahaan plat merah di tanah Kuantan Singingi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Head Regional Sumatera PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mayjen TNI (Purn) Djoko Handoko SE MM, General Manager Wilayah Distrik IV Brigjen TNI (Purn) Carlan Effendy, Asisten I Setda Kuansing dr Fahdiansyah SpOg, Ketua DPRD Kuantan Singingi H Juprizal SE MSi, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat keamanan, karyawan, pelajar, hingga warga sekitar kebun.

Momentum satu tahun ini menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan arah. Agrinas Palma Nusantara menempatkan dirinya bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai pengelola amanah negara yang bertugas menjaga keseimbangan antara produktivitas, lingkungan, dan keadilan sosial.

Mayjen TNI (Purn) Djoko Handoko, menekankan bahwa sawit berkelanjutan tidak bisa lagi dimaknai semata-mata sebagai capaian produksi.

“Dalam upaya menyatukan produktivitas, tanggung jawab bisnis, dan keberpihakan sosial, baik hari ini maupun di masa depan, kami meyakini bahwa sawit berkelanjutan bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang nilai, lingkungan yang dilindungi, serta masyarakat yang dipercayakan,” ujarnya.

Baginya, satu tahun pertama adalah masa membangun fondasi. Masa belajar sekaligus membenahi diri.

“Satu tahun bertumbuh, satu tahun belajar, dan satu tahun mengabdi. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, kami melangkah lebih jauh menuju kemandirian, keberlanjutan, dan Indonesia yang lebih kuat,” kata Djoko Handoko.

Ia mengingatkan, perusahaan ini lahir dari amanah negara sejak 16 Januari 2025 lalu. Sejalan dengan kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia H Prabowo Subianto, untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Dalam setahun perjalanannya, Agrinas Palma Nusantara mengelola sekitar 1,7 juta hektare kebun sawit di berbagai wilayah strategis Indonesia. Skala besar ini menuntut tata kelola yang rapi dan bertanggung jawab.

Perusahaan menegaskan komitmennya pada Good Corporate Governance (GCG), penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan standar operasional prosedur, serta profesionalisme kerja yang konsisten dan berkelanjutan.

Secara operasional, wilayah kerja dibagi ke dalam empat regional: Regional I eks Duta Palma, Regional II dan III eks PKH, serta Regional IV Organda.

Khusus Regional I eks Duta Palma, luas areal mencapai sekitar 84.000 hektare, terbagi dalam Distrik I Indragiri Hulu-Pelalawan, Distrik III dan IV Kuantan Singingi, serta Distrik V Kampar, dengan satu kantor perwakilan di Pekanbaru.

Sebanyak 96 persen pekerjanya merupakan eks karyawan Duta Palma, menjadi jembatan pengalaman dari masa lalu menuju tata kelola baru.

Namun proses transisi belum sepenuhnya selesai. Aset eks Duta Palma saat ini masih berstatus titipan Kejaksaan Agung dan secara hukum belum ikrah.

Karena itu, perusahaan menegaskan banyak kewajiban, termasuk pemenuhan hak masyarakat seperti porsi 20 persen melalui pola KKPA/plasma, baru dapat dijalankan penuh setelah proses ikrah tuntas. "Kebun di wilayah Kandis pun hingga kini belum diambil alih," ujarnya.

Kesadaran atas kompleksitas sosial tersebut mendorong perusahaan menyiapkan Tim Harmonisasi Pengelolaan Agrinas Palma Nusantara yang akan melibatkan unsur Forkompimda dan perwakilan masyarakat. Tim ini diharapkan menjadi ruang dialog dan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

Perayaan ulang tahun tidak berhenti pada pidato dan seremoni. Rangkaian kegiatan sosial menjadi wujud nyata keberpihakan kepada warga sekitar.

Agrinas Palma Nusantara menyerahkan santunan bagi 100 anak yatim piatu, penanaman 1000 pohon di Distrik III dan IV, pasar murah dengan 1000 paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sunat massal bagi 100 anak.

Langkah-langkah ini diposisikan bukan sebagai acara sesaat, melainkan sebagai penanda arah bahwa keberadaan perusahaan harus terasa manfaatnya secara langsung.

Ulang tahun pertama ini menjadi penanda bahwa perjalanan baru saja dimulai. Tantangan tata kelola, penuntasan aspek hukum, dan pemenuhan hak masyarakat masih menanti untuk diselesaikan bersama.

Namun dari Benai, satu arah telah ditegaskan. Sawit yang dikelola negara harus menjadi sumber energi, sumber kehidupan, sekaligus sumber harapan.

Dengan kolaborasi, transparansi, dan keberpihakan sosial, Agrinas Palma Nusantara menatap masa depan sebagai pengelola sawit yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan benar-benar hadir untuk masyarakat.

Mewakili Bupati Kuantan Singingi, dr Fahdiansyah SpOg, menyampaikan harapan besar pemerintah daerah.

Ia mengakui sejarah panjang sawit di Kuantan Singingi penuh dinamika. Karena itu, kehadiran Agrinas Palma Nusantara dipandang sebagai kesempatan untuk memulai babak baru.

“Kehadiran Agrinas Palma Nusantara diharapkan menjadi kebangkitan kembali mimpi dan harapan anak negeri terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang adil, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah daerah menekankan bahwa program CSR bukan pelengkap. Melainkan kebutuhan nyata masyarakat yang harus dirancang dan dikawal bersama demi kesejahteraan rakyat.

Nada harapan serupa juga datang dari lembaga legislatif daerah. Ketua DPRD Kuantan Singingi Juprizal menempatkan Agrinas sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kuansing.

“Atas nama DPRD Kuantan Singingi, kami mengucapkan selamat ulang tahun pertama kepada Agrinas Palma Nusantara. Kami berharap perusahaan ini benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, DPRD yang beranggotakan 35 orang siap menjadi jembatan aspirasi sekaligus mitra dialog perusahaan, sambil tetap menjalankan fungsi pengawasan dan mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Juprizal juga mengingatkan luka lama yang belum sepenuhnya hilang.

“Pada masa Duta Palma, plasma tidak berjalan dan meninggalkan catatan kelam bagi masyarakat. Setelah dikelola Agrinas Palma Nusantara, kami berharap kondisinya berbalik dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (dac)

Editor : M. Erizal
#perayaan ulang tahun #PT Agrinas Palma Nusantara Kuansing I #PT Agrinas Palma Nusantara #hut pertama