Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masyarakat Pedesaan di Kuansing Berpeluang Dapat BBM Bersubsidi Lewat Aplikasi XStar, Ini Peruntukannya

Desriandi Candra • Kamis, 23 April 2026 | 22:16 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kamis (23/4/2026) masih terjadi. (Desriandi Candra/Riaupos.co)
Antrean kendaraan di SPBU Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kamis (23/4/2026) masih terjadi. (Desriandi Candra/Riaupos.co)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) di pedesaan berpeluang mendapatkan BBM bersubsidi, solar maupun pertalite. 

Pemerintah lewat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) telah meluncurkan Aplikasi XStar. Aplikasi XStar ini adalah platform digital yang di kembangkan oleh BPH Migas untuk menerbitkan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi secara efisien dan tepat sasaran. 

Namun tidak semua Kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan. Mereka yang bisa mendapatkan adalah kelompok nelayan, petani, usaha mikro dan layanan umum. Aplikasi ini mengintegrasikan dengan data pertamina. 

Baca Juga: Proyek Jalan 2026 Tak Kunjung Dimulai, PUPR Meranti Tunggu Kepastian Anggaran

"Memang bisa, tetapi untuk kelompok masyarakat tertentu. Di kita apakah sudah berlaku atau belum, coba tanya SPBU," ungkap Kadis Kopdagrin Kuansing, Drs Masnur MM, Kamis (23/4/2026). 

Dijelaskan Masnur, masyarakat kategori itu yang ingin mendapatkan BBM bersubsidi harus mendownload aplikasi XStar itu. Lalu mengisi data-data dan persyaratan seperti membuat barcode mypertamina. 

Hanya saja beberapa persyaratan harus mensertakan rekomendasi dari desa atau instansi terkait. Misalnya saja, kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus meminta rekomendasi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dinas Perikanan tidak bisa mengeluarkan itu, harus langsung KKP.

Baca Juga: Jadi Bapak Asuh Anak Stunting, BKPP Salurkan Asupan Makanan ke Rumah Warga Tanjung Simandolak

"Kalau di kita Kuansing, ini tidak ada. Di daerah pesisir Riau yang ada," katanya. 

Lalu tetap merincikan kebutuhan BBM per hari dan per bulan. Begitu pula untuk kelompok petani. Misal petani padi untuk mesin penggilingan padi, harus meminta rekomendasi pada kepala desa. Lalu menghitung kebutuhan mihyak solar untuk per hari dan per bulan. 

"Kalau data itu terpenuhi bisa saja mendapatkannya. Dan kita tidak bisa berbohong, karena bisa terlacak," katanya. 

Baca Juga: Kepala UPT Dinas PUPR di Riau Mengaku Takut Dimutasi, Terpaksa Ikut Nyetor Japrem

Sejauh ini, belum ada masyarakat Kuansing yang bergerak diusaha perdagangan dan industri meminta rekomendasi ke Dinas Kopdagrin. "Kalau pelaku usaha perdagangan dan industri kebanyakan menggunakan energi listrik,"ujar Masnur. 

Administrasi SPBU Sungai Jering dan SPBU Sitorajo Kari Mega Wahyuna yang dikonfirmasi menyebutkan, kalau penerapan aplikasi XStar belum berlaku. 

" Di kita belum berlaku. Belum ada sosialisasi pemberlakuan oleh Pertamina," katanya. 

Baca Juga: Sempat Duel saat Pergoki Diduga Maling, Kepala Penjaga Kantor Penghulu Dosan Dibacok 

Makanya sekarang, mereka tetap memberlakukan pengisian BBM mengunakan barcode sesuai dengan nomor plat kendaraan. Kendaraan yang tidak menggunakan barcode dan sesuai plat nomor kendaraan tidak dilayani untuk pengisian BBM solar dan pertalite. (dac)

Editor : M. Erizal
#xstar #kuansing #bbm bersubsidi