Video Bhabinkamtibmas Jadi Timbo Ruang Pacu Jalur Viral, Kapolres Kuansing: Kedekatan dengan Masyarakat Kunci Jaga Kamtibmas

Desriandi Candra • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:41 WIB
Aksi Timbo Ruang Bripka Asri di arena Pacu Jalur Rayon II Tepian Narosa Teluk Kuantan 27-30 Juni 2026 lalu viral di media sosial. Foto Polres Kuansing
Aksi Timbo Ruang Bripka Asri di arena Pacu Jalur Rayon II Tepian Narosa Teluk Kuantan 27-30 Juni 2026 lalu viral di media sosial. Foto Polres Kuansing

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pacu jalur, adalah ikonik Kabupaten Kuansing yang sudah dikenal di manca negara. Tradisi dan budaya kebanggaan masyarakat yang tahun 2026 ini sudah berusia 123 tahun, tidak saja digemari warga Kuansing saja, tetapi juga abdi negara seperti seorang anggota Polri. 

Lihat saja, video Bripka Asril, Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi, saat menjadi timbo ruang Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung Kecamatan Kuantan Mudik, saat Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa 27-30 Juni 2026 lalu, viral di media sosial. 

Di balik video yang menarik perhatian publik tersebut, tersimpan makna lebih besar tentang bagaimana seorang anggota Polri membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelestarian budaya lokal.

Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Riau Sumbang 3 Hotspot di Sumatera 

Bripka Asril merupakan Bhabinkamtibmas yang membina lima desa di Kecamatan Kuantan Mudik, yakni Desa Bukit Pedusunan, Desa Luai, Desa Seberang Pantai, Desa Banjar Guntung, dan Desa Rantau Sialang. 

Sejak dipercaya menjadi Bhabinkamtibmas pada 2021, ia aktif mendampingi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk tradisi Pacu Jalur yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kuantan Singingi.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana mengatakan, viralnya Bripka Asril bukan sekadar karena ia berada di atas jalur, melainkan karena masyarakat melihat sosok polisi yang benar-benar hadir, berbaur, dan menjadi bagian dari kehidupan warga.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Houthi Klaim Serang Dua Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD 100 per Barel

Menurut Hidayat, menjadi Bhabinkamtibmas berarti membangun kepercayaan. Kepercayaan itu tidak lahir hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran, kepedulian, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat. 

"Apa yang dilakukan Bripka Asril menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menjaga budaya yang menjadi identitas daerah,” kata Hidayat, menanggapi video anggotanya yang viral, Jumat (24/7/2026).

Lulusan Akpol 2007 ini mengatakan, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, melainkan ruang yang menyatukan masyarakat. Karena itu, kehadiran anggota Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Baca Juga: Pekanbaru Dipercaya Jadi Tuan Rumah Forum Internasional GCMC, Wako Agung Pimpin Pertemuan Kepala Daerah Tiga Negara

"Kami terus mendorong seluruh Bhabinkamtibmas untuk mengenal masyarakatnya, memahami budaya lokal, serta hadir dalam setiap kegiatan positif. Semakin dekat polisi dengan masyarakat, semakin kuat pula kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Sementara itu, Bripka Asril mengatakan dirinya tidak pernah berniat mencari perhatian publik. Keikutsertaannya sebagai timbo ruang semata-mata karena memenuhi amanah masyarakat Desa Banjar Guntung yang mempercayainya menjadi bagian dari Jalur Endang Rumus.

"Sebagai Bhabinkamtibmas, saya ingin menjadi bagian dari masyarakat yang saya bina. Ketika mereka mengajak saya terlibat dalam Pacu Jalur, saya menerimanya sebagai bentuk kebersamaan. Tradisi ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang harus terus dijaga," ujar Asril.

Baca Juga: Tiga Polsek di Kuansing Operasi PETI Serentak, Sembilan Rakit PETI Dirusak dan Dibakar

Pria yang sebelumnya bertugas di Satuan Brimob Polda Riau sejak 2006 itu memang memiliki kedekatan dengan olahraga dayung. Sebelum menjadi anggota Polri melalui jalur prestasi, ia merupakan atlet dayung Provinsi Riau yang pernah tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). 

Pengalaman tersebut membuatnya memahami karakter jalur, namun menurutnya nilai terpenting dalam Pacu Jalur adalah semangat gotong royong, kekompakan, dan persaudaraan.

Bagi Asril, viralnya video tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi yang membumi dan dekat dengan masyarakat selalu mendapat tempat di hati publik.  "Saya berharap momen itu dapat menginspirasi semakin banyak anggota Polri untuk terus membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian," ujar Asril. 

Editor : Rinaldi
timbo ruang bhabinkamtibmas pacu jalur kapolres kuansing