TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Debit air Sungai Kuantan semakin surut, Ahad (17/5). Ini dikarenakan curah hujan di Kuantan Singingi (Kuansing) maupun di wilayah Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat mulai rendah. Dari Tepian Narosa Telukkuantan, permukaan air Sungai Kuantan jauh meninggalkan tangga batu. Bahkan berangsur normal.
Dengan kondisi itu, banjir di empat kecamatan di Kuansing yang sejak Kamis dan Jumat (14-15/5) yakni Pangean, Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Hilir, dan Inuman sudah surut. Warga juga sudah kembali beraktivitas dengan normal. Tidak haya itu, secara keseluruhan wilayah Kuansing untuk saat ini sudah aman dari banjir.
Namun, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing Yulizar tetap memberikan imbauan untuk tetap waspada. Sebab, curah hujan diperkirakan masih ada hingga akhir Mei 2026. “Kita perkiraan hingga akhir Mei ini curah hujan masih ada. Tetapi sudah berkurang. Namun kita tetap waspada dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah,” katanya.
Perkiraan BMKG, pekan ketiga sudah masuk musim panas. Tetapi BPBD Kuansing melihat perubahan el nino yang terjadi sekarang membuat cuaca sulit diprediksi. “Contoh sekarang, bulan ini diperkirakan curah hujan rendah dan sedang. Ternyata tinggi dan menyebabkan banjir. Ini karena pengaruh el nino yang harus diwaspadai,” ujarnya.
BPBD Kuansing mencatat, banjir luapan Suangai Kuantan selama dua hari lalu, ratusan rumah dan fasilitas umum di empat kecamatan terdampak. BPBD mencatat ada 526 rumah, empat musala, empat unit sekolah, satu puskesmas, dan satu kantor desa di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, dan Inuman terdampak.
Kecamatan Pangean menjadi daerah yang paling awal terdampak. Di Desa Pangit terdapat 15 rumah warga, satu unit sekolah, dan satu musala yang kena dampak. Lalu di Desa Pulau Deras ada 50 rumah dan satu puskesmas. Desa Pembatang 25 unit rumah dan Desa Padang Kunyit sebanyak 70 rumah. Sehingga di Pangean ada 160 rumah, satu musala, satu sekolah dan satu puskesmas.
Baca Juga: Iduladha Serentak 27 MeiTertutup Awan, Hilal di Bengkalis Tak Terlihat
Untuk Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, di Desa Pelukahan sebanyak 15 rumah dan satu musala, Desa Pulau Baru 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah, dan Desa Pulau Beralo 15 rumah. Total yang terdampak 55 rumah dan satu musala.
Di Kecamatan Kuantan Hilir, Desa Pulau Kijang ada tiga rumah dan satu kantor desa terdampak dan Desa Kampung Tengah 45 rumah. Total 48 rumah dan satu kantor desa. Kemudian di Kecamatan Inuman, di Desa Pulau Busuk 73 rumah dan satu musala, Desa Pulau Sipan 70 rumah, satu musala dan satu sekolah.
Di Desa Seberang Pulau Busuk ada 110 rumah dan dua unit sekolah yang terdampak. Desa Pulau Busuk Jaya sebanyak 10 rumah yang terdampak. “Total di Kecamatan Inuman yang terdampak sebanyak 263 rumah warga, tiga unit sekolah, dan dua unit musala,” ujarnya.
BPBD Kuansing sudah menyampaikan permohonan bantuan makanan ke BPBD Riau untuk segera disalurkan ke warga yang terdampak. Baik berupa beras, minyak goreng, mi instan dan lainnya. Setidaknya dibutuhkan 2,5 ton beras, 526 mi instan, 526 dus minyak goreng dan lainnya.
“Sekarang kita menunggu bantuan pangan dari BPBD Riau. Besok (hari ini, red) akan kami koordinasikan ulang. Berapa yang bisa dibantu dan kapan di drop ke Kuansing,” ujarnya. Yulizar tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada, relawan bencana yang ada di kecamatan juga terus meningkatkan kewaspadaan.
BPBD Riau Belum Terima Permintaan Bantuan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-DK) Riau hingga saat ini belum menerima surat permintaan bantuan logistik berupa makanan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, pihaknya belum ada menerima surat apapun perihal permintaan bantuan ke provinsi. “Kami belum ada menerima surat yang isinya permintaan bantuan logistik dari Kuansing ke provinsi sehingga kami belum bisa melakukan tindakan apapun,” katanya, kemarin
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Salah Isi BBM!
Sesuai dengan prosedur, demikian Edy, jika di daerah terjadi bencana dan memerlukan bantuan dari provinsi Riau. Maka pemerintahnya dapat melayangkan surat ke provinsi Riau untuk meminta bantuan, baik itu logistik maupun peralatan evakuasi.
“Kalau perlu bantuan baik itu logistik atau peralatan kami siap kirim. Tapi untuk Kuansing ini memang belum ada kami terima surat permintaannya,” ujarnya.
Meskipun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya daerah yang memerlukan bantuan akibat banjir. Namun pihaknya terus bersiaga. “Belum ada laporan daerah yang meminta bantuan, tapi kami siagakan peralatan evakuasi,” katanya.
Selain peralatan evakuasi, pihaknya juga menyiapkan logistik berupa makanan jika sewaktu-waktu ada yang memerlukan bantuan. “Bantuan logistik juga kami siagakan, kami juga nantinya bisa berkoordinasi dengan pihak dinas sosial dan juga baznas,” sebutnya.
Pihaknya juga sempat mendengar bahwa di Kabupaten Kuansing sempat terjadi kenaikan permukaan air sungai Kuantan. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan saat ini sudah kembali normal. “Sungai Kuantan di Kuansing sempat dilaporkan naik permukaan airnya. Tapi tidak lama dan sekarang sudah normal kembali,” ujarnya.
Warga Kampar Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
BPBD Kabupaten Kampar memastikan kondisi bencana hidrometeorologi di masih aman dan terkendali hingga Ahad (18/5) sore. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Kalaksa BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan laporan harian BPBD, tidak terdapat kejadian bencana maupun titik panas di Kabupaten Kampar. “Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kampar diperkirakan berawan dengan suhu berkisar 27 hingga 30 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 74 persen,” ujar Adi Candra.
Baca Juga: Mulai Ramai Didatangi Calon Pembeli
Ia menjelaskan, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 5,1 kilometer per jam dan jarak pandang mencapai 9 kilometer (km). BPBD Kampar juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Daerah yang berpotensi terdampak antara lain XIII Koto Kampar, Tapung, Tapung Hilir, Tapung Hulu, Salo, Koto Kampar Hulu, Kuok, Kampar Kiri Hilir, Bangkinang, dan Kampar Kiri Tengah.
Sementara itu, kondisi PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB tercatat memiliki elevasi waduk 82,49 meter di atas permukaan laut (mdpl). Outflow turbin dan inflow waduk masing-masing berada pada angka 319,03 meter kubik per detik.
Adi Candra menegaskan, BPBD Kabupaten Kampar terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi wilayah untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.(dac/sol/kom)
Editor : Arif Oktafian