TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Debit air Sungai Kuantan mulai menunjukkan peningkatan. Dari pantauan BPBD Kuansing, Sabtu (31/10/2026), debit air Sungai Kuantan naik 40 cm dari kondisi minggu lalu.
Ini disebabkan, intensitas hujan yang mulai tinggi. Hujan mulai mengguyur wilayah Kuansing minggu lalu dan berlanjut minggu ini dengan intensitas rendah dan sedang.
Peningkatan debit air sungai Kuantan itu, harus di waspadai. Apalagi musim hujan akan tinggi mulai November hingga Desember 2026 dan berlanjut sampai Februari 2027.
Baca Juga: Terungkap, Mayat di Sungai Rokan Ujung Batu Ternyata Warga Menaming, Keluarga Tolak Autopsi
Kondisi ini tentu menjadi alaram, agar Kabupaten Kuansing selalu waspada. Apalagi, air sungai Kuantan juga dipengaruhi oleh beberapa sungai besar di wilayah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang menghilir ke Kuansing. Seperi Batang Ombilin, Sinamar, Silokek. Bila beberapa air sungai di Sijunjung ini meluap, maka Sungai Kuantan juga akan naik.
Sementara di sepanjang Sungai Kuantan, ada Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti yang di lalui. Bila banjir luapan sungai Kuantan, maka sebagian desa-desa di Kecamatan ini akan terdampak banjir.
Meski kenaikan air Sungai Kuantan saat ini masih normal dan belum berbahaya, BPBD mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Sementara untuk ketersediaan pasokan pangan penanganan banjir, disiapkan oleh Dinas Sosial PMD.
Baca Juga: Perkuat Penjagaan Lingkungan lewat Tim Lestari
"Kalau stok pangan untuk banjir, kita memang belum siapkan. Biasanya stok itu ada disiapkan oleh Dinas Sosial PMD untuk penanganan darurat," ungkap Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar MSi, Sabtu (31/10/2026) di Telukkuantan.
Terkait waspada banjir ini, kata H Yulizar, dia sudah meminta semua tim relawan bencana di kecamatan waspada, petugas yang ada di Kecamatan Hulu Kuantan dan Cerenti rutin melakukan pemantauan debit air sungai Kuantan.
Kabid Perlindungan Sosial, Jaminan Sosial dan Rehabilitasi Sosial (Linjamresos) Dinas Sosial PMD Kuansing, Irhandi SSos yang dihubungi terpisah mengatakan, kalau stok sembako atau pangan yang tersedia saat ini hanya untuk penanganan darurat.
"Stok pangan atau sembako yang tersedia di Dinas Sosial PMD, hanya untuk penanganan darurat. Kalau terjadi banjir, itu hanya bisa untuk skala kecil," paparnya.
Baca Juga: Obituari Arwin AS, Bapak Pembangunan Siak, Berikan Beasiswa, Membuka Isolasi dengan Bangun Tiga Jem
Selain pangan, seperti beras, mi instan, minyak goreng, sarden dan lainnya, juga disiapkan familykid dalam skala kecil.
Biasanya, bila dampak banjir besar, dan banyak Kecamatan, desa atau warga yang terdampak banjir, bisa menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga).
"Biasanya seperti itu. Kalau banyak yang terdampak dan stok tidak cukup, Pemkab menggunakan dana BTT," ujar Irhandi.(dac)
Editor : Edwar Yaman