Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean Kendaraan Masih Berlangsung di Kuansing, Pengelola SPBU Perketat Penggunaan Barcode

Desriandi Candra • Selasa, 21 April 2026 | 18:00 WIB

Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Selasa (21/4/2026) masih terjadi. (Desriandi Candra/Riaupos.co)

Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Selasa (21/4/2026) masih terjadi. (Desriandi Candra/Riaupos.co)

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan di SPBU-SPBU di wilayah Kabupaten Kuansing, Selasa (21/4/2026) sejak pengumuman kenaikan harga BBM non subsidi, masih berlangsung.  Misalnya di tiga SPBU dalam kota Teluk Kuantan. Seperti SPBU Sungai Jering, SPBU Kebun Nenas dan SPBU Sitorajo Kari Kecamatan Kuantan Tengah.

Di SPBU Sungai Jering yang menjadi titik terdekat pengisian BBM dalam kota Teluk Kuansing, antren kendaraan roda dua, roda empat dan dum truk terpantau lumayan panjang. Bahkan antrean terpaksa dilakukan dengan dua arah. Sebab, bila dibuat dua lajur atau gandeng dari satu arah yang sama, akan semakin  mempersempit ruas jalan lintas Teluk Kuantan itu. Pengendara pun terpaksa harus ikut antre berjam-jam di SPBU.

"Bagi kami pengelola atau pun petugas SPBU, tentu tidak bisa menolak atau kendaraan yang ingin mengisi BBM di SPBU kami," kata Staf Administrasi SPBU Sungai Jering dan Sitorajo Kari, Mega Wahyuna.

 Baca Juga: Dominik Szoboszlai Tetap Enjoy meski Kontrak Barunya di Liverpool Belum Ada Progres Nyata

Menurut Mega Wahyuna antrean ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, ada beberapa SPBU di Kuansing yang terkena sanksi dari Pertamina sehingga pasokan BBM jenis Solar atau Pertalite mereka dihentikan sementara. Sehingga pemilik kendaraan mau tidak mau antri ke SPBU Sungai Jering atau Sitorajo Kari

Kedua, adanya pemberlakuan harga baru BBM nonsubsidi oleh pemerintah. Beberapa kendaraan pribadi yang biasanya mengisi Dexlite atau Pertamax, beralih ke Solar atau Pertalite.

Ketiga, pasokam BBM yang berkurang dan ada yang datang tidak setiap hari. Makanya pengendara menyesuaikan dengan jenis BBM yang ada.

 Baca Juga: RSUD Arifin Achmad Terima Bantuan Satu Unit Ambulans dari BRI Regional Office Pekanbaru.

"Di SPBU kami Sungai Jering dan Sitorajo pun seperti itu. Misalnya, Dexlite dan Pertamax Turbo itu masuk sekali dua hari, ada juga kadang sekali tiga hari. Pertamax 92 juga seperti itu. Dan kadang ada yang datang 8 KL bukan 16 KL," ujarnya.

Dari hasil konfirmasi ke depot, lanjut Mega, pasokan BBM di depot juga jauh berkurang dan kadang kosong. Karena kondisi sekarang sedang terjadi pengurangan energi. 

Dengan kondisi itu, mereka memperketat sistem pengisian BBM dengan menggunakan barcode my pertamina. Barcode itu disesuaikan oleh petugas di SPBU dengan plat nomor kendaraan. "Kalau tidak ada barcode dan tidak sesuai dengan plat nomor kendaraan, tidak akan kami isi. Itu sudah disampaikan pada semua petugas. Bila tidak, kami SPBU akan kena sanksi oleh pertamina," ujarnya.(dac)

 

Editor : Edwar Yaman
#Penggunaan Barcode #bbm nonsubsidi #kuansing #pengelola spbu #antrean kendaraan