TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)- Putra Kabupaten Kuansing, Ronaldo Rozalino SSn MPd terpilih masuk tim salah satu penulis dalam Antologi Puisi Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) Se-ASEAN. Mereka berhasil berhasil melahirkan karya buku Islami yang bertajuk "Dalam Cahaya Ramadan".
"Buku ini merupakan karya kolaborasi yang melibatkan 183 penulis dari berbagai negara di Asia Tenggara, menjadi bukti nyata bahwa literasi mampu menyatukan semangat spiritualitas dalam satu wadah intelektual," kata Ronaldo pada Riaupos.co, Sabtu (16/5/2026) di Telukkuantan.
Menurutnya, menulis adalah cara mencari keberkahan. Salah satu karyanya yang termuat dalam antologi tersebut berjudul "Di Penghujung Ramadan". Bait-bait puisi tersebut menggambarkan refleksi mendalam tentang Ramadan sebagai cermin diri untuk kembali ke fitrah yang baru.
Baca Juga: Calum McFarlane: Chelsea Punya Rencana untuk Kalahkan Man City di Final Piala FA
"Ramadan bukan sekadar tamu, ia adalah cermin bagi diri yang mulai berbenah. Membawa kita pada fitrah yang benar-benar baru,"ujarnya.
Menggerakkan Literasi di Kuantan Singingi, tak hanya produktif secara pribadi. Sosok yang menjabat sebagai Ketua Forum Literasi Kuansing ini juga gencar memberikan motivasi kepada guru, siswa, dan masyarakat luas. Ia percaya bahwa budaya membaca dan menulis adalah kunci utama dalam membangun peradaban dan menambah wawasan bangsa.
Sebagai Duta Literasi Rupiah (Fasda CBP Rupiah BI Riau) dan guru penulis, Ronaldo terus bergerak memberikan edukasi. Kehadirannya menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak pernah berhenti belajar dan berkarya, kapan pun dan di mana pun.
Ronaldo Rozalino adalah sosok multitalenta yang berdedikasi tinggi di dunia pendidikan dan seni. Selain sebagai Ketua Forum Literasi Kuansing, ia juga merupakan guru SMAN 1 Sentajo Raya, guru Konten Kreator Riau, Motivator Literasi dan Edukasi, Composer, Arranger, serta Coach.
Baca Juga: Meriahkan Final Piala Dunia FIFA 2026, FIFA Resmi Gandeng Madonna, Shakira, dan BTS
Buku Islami yang bertajuk "Dalam Cahaya Ramadan" sudah di-lauching bulan lalu di Pekanbaru. Buku ini pun sudah dibagikan pada semua penulis. Ronaldo sendiri berencana menyerahkannya ke Pustaka daerah Kuansing sebagai tambahan literasi dan bisa memberikan motivasi bagi generasi muda Kuansing lainnya. (dac)