Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penangkaran Buaya Jebol, Warga Batam Resah

Redaksi • Senin, 20 Januari 2025 | 09:36 WIB
Tim gabungan kembali tangkap buaya di sekitar pulau Bulan.
Tim gabungan kembali tangkap buaya di sekitar pulau Bulan.

BATAM (RIAUPOS.CO) -- Buaya milik PT Perkasa Jaga Karunia (PJK) di Pulau Bulan, Kecamatan Bulang, Batam, lepas. Masyarakat pun resah dibuatnya.

Penangkaran buaya ini jebol, sejak Senin (13/1) disebabkan oleh hujan deras yang memicu banjir hebat. Masyarakat tetap diminta waspada karena masih ada buaya yang diduga berkeliaran di perairan sekitar. Hingga Ahad (19/1), total buaya yang telah ditangkap mencapai 27 ekor.

Penangkapan terbaru terjadi di dekat galangan kapal PT KTU di kawasan Sagulung. Seekor buaya besar berhasil ditangkap oleh warga dan pekerja setempat. Aksi ini sempat direkam dalam video yang kini viral di media sosial.

“Cukup besar buayanya dan berhasil kita tangkap," ujar seorang warga dalam video tersebut. Proses penangkapan ini mendapatkan apresiasi dari Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, yang memastikan laporan penangkapan sudah disampaikan kepada pihak PT PJK.

Camat Bulang, Ramadhan, turut meminta PT PJK untuk bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan serius untuk memastikan keselamatan warga serta mencegah kejadian serupa di masa depan. "Kami tidak ingin hal ini menjadi ancaman berkepanjangan bagi masyarakat," tegasnya.

Kekhawatiran masyarakat belum sepenuhnya reda. Keberadaan buaya yang berkeliaran di perairan menimbulkan keresahan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar Pulau Bulan. Mardi, seorang warga Pulau Buluh, mengungkapkan ketakutannya.

"Kami sangat khawatir dengan buaya-buaya ini. Harapannya, pihak terkait bisa segera menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Iptu Adyanto Syofyan, mengatakan patroli rutin dan pengawasan ketat akan terus dilakukan hingga semua buaya yang lepas berhasil ditangkap. "Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi warga. Namun, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar perairan," ujarnya.

Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya manajemen risiko dalam penangkaran hewan buas. Pakar lingkungan meminta pihak penangkaran memperbaiki sistem keamanan kandang agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, mereka juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat.

Sumber: Batampos.co.id

 

Editor : Rinaldi
#penangkaran buaya #warga resah #hujan lebat