Menjaga Kota Hijau dan Tertata

Monang Lubis • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Hutan Kota Arwinas berada di tengah Kota Siak.
Hutan Kota Arwinas berada di tengah Kota Siak.

 Penataan Kota Siak, sejak mekar dari Kabupaten Bengkalis, hingga kini terus berlanjut. Kota Hijau memang mesti dijaga, karena akan  diwariskan ke generasi berikutnya.

Dari Kecamatan Mempura, tepatnya di Kelurahan Sungai Mempura menuju Kota Siak, pohon pohon menghiasi jalanan. Terasa sejuk dan hijau.

Melintasi Komplek Perkantoran Tanjung Agung, ada Taman Lalu Lintas. Pemerintah Kabupaten Siak, memang membangun banyak taman, terutama Taman Kota.

Lebih ke atas ada Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Sebelum sampai jembatan, di kiri dan kanan jalan, disambut dengan bugenvil atau bunga kertas yang tertata apik di jambangan besar, menyerupai gelas.

Baca Juga: Bahas Ancaman Karhutla, Gambut hingga Restorasi Hutan, RAPP Dukung Mapala Connect 2026

Melintasinya jembatan, memasuki Kecamatan Siak, di ujungnya pohon-pohon di kiri dan kanan jalan membuat sejuk. Ada semak yang seperti hutan, tempat tinggal satwa seperti kera dan lainnya.

Pohon-pohon yang sengaja ditanam di kiri dan kanan jalan Kota Siak, dirawat dan dijaga. Siapapun yang berkeliling, akan mengatakan kotanya hijau, sejuk dan nyaman.

Kota Siak tidak sibuk, Kota Siak terasa sepi, aktivitas kendaraan di jalanan yang dua jalur itu, sangat lancar.

Baca Juga: Mapala Connect 2026 Bahas Ancaman Karhutla, Gambut hingga Restorasi Hutan 


Banyak orang yang ke Kota Siak, ingin datang dan datang lagi, karena masyarakatnya yang ramah, ketenangannya, kenyamanannya, sejarahnya, terus terjaga hingga kini.

Bupati Siak Afni Z, yang lahir di Siak, mengatakan, banyak kelebihan Siak yang akan terus dijaga, terutama keasrian lingkungan dan tata kotanya. 

“Kami punya hutan kota, bernama Hutan Kota Arwinas. Beragam jenis pohon dan satwa ada di dalamnya,” kata Bupati Afni.

Hutan Kota sengaja dipagar, agar terjaga dan pohon pohon terus bertumbuh, demikian juga dengan satwa berupa ragam jenis burung di dalamnya.

Senja, sampai malam, masyarakat bisa duduk di Jalan Sutomo dan Jalan Muzaffarsyah, selain ada lampu lampu dan pedestrian, ada juga bangku bangku.

Ingin joging, bisa melakukannya di sekitar Stadion Sultan Ismail, atau di Jalan Sultan Syarif Ali yang di kiri kanan jalan, serta di tengahnya ada pohon pohon, sehingga jalanan terasa teduh, sangat cocok untuk joging.

Bupati Siak Afni Z mengajak semua pihak untuk menjaga, karena setiap pagi petugas kebersihan sudah menyapu, dan di waktu tertentu, dahan dahan dipotong. 

“Kita mesti bersama menjaga alam dan lingkungan di mana kita hidup dan bertumbuh,” katanya.

Bupati Afni yakin dengan menjaga alam dan lingkungan, Siak menjadi kota tujuan wisata di mana di dalamnya ada sejarah panjang Kesultanan dalam menjaga peradaban.(nda)

Editor : Bayu Saputra
pemkab siak wisata siak kota hijau kota siak