TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pucuk Rantau kembali dibuat heboh. Pasalnya sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak di pinggir jalan Lintas Lubuk Jambi - Pucuk Rantau Daerah Sungai Jernih Desa Muara Petai Kecamatan Pucuk Rantau, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.30 Wib.
Mendapat informasi itu, Kaur Identifikasi Sat Reskrim Polres Kuansing AIPDA Bambang Eko Hadi, Ps Kanit Reskrim Polsek Kuantan Mudik AIPDA Ronaldi Alfren SE, BRIPKA Ricardo Samosir personel Sat Reskrim Polres Kuansing dan lima orang personel Polsek Kuantan Mudik turun ke TKP.
Tim yang turun langsung memasang policeline, meminta keterangan dari saksi yang melihat pertama, membawa mayat ke RSUD Teluk Kuantan guna dilakukan visum yang baru selesai pukul 22.00 Wib.
Baca Juga: Tim Gabungan Padamkan Karhutla sejak Pagi
Menurut Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar-butar, Selasa (2/6/2026), mayat tersebut diketahui bernama Suenda Manto Laia yang tinggal di Desa Lubuk Ramo Kecamatan Kuantan Mudik.
Korban ditemukan pertama kali oleh Carli Zalukhu bersama Wiber Gea. Pada hari Senin (1/6/2026) sekira jam 14.00 Wib, Carli berangkat bersama Gea dari Desa Pangkalan dengan tujuan ke Pinang Merah Desa Lubuk Ramo.
Sekira pukul 15.15 Wib pada saat di jalan, tepatnya di Desa Muara Petai Carli melihat salah seorang temannya yang sedang bersiap ingin pulang selesai menyeprot lahan milik PT Karya Tama Bakti Mulya (KTBM). Mereka pun berhenti untuk menyapa temannya itu.
Baca Juga: Harga Sawit Petani Berangsur Naik
Pada saat berhenti, lanjut Riduan, Gea turun dari sepeda motor dan mengambil sebuah tas yang diambilnya di pinggir jalan. Kemudian Gea membuka tas tersebut dan menemukan satu unit handphone android dalam keadaan menyala. Melihat itu, Carli pun turun untuk melihat handphone tersebut.
Ia langsung mengenal pemilik handphone itu, adalah milik Suenda Manto Laia (korban) yang biasa ia panggil Aldin. Katena ada foto wajah korban di wallpaper handphone. "Jadi saksi Carli mengenal pemilik handphone itu adalah korban lewat wallpaper nya," kata Riduan.
Melihat itu, Carli langsung menelpon Linda, adek dari Aldin dan menanyakan kepadanya terkait keberadaan Aldin. Sebab, ia menemukan handphone Aldin. Linda menyebutkan pada Carli tidak tau keberadaan abangnya itu dan meminta handphone Aldin di antar ke rumahnya.
Saat akan pergi, Carli dan Gea melihat pecahan body motor berserakan di pinggir jalan. Mereka pun memeriksa dan berjaan ke arah dalam semak pinggir jalan tersebut. Dan mereka melihat ada tubuh seorang laki-laki yang sedang terbaring sudah meninggal dan ternyata adalah korba Suenda alias Aldin.
Carli mengira korban meninggal karena laka akibat mengikuti balap liar. Sebab, tuas jalan ini selalu menjadi lintasan balap liar setiap malam minggu.
Di lokasi, polisi menemukan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban dalam keadaan rusak diduga akibat benturan, pecahan body sepeda motor milik korban, satu buah tas kecil milik korban dan satu unit handphone Android merk Vivo milik korban.
Baca Juga: 31 SMAN Mark-up, Harga Seragam Rp566 Juta
"Perkiraan kita, korban meninggal akibat laka tinggal saat balap liar. Karena tidak ada bekas luka sajam di tubuh korban. Tetapi kita, ingin melakukan otopsi untuk memastikan penyebab korban meninggal," kata Riduan Butar-butar.
Peristiwa penemuan mayat itu, juga dinenarkan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH yang dikonfirmasi Riaupos.co terpisah.
Hidayat Perdana menyebutkan, dugaan sementara korban meninggal akibat laka tunggal akibat akai balap liar di daerah itu. Namun pihaknya masih berupaya membujuk keluarga korban untuk dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab korban meninggal.
Baca Juga: Beruang Madu Masuk Kebun Warga Kerumutan
"Meski tidak ditemukan bekas luka senjata tajam, korban sebaiknya dilakukan otopsi untuk memastikan penyebabnya. Apakah bekas benturan pada tubuh korban akibat jatuh atau benda tumpul. Kami berharap pihak keluarga mengizinkannya," ujar Kapolres. (dac)
Editor : M. Erizal