Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Kuansing Siagakan Personel hingga Masyarakat Peduli Api

Desriandi Candra • Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB
Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar M SSos MSi.
Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar M SSos MSi.

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - BMKG Riau memprediksi kalau tahun 2026 ini Riau akan dilanda kemarau panjang. Bahkan di perkiraan BMKG musim kemarau berlangsung selama tujuh bulan. Karena itu, Provinsi Riau sudah memasang status siaga bencana karhutla. Begitu pula di Kabupaten Kuansing, sudah siap siaga. 

Mengantisipasi perkiraan BMKG Riau soal kemarau panjang, BPBD Kuansing pun siap siaga. Alarm siap siaga itu sudah disampaikan pada seluruh personel BPBD Kuansing, relawan hingga ke kelompok masyarakat peduli api (MPA) se Kuansing. 

"Iya benar, kita sudah siap siaga karhutla. Personel kita, relawan dan MPA sudah kita sampaikan waspada dan siap siaga kemarau datang," ungkap Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar, Selasa (28/4/ 2026).

Baca Juga: Meriah dan Penuh Kebersamaan, Kanwil Kemenkum Riau Hadiri Tasyakuran HBP Ke-62

Dijelaskan Yulizar, dari perkiraan BMKG Riau saat rapat koordinasi bersama dengan Pemprov Riau, intensitas hujan akan terus turun hingga minggu kedua Mei 2026.

Di pekan ketiga Mei 2026, musim kemarau datang. Puncak musim kemarau untuk wilayah Riau diperkirakan terjadi bulan Juni-Juli 2026. Sedangkan puncak musim kemarau secara nasional terjadi di bulan Agustus-September 2026.

Dengan kondisi itu, semua daerah harus waspada dan siaga. Menyikapi kondisi iru, kata Yulizar, dia sudah menghimbau relawan bencana dan MPA untuk selalu mengingatkan masyarakat desa dan kecamatan agar waspada. Tidak membuka lahan dengan cara di bakar, menghindari aktivitas menggunakan api saat berada di kebun dan tidak sembarangan membuang puntung rokok. 

Baca Juga: Kecelakaan Kereta vs KRL di Bekasi Timur: CEO Danantara Rosan Roeslaini Sebut Korban Meninggal Dunia Jadi 15 Orang

"Kebiasaan kita masih sering terjadi. Kadang aktivitas di kebun, lupa memadamkan api. Akhirnya terjadi kebakaran. Ada pula yang tanpa sadar buang puntung rokok. Sedangkan semak belukar kering. Ini perlu kita ingatkan, sebab api kecil kawan dan api besar saat terjadi kebakaran jadi lawan dan susah dipadamkan," ujarnya.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#masyarakat peduli api #kemarau panjang #bpbd kuansing #Siagakan Personel