PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru, Kamis (19/10) sore. Sejumlah jalan kembali tergenang dan kemacetan parah terjadi. Seperti di Jalan HR Soebrantas dan Jalan Arifin Achmad.
Pantauan Riau Pos di Jalan HR Soebrantas, genangan air cukup dalam dan luas ada di dekat simpang Jalan Garuda atau setelah Jalan Delima jika dari arah Simpang Tobek Godang. Akibatnya, kemacetan parah terjadi di dua sisi Jalan HR Soebrantas.
Dari arah simpang Pasar Pagi Arengka, kemacetan di mulai dari depan King Burger hingga Simpang Tobek Godang. Dari arah sebaliknya, kemacetan terjadi dari Simpang Tobek Godang hingga titik genangan.
”Parah sekali macetnya. Saya lihat jam tadi, saya mulai kena macet dari Simpang Tobek Godang sekitar pukul 17.00 WIB. Saya mau menuju ke Jalan Purwodadi. Sampainya sekitar pukul 16.30 WIB. Jadi sekitar satu setengah jam terjebak macet di Jalan HR Soebrantas saja,” kata Yanti, pengendara mobil.
Baca Juga: Jaga Ekosistem Mangrove Paghet Seghagah, PLN dan Pemerintah Perkuat Konservasi Pesisir Bengkalis
Sementara itu, untuk mengantisipasi masalah genangan dan banjir saat hujan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan strategi pengendalian banjir dengan meningkatkan kapasitas tampung air. Di antaranya melakukan normalisasi aliran sungai dan mengaktifan kembali Waduk Cipta Karya.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, langkah ini diarahkan untuk mengendalikan limpasan air hujan agar tidak menumpuk dan memicu genangan di kawasan permukiman.
Selain menyiapkan infrastruktur penampungan air, Pemko Pekanbaru juga memetakan titik rawan banjir dan memperkuat penanganan drainase di tingkat kelurahan.
Baca Juga: Cegah Banjir, Sungai-Sungai Mulai Dibersihkan
Markarius menyebut pengaktifan Waduk Cipta Karya menjadi salah satu upaya yang disiapkan untuk mendukung pengendalian banjir. Namun, waduk tersebut belum dapat difungsikan secara optimal karena pintu airnya mengalami kerusakan hingga roboh dan membutuhkan penanganan teknis khusus.
Rencana pengaktifan waduk itu telah masuk dalam APBD Perubahan 2026 untuk tahap perencanaan. Sementara anggaran pelaksanaan fisiknya direncanakan dialokasikan melalui APBD murni 2027.
Untuk pengaktifan Waduk Cipta Karya, sudah masuk di anggaran perubahan untuk perencanaannya. Ini tidak bisa langsung dioperasikan karena ada pekerjaan khusus yang harus dilakukan, terutama pada pintu air yang sudah hancur dan roboh.
Baca Juga: Menjaga Kota Hijau dan Tertata
Ia menjelaskan, perbaikan pintu air tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan teknis yang matang. Tenaga ahli perlu menghitung elevasi dan debit air untuk menentukan ukuran serta kapasitas pintu air yang sesuai dengan kebutuhan waduk.
Menurutnya, perhitungan tersebut penting agar fungsi waduk dan sistem pengaturan aliran air dapat berjalan sesuai kondisi lapangan. Pemko menargetkan pekerjaan pengaktifan kembali waduk bisa dimulai pada awal 2027, setelah tahap perencanaan dan penganggaran diselesaikan.
”Di APBD Perubahan ini kita anggarkan perencanaannya. Untuk pelaksanaannya, kita anggarkan di APBD murni 2027. Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa kita laksanakan,” ucapnya.
Baca Juga: Bahas Ancaman Karhutla, Gambut hingga Restorasi Hutan, RAPP Dukung Mapala Connect 2026
Selain mengoptimalkan waduk yang sudah ada, Pemko Pekanbaru juga membidik lahan-lahan cekungan yang berpotensi dijadikan tempat penampungan air.
Wawako mengatakan, koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi pemilik lahan untuk menjajaki pemanfaatan kawasan tersebut.(ayi)
Editor : Arif Oktafian