CERENTI (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, melaksanakan syukuran Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi yang berhasil meraih juara I pada Kharisma Even Nusantara (KEN) Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi Tahun 2026, Rabu (2/9) malam.
Masyarakat antusias hadir di acara syukuran itu. Pemkab Kuansing sendiri hadir diwakili oleh Asisten III Setdakab Kuansing Drs Azhar MM.
Momen ini penuh rasa syukur sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kecamatan Cerenti. Pasalnya, keberhasilan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi mencatatkan sejarah baru sebagai jalur pertama dari Kecamatan Cerenti yang berhasil meraih gelar juara pada perhelatan pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan.
Baca Juga: Ada Aktivitas Pekat, Satpol PP-PKP dan Polsek Singingi Patroli ke Sumber Datar dan Sungai Keranji
Asisten III Setdakab Kuansing, Drs Azhar MM menyampaikan apresiasi dan rasa bangga Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi atas prestasi yang diraih masyarakat Desa Sikakak tersebut.
Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kekompakan dan semangat seluruh unsur yang terlibat dalam mempersiapkan serta mengiringi perjuangan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi hingga berhasil menjadi yang terbaik.
‘’Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Apa yang telah diraih Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi merupakan bukti bahwa dengan kebersamaan, kekompakan dan kerja keras, kita mampu meraih prestasi terbaik,’’ ujar Azhar.
Baca Juga: Ditinggal Pergi Pemilik, Rumah Warga Jao Terbakar, Kerugian Diktaksir Rp200 Juta
Azhar juga menyebutkan, tradisi pacu jalur harus terus dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari satu abad.
Namun, menurutnya, pelestarian tradisi tersebut harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan adat istiadat asli Kuantan Singingi serta menjaga kelestarian lingkungan.
‘’Tradisi pacu jalur harus terus kita lestarikan dengan tetap mempertahankan adat istiadat asli Kuantan Singingi. Di sisi lain, kelestarian alam juga harus kita jaga. Setelah dilakukan penebangan untuk mendapatkan bakal jalur, kita harus kembali menanam bibit pohon agar ketersediaan kayu untuk generasi mendatang tetap terjaga,’’ paparnya.
Baca Juga: Macet saat Pacu Jalur, PU Riau Diminta Perlebar Jalan Telukkuantan-Sentajo
Ia berharap keberhasilan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan generasi muda Kecamatan Cerenti untuk terus menjaga, mengembangkan dan melestarikan tradisi pacu jalur.
‘’Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya mengenal pacu jalur dari cerita. Kita ingin mereka tetap bisa menikmati, mengikuti dan melestarikan pacu jalur sebagai identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi,’’ tambah Azhar.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan kerja keras seluruh pengurus, atlet, pendayung serta masyarakat pendukung Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sejumlah bonus dan penghargaan.(dac)
Editor : Arif Oktafian