TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Antrean panjang BBM di semua SPBU di wilayah Kabupaten Kuansing masih terus terjadi hingga Sabtu (2/5/ 2026).
Masyarakat atau pengendara tidak punya pilihan lain selain harus ikut mengantre bila ingin mendapatkan BBM. Mereka rela antre berjam-jam. Ada yang satu jam bahkan ada yang sampai tiga jam baru dapat BBM terutama solar dan pertalite.
Ada juga yang tidak tahan antre dan memilih pergi mencari minyak eceran dengan harga yang lebih mahal. Yondi Murad, warga Desa Beringin Taluk Kecamatan Kuantan Tengah, pun merasa heran mengapa kondisi sekarang BBM semakin parah. Antrean pengendara sangat panjang dan berlangsung setiap hari.
Baca Juga: BBM Khusus Diesel Melonjak Tajam! Harganya Tembus Rp30 Ribu per Liter
Ia pun mau tidak mau ikut mengantre untuk mendapatkan solar untuk mobil cold diselnya. Dua kendaraannya digunakan sebagai pengangkut buah sawit. Baik di kebunnya maupun petani sawit lainnya. Dimana, Yondi juga memiliki veron sawit. Sehingga BBM jenis solar sudah menjadi kebutuhan kendaraannya dalam dua hari sekali atau tiga hari sekali. Dalam jangka itu, ia harus melakukan pengisian BBM.
Namun setiap hari semakin panjang. Untuk mendapatkan BBM bisa hingga dua jam. "Kalau beruntung, bisa satu sampai satu jam setengah antre. Kalau tidak, bisa lebih dari dua jam. Terkadang anak yang gantian antre minyak. Tapi tetap dapat," katanya.
Ia mengantre di SPBU Sungai Jering. Menurut penjelasan pihak SPBU, kondisi ini disebabkan pula solar di SPBU Sitorajo Kari tidak masuk, sehingga mobil-mobil Coldisel yang biasanya antre disana terpaksa pindah antre di SPBU Sungai Jering.
Baca Juga: Polres Kuansing Tempatkan Personel di Semua SPBU, Kendaraan Masih Terus Antre
"Kalau Pertamax, memang kosong di SPBU Sungai Jering. Pokoknya luar biasa lah, harus sabar untuk dapatkan BBM sekarang," katanya.
Itu, pun dialami Iwan warga Desa Pulau Kedundung Kecamatan Kuantan Tengah. Iwan seorang sopir dan juga pemilik usaha veron sawit, juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan solar. Sementara aktivitasnya sebagai pengumpul buah sawit, membutuhkan BBM jenis solar itu.
"Hari ini tak dapat solar. Dan tak memungkinkan ikut antre. Makanya tadi beli minyak solar ketengan (eceran) yang harganya lebih tinggi dari harga SPBU," kata Iwan.
Baca Juga: Pembangunan Fisik Astaqa MTQ Riau Capai 13 Persen, PUPR Optimis Tepat Waktu
Kondisi ini seharusnya, tambah Yondi, dilakukan evaluasi dan pengecekan oleh Pertamina. Karena menurut petugas SPBU, BBM tidak datang setiap hari. "Kalau tidak masuk pasokan, otomatis pengendara mencarinya ke SPBU terdekat. Alamat antre panjang akan terjadi," katanya.
Sementara Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana sudah menginstruksikan pada semua Polsek di Kuansing untuk melakukan pemantauan SPBU, pengaturan lalu lintas kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan dan dampak lain.
Editor : Rinaldi