Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pendaftaran CPNS Diperpanjang Empat Hari, Imbas E-Meterai Bermasalah

Tim Redaksi • Jumat, 6 September 2024 | 09:25 WIB
Sejumlah warga mengantre untuk membeli e-meterai di Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (5/9/2024).
Sejumlah warga mengantre untuk membeli e-meterai di Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (5/9/2024).

JAKARTA DAN PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - ADA angin segar bagi para pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024. Panitia seleksi nasional (Panselnas) memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran. Kecuali untuk formasi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan dan Kementerian Agama (Kemenag).

Proses pendaftaran seleksi CPNS di portal SSCASN yang sebelumnya dijadwalkan berakhir Jumat (6/9) hari ini, dimundurkan hingga empat hari ke depan. Keputusan ini sesuai Surat Kepala BKN 5419/B-KS.04.01/SD/K/2024 tentang Jadwal Seleksi Pengadaan CPNS TA 2024. Dalam surat tersebut, pendaftaran diperpanjang sampai Selasa, 10 September 2024, pukul 23.59 WIB.

”Penyesuaian jadwal pendaftaran ini bertujuan untuk mengakomodir para pelamar yang belum berhasil menyelesaikan tahapan pendaftaran di portal,” ujar Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen, di Jakarta, Kamis (5/9).

Seperti diketahui, sejak beberapa hari terakhir, para calon pelamar menemui banyak kendala teknis dalam proses pendaftaran seleksi CPNS 2024. Di antaranya, soal tak bisa melakukan pembelian, pembubuhan materai eletronik atau e-meterai hingga tak bisa melakukan upload pada dokumen persyaratan lamaran sesuai dengan ketentuan.

Suharmen menegaskan, kendala pembelian e-meterai oleh masyarakat di seluruh platform Peruri ini tidak dapat dibebankan kepada para calon pelamar. Oleh karenanya, panitia seleksi nasional mengambil kebijakan dengan memberikan tambahan waktu pendaftaran selama 4 hari dari batas waktu pendaftaran sebelumnya.

Selain itu, lanjut dia, optimalisasi pengisian formasi CPNS juga menjadi pertimbangan dilakukannya penyesuaian jadwal pendaftaran ini. Di mana, pada tahun ini, tersedia alokasi 250.407 formasi bagi 69 instansi pusat dan 478 instansi daerah.

Pemerintah disebutnya ingin memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat berkompetisi pada perhelatan tahunan ini. Terhitung hingga 5 September 2024, Pukul 08.00 WIB, jumlah pendaftar CPNS telah mencapai 2.922.336. Dari jumlah tersebut, baru 1.011.148 pelamar yang mengakhiri pendaftaran atau submit/resume.

Dengan perpanjangan waktu ini, Suharmen meminta agar para calon pelamar tidak mengulangi kebiasaan dengan melakukan pendaftaran saat mendekati akhir batas waktu. Hal ini guna memastikan kelancaran proses pendaftaran. “Kecenderungan pelamar yang mendaftar dengan sistem kebut semalam dapat menghambat para pelamar menyelesaikan proses pendaftaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Peruri menyampaikan bahwa layanan meterai elektronik untuk CASN 2024 sudah dapat diakses kembali sejak kemarin. Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, demi menjaga kelancaran sistem dan antrean layanan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah prioritas layanan.

Seperti, penyelesaian antrean pembubuhan (stamping) yang sudah dalam proses dan pembaharuan kuota untuk akun yang sudah berhasil melakukan pembayaran. “Sedangkan untuk layanan pembelian kuota dan registrasi akun baru, akan dilakukan pembukaan akses layanan secara berkala dengan mempertimbangkan beban antrean yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Adi menjamin, bahwa kuota e-meterai yang sudah dibeli tidak akan hilang dan akan kembali secara bertahap. Meterai elektronik yang telah dibeli dapat dipergunakan untuk berbagai kebutuhan dokumen digital yang memerlukan pembubuhan e-meterai dan tidak memiliki masa kadaluarsa.

Meski tak ada batas waktu kadaluarsa, ia turut mengimbau kepada pelamar CASN 2024 agar para pelamar memanfaatkan perpanjangan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Pihaknya pun berkomitmen dalam memastikan ketersediaan meterai eletronik bagi semua pelamar CASN. Selain pada website https://meterai-elektronik.com/, pembelian e-meterai juga dapat dilakukan melalui laman https://skillacademy.com/e-meterai; https://emeterai.posfin.id/; dan Mobile apps Sobat Meterai.

Perpanjangan jadwal pendaftaran ini juga diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Mamun Murod. “Kami baru mendapat surat resmi dari BKN bahwa jadwal pendaftaran seleksi CPNS diperpanjang sampai tanggal 10 September 2024,” katanya.

“Salah satu alasannya itu (gangguan sistem e-materai), dan kemungkinan ada persoalan lain terkait masih minimnya pendaftaran seleksi CPNS. Karena BKN pasti memantau seleksi CPNS setiap daerah. Bisa jadi ini menindaklanjuti surat usulan perpanjangan dari daerah, termasuk kita yang mengusulkan perpanjangan waktu pendaftaran CPNS,” sebutnya.

Mamun Murod pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pendaftaran seleksi CPNS di akhir-akhir waktu pendaftaran sehingga meminimalisir potensi kegagalan daftar.

Sementara itu, hingga saat ini terdapat 589 pelamar yang mendaftar mengikuti seleksi CPNS di lingkungan Pemprov Riau. Dari jumlah tersebut, terdapat 17 orang melamar formasi tenaga kesehatan, dan 569 pelamar mengincar formasi tenaga teknis. 

Dari data yang masuk, formasi yang paling banyak diminati pelamar adalah Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pratama sebanyak 77 orang.  “Lalu disusul Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Pertama sebanyak 64 orang,” sebutnya.

Selanjutnya, formasi Edukator ada 62 pelamar, Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Pertama sebanyak 61 orang, dan Inspektur Ketenagakerjaan Ahli Pertama sebanyak 56 orang. “Mudah-mudahan sampai hari penutupan banyak yang melamar dengan memperhatikan syarat dan ketentuan berlaku,” imbaunya.

Hal senada diungkap Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Irwan Suryadi yang mengatakan persoalan e-meterai menjadi salah satu penyebab diperpanjang pendaftaran. Artinya, pendaftar atau masyarakat masih mempuyai waktu yang panjang untuk pendaftaran atau menyelesaikan proses tahap submit.

Sembari terjadi kendala itu, pendaftaran terus terjadi penambahan yang signifikan setiap harinnya. Terdata hingga petang kemarin sudah sebanyak 4.230 orang mendaftar. “Sudah 4.230 pendaftaran, 1.536 yang submit,” terangnya. ‘’Tahun ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali membuka formasi CPNS sebanyak 250 formasi,’’ ujarnya.

Puluhan CPNS di Pekanbaru yang ingin mengikuti pendaftaran terlihat antre panjang di depan dan dalam Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru hanya untuk berharap bisa membeli e-meterai. Salah seorang warga Kecamatan Suka Jadi Ardilla mengaku sejak pukul 07.00 WIB sudah menunggu di depan Kantor Pos hanya untuk membeli e-materai.

Namun setelah berulang kali melakukan proses pembelian secara online, dirinya terus mengalami kegagalan sehingga memutuskan untuk membeli di kantor pos. Setelah menunggu cukup lama, ia pun harus gigit jari karena ada masalah terhadap sistem sehingga tidak ada yang bisa membeli e-meterai tersebut.

“Awalnya saya sudah melakukan pembelian sendiri. Tapi gagal terus saat mau dibayar. Makanya saya coba ke Kantor Pos, ternyata sama saja. Malah di sini bukan hanya saya yang mengalaminya tapi juga hampir seratusan CPNS mengalami kendala serupa,”ucapnya.

Sementara itu, salah seorang petugas Kantor Pos Indonesia Jalan Jenderal Sudirman Akmal menjelaskan, sejak pagi kemarin masih belum bisa melakukan proses pembelian e-meterai karena masih menunggu penyedia e-meterai dari Peruri.

Hal ini terjadi lantaran banyaknya pembelian e-materai yang dilakukan secara bersamaan sehingga membuat sistem down akibat overload. “Sistem ini terjadi gangguan sejak Selasa (3/9) siang. Tapi jika saat sebelumnya tidak ada gangguan dan proses pembelian pun berjalan dengan lancar,”ucapnya.

Apalagi saat ini penumpukan para pembeli e-meterai di Kantor Pos bukan hanya terjadi di Kota Pekanbaru, melainkan juga sejumlah Kantor Pos lainnya di Indonesia karena jaringan ini mengalami gangguan secara menyeluruh di seluruh Indonesia.

Itu sebabnya, dalam menangani banyaknya pembelian e -meterai ini, pihaknya menyarankan untuk para calon pembeli untuk melakukan pembelian di Aplikasi POSPAY.

“Yang datang ke Kantor Pos ini jumlahnya lebih dari 50 orang. Ini karena mereka datang dan pergi. Tapi jelas mengalami penumpukan, baik di dalam maupun di luar Kantor Pos. Kami berharap layanan ini bisa segera membaik agar CPNS ini bisa melakukan pembelian dan pendaftaran,” tuturnya.

Kendala sulit mengakses e-meterai juga dirasakan oleh masyarakat di Kota Dumai yang mendaftar CPNS. ‘’Sudah beberapa hari, saya sudah mengakses e-meterai itu. Bahkan, sampai di hari ketiga ini (kemarin, red), saya belum juga dapat melakukan submit,’’ kata Putra (30) yang mencoba mendaftar di Pemko Dumai di bagian Dinas Kependudukan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Azhara (29), warga Dumai lainnya yang mencoba mendaftar CPNS di bagian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai. ‘’Kendala yang sedang dihadapi sekarang ini hanya pada e-materai saja. Susah untuk mengaksesnya. Padahal sudah ditunggu selama tiga hari tidak juga bisa,’’ kata Azhara.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Dumai, Erinasrizal melalui Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Dumai, Zaki mengakui tentang adanya kendala teknis yang sedang dihadapi warga yang mendaftar CPNS tersebut.

‘’Hingga kemarin memang ada kendala teknis pada sistim e-meterai Peruri sehingga banyak menimbulkan keluhan,’’ kata Zaki seraya menambahkan jumlah yang mendaftar CPNS di Dumai sebanyak 5.289 dan yang telah submit baru mencapai 1.528.

Di Indragiri Hulu (Inhu), Kamis (5/9), jumlah pendaftar CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sudah mencapai 2.242 orang. Sedangkan yang sudah melakukan submit baru mencapai 654 pendaftar. Jumlah pelamar CPNS diprediksi akan terus bertambah karena jadwal pendaftaran diperpanjang.

Sementara jumlah formasi yang akan diperebutkan hanya untuk 50 lowongan. “Data terbaru, pendaftar CPNS sudah mencapai 2.242 orang per Kamis (4/9) pukul 14.00 WIB,” ujar Kepala Bidang P3ASN pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Inhu, Ridwan, Kamis (5/9).

Dijelaskannya, untuk formasi yang dibuka itu berada di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhu. Dari 50 formasi itu untuk 20 jabatan.

Dari data sementara itu, jumlah pelamar paling banyak yakni untuk formasi menjadi pengelola barang jasa mencapai 59 orang. Kemudian jumlah pelamar terbanyak lainnya adalah untuk formasi auditor dan juga Satpol PP.

“Formasi yang dibuka ini khusus untuk tenaga teknis dan tidak ada untuk guru serta tenaga medis. Bahkan, untuk formasi di Satpol PP, bisa untuk lulusan SMA,” ungkapnya. Kemudian bagi yang belum bisa Submit akibat e-materai, pihaknya juga bisa berbuat lebih banyak. “Ini juga salah satu alasan penyebab waktu pendaftaran diperpanjang” terangnya.

Di Siak, saat ini pelamar mencapai 702 orang, memperebutkan 25 formasi. Namun, Karena kendala pembelian e-meterai, baru 249 yang melakukan submit. “Pelamar memang mengalami kendala pada saat pembelian e-meterai,” sebut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Zulfikri didampingi Kabid Administrasi Kepegawaian Rahmat Kusriono, Kamis (5/9).

Disebutkannya, pihaknya sudah menginformasikan hal ini kepada para pelamar diperpanjangnya masa pendaftaran. Dengan penambahan waktu yang diberikan, dirinya berharap semua pelamar dapat melakukan submit atau melakukan pengiriman.

Di Kepulauan Meranti, hampir ribuan orang peserta yang telah mendaftar CPNS di lingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti belum bisa submit. Data yang diterima Riau Pos melalui BKN Kanreg 12 Pekanbaru, jumlah pendaftar CPNS Kepulauan Meranti tidak kurang dari 2.890 orang.

Namun yang telah berhasil submit hanya 920 orang. Sementara batas akhir masa pendaftaran jatuh pada 6 September 2024 besok.  Dominan perserta yang gagal submit dampak sulitnya mendapatkan e-meterai, seperti yang dikeluhakan Ida warga Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.

Ia mengaku telah berulang kali melakukan proses pembelian namun gagal. “Padahal kebutuhannya hanya dua e-meterai. Tapi sudah beberapa kali beli selalu gagal. Makanya belum bisa submit,” ujarnya, Kamis (5/9).

Kondisi tersebut turut dibenarkan Kepala BKPSDM Kepulauan Meranti, Bakharuddin.  “Penyesuaian masa pendaftaran menindaklanjuti keluhan ribuan peserta yang belum bisa submit karena sulit hingga belum mendapatkan e-meterai,” ujarnya.

Di Rokan Hilir, sebanyak 446 pelamar CPNS mendaftar. Jumlah pelamar tersebut diperkirakan terus bertambah seiring dengan masa penerimaan yang masih berlangsung, dan diperpanjang. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rohil Drs Acil Rustianto MSi.

“Untuk tahun ini jumlah formasi yang diterima banyak 100 orang, dengan formasi umum dan kesehatan,” kata Acil. ‘’Secara umum jumlah yang mendaftar sekitar 1,271 pelamar dan yang submit baru mencapai angka 400-an lebih tersebut,’’ tambahnya.

Sementara itu, di Kampar sebanyak 5.887 pelamar yang sudah mendaftar seleksi CPNS. Sekretaris BKPSDM Pemkab Kampar Desrial Anas menjelaskan, Pemkab Kampar menerima formasi 250 CPNS dengan rincian tenaga teknis 150 orang dan tenaga kesehatan (nakes) 100 orang.

“Untuk seleksi administrasi ini,  panitia penerimaan CPNS Kampar berkoordinasi dengan BKN. Karena ada nanti pelamar yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan pelamar yang memenuhi syarat (MS),” ujarnya.

Di Kuantan Singingi (Kuansing), pelamar yang mendaftar terus bertambah. Hingga Kamis (5/9), tercatat sudah 4.651 orang pelamar yang mendaftar. Hal itu diungkapkan Kepala BKPP Kuansing, Mardansyah. “Jumlah itu akan bertambah hingga batas akhir 10 September 2024,” papar Mardansyah. 

Faktor lain yang menjadi penyebab kemungkinan, sikap pelamar yang masih ragu-ragu dalam menentukan pilihan. Dimana mereka hanya punya satu kesempatan memilih. “Tentu mereka ragu, apakah pilih CPNS di daerah mereka atau daerah lain. Atau PPPK yang juga segera akan dibuka. Faktor peluang akan menjadi pertimbangan penting pelamar,” kata Mardansyah. 

Bengkalis Tak Rekrut CPNS

Kabupaten Bengkalis tidak membuka penerimaan CPNS 2024. Pemkab Bengkalis hanya mengutamakan penerimaan tenaga PPPK. “Ya, sudah empat tahun terakhir ini kita tidak merekrut CPNS, sesuai usulan kita ke pemerintah pusat,” ujar Kepala BKPP Kabupaten Bengkalis, Djamaluddin, Kamis (5/9).

Ia menyebutkan, untuk 2024, Pemkab Bengkalis tak mengajukan formasi PNS. Yang diajukan hanya tenaga PPPK sebanyak 500 orang dengan rincian formasi guru sebanyak 251, formasi umum (teknis) 176 orang dan formasi tenaga kesehatan 73 orang. “Namun saat ini kami masih menunggu dari pusat,’’ ujarnya(mia/sol/ilo/ayi/sah/kas/mng/wir/fad/kom/dac/ksm/das)

Editor : RP Arif Oktafian
#panselnas cpns #bkn 2024 #e materai bermasalah #CPNS 2024 #materai elektronik #SSCASN 2024 #pendaftaran cpns diperpanjang