JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus membara di wilayah Pulau Kalimantan dan Sumatera. Perkembangan terkini, dikabarkan api membakar hutan dan lahan 9 provinsi di Indonesia. Bahkan, 6 daerah diantaranya langsung dilakukan prioritas pemadaman, termasuk Provinsi Riau.
Karhutla dikabarkan terjadi di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat, kemudian api juga tengah membara di Jawa Timur. Selain itu, di wilayah Sumatera, karhutla terjadi di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi dan Riau.
Perkembangan tersebut berdasarkan informasi yang dirangkum Riaupos.jawapos.com dari keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Kabut Asap Tipis Mulai Selimuti Langit Tembilahan
Menurut Plt Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB RI Berton SP Panjaitan, PhD dalam keterangan terbarunya, mengungkapkan selama dua hari terakhir, 20-21 Agustus 2026, terjadi karhutla di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Lahan terbakar berada di wilayah Desa Lalang Kecamatan Manggar dan Desa Lenggang serta Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total lahan terbakar seluas 3,8 hektare.
Dijelaskan Berton, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur begitu mengetahui adanya kebakaran, segera mengerahkan personil dan perlengkapan untuk melakukan upaya pemadaman.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Parah, Berikut Tips Menjaga Kesehatan dari Dokter Spesialis Paru
Dimana sebanyak 4 personel membawa 4 set mesin pompa gendong, selang pemadam, serta 1 unit kendaraan operasional untuk melakukan pemadaman api serta pendinginan lahan.
"Api berhasil dipadamkan di hari yang sama. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Meski telah padam, BPBD Kabupaten Belitung Timur tetap melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan menyebar ke wilayah lainnya," bebernya.
Selanjutnya, kebakaran hutan dan lahan melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur.
Seperti pada Rabu (19/8/2026), karhutla menghanguskan 20 hektare hutan yang berada di wilayah Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama dengan BPBD Kabupaten Bondowoso segera terjun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan upaya pemadaman. Pada Kamis (20/8/2026), api telah berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB.
"Di hari yang sama, karhutla juga melanda Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Tiga hektare lahan yang terbakar merupakan vegetasi kering dan serasah di permukaan tanah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," ungkap Berton.
Baca Juga: Asap Kembali Selimuti Pekanbaru
BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur terkait lainnya segera melakukan pemadaman. Pada Kamis (20/8/2026) pukul 18.30 WIB api berhasil dipadamkan.
Masih dari wilayah Jawa Timur, karhutla juga terjadi di Kabupaten Magetan pada Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB. Kebakaran terjadi di wilayah hutan rakyat di Desa Mategal, Kecamatan Parang dan di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan. Luas lahan yang terbakar mencapai 8 hektare.
BPBD Kabupaten Magetan bersama BPBD Provinsi Jawa Timur didukung unsur terkait lainnya segera menuju ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman. Pada Kamis (20/8/2026) api dilaporkan telah padam dan tidak ada perluasan lahan yang terbakar.
Baca Juga: Agustus, Sudah 367 Kasus ISPA Terdata di Pekanbaru
"Sebelumnya, Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Keputusan Gubernur No. 100.3.3.3/327/013/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur yang berlaku selama 180 hari, sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026. Penetapan dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan bencana hidrometeorologi kering tersebut," jelas Plt Kapudatin BNPB RI melalui keterangan resminya.
Sementara itu, diungkapkan Berton SP Panjaitan, hingga Jumat (21/8/2026), beberapa kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan.
Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi pada Rabu (19/8/2026) di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambur. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare.
BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman api melalui darat serta pemantauan setelah pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Kamis (20/8/2026).
Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pada Rabu (19/8/2026), karhutla terjadi di beberapa wilayah yakni di Desa Loa Gagak Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu Kecamatan Kota Bangun.
Baca Juga: Karhutla Hari Keenam, Petugas Gabungan Berusaha Padamkan Api di Lahan Gambut Rimbo Panjang
"Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare. Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dengan relawan dan pemadam kebakaran segera menyebar ke berbagai titik yang masih bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman darat. Secara visual pada Kamis (20/8) api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api," bebernya.
Ditambahkannya, penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas.
Dimana kata Berton, hingga Jumat (21/8/2026) penguatan satgas udara telah di lakukan di 6 provinsi prioritas.
Baca Juga: Kualitas Udara Tidak Sehat, Masyarakat yang Beraktivitas di Luar Diimbau Gunakan Masker
Seperti penanganan karhutla wilayah Riau, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit heli untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit heli untuk water bombing.
Di Provinsi Jambi diturunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 2 unit heli untuk water bombing.
Selanjutnya di Sumatra Selatan, BNPB menurukan 1 unti heli untuk patroli udara, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 7 unit heli untuk melakukan water bombing.
Di Kalimantan Selatan BNPB mengoperasikan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk OMCdan 3 unit untuk water bombing.
Di Kalimantan Tengah, 1 unit helit difungsikan untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 4 lainnya untuk operasi pemadaman udara atau water bombing, dan terakhir di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan 2 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit untuk water bombing.
"Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC," pungkasnya.
Editor : Eka G Putra