Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Panglima TNI: Wisata Religi Pulau Penyengat Tertata Rapi, Bisa untuk Siang atau Malam

Rinaldi • Rabu, 29 Mei 2024 - 03:05 WIB

Gubkepri Ansar Ahmad mendampingi Panglima TNI saat berwisata religi ke Pulau Penyengat.
Gubkepri Ansar Ahmad mendampingi Panglima TNI saat berwisata religi ke Pulau Penyengat.
TANJUNGPINANG (RIAUPOS.CO) --Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri mendampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto wisata religi dan pembagian 800 paket sembako di Pulau Penyengat.

Ansar dalam kesempatan itu mendampingi Agus Subiyanto ke makam Raja Haji Fisabililah, balai adat Penyengat dan Masjid Sultan Riau Penyengat serta mancicipi makanan khas yang ada di sekitaran objek wisata tersebut.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, mengatakan Pulau Penyengat memiliki sejarah yang patut dijaga karena mempunyai nilai sejarah bagi Indonesia, sebab menjadi tempat asal mula Bahasa Indonesia.

"Bahasa Indonesia itu dulu di sini dan menjadi bahasa nasional," kata Agus Subiyanto usai pembagian sembako secara simbolis, Selasa (28/5/2024).

Menurutnya pariwisata di Penyengat sudah sangat bagus karena sudah didesain oleh Gubernur Kepri menjadi tempat wisata, seperti jalan dan lampunya telah ditata rapi. "Jadi kita wisatanya bisa siang ataupun malam," tambahnya.

Selain itu masyarakat Penyengat yang memiliki usaha juga bisa menjual produk rumahanya untuk dijual kepada wisatawan yang datang berwisata, sehingga perekonomian masyarakat juga akan terangkat.

"Akhir pekan itu wisatawan dari Singapur dan Malaysia banyak yang berkunjung ke sini," ungkapnya.

Sementara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, sebelumnya menyampaikan untuk menambah daya tariknya Pulau Penyengat itu akan dibangun Tugu Bahasa Indonesia.

Dalam musrenbang nasional juga sudah disampaikan dan dibutuhkan biaya sekitar Rp90 miliar. Sekitar Rp25 M dari pemprov dan Rp65 miliar dari APBN.

"Nanti tingginya sekitar 60 meter dan desainya sudah dan detailnya sedang diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum," sebut Ansar.

Tahun ini akan dilanjutkan kembali penataan jalan di Pulau Penyengat, Balai Adat dan Lingkungan sekitarnya. Untuk pembiayaanya juga berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat.

Sumber: Batampos.co.id (Riau Pos Group)

Editor : RP Rinaldi
#pulau penyengat #wisata religi #panglima tni