JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Pacu jalur dari Kuantan Singingi, Riau memang lagi viral. Di akun media sosial seperti instagram, tiktok dan youtube, banyak video orang menjadi Si Tukang Tari layaknya sedang mengikuti pacu jalur.
Dari Asia, Eropa, Amerika dan Afrika bersebaran video orang yang lagi asyik ikut pacu jalur dan menjadi Si Penarinya. Kemeriahan pacu jalur Riau, juga diikuti oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam unggahannya di Instagram, Gibran terlihat memanfaatkan teknologi AI untuk menampilkan dirinya ikut menari ala bocah-bocah penari Pacu Jalur yang tengah naik daun di media sosial. Ia bahkan menuliskan caption puitis bak duta budaya digital:
"Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia," kata Gibran menuliskan caption.
Gibran juga menyebut tren ini sebagai bentuk diplomasi budaya era digital. "Berbagai klub besar dan pemengaruh dunia turut merayakannya. Inilah kekuatan diplomasi budaya di era digital..." lanjutnya.
Sayangnya, ungahan Gibran dianggap numpang tenar di atas tren viral tarian Pacu Jalur, tradisi budaya dari Kuantan Singingi, Riau itu. Aksi Gibran ini malah bikin netizen geleng-geleng kepala.
Banyak komentar justru mengkritik keras Gibran karena dianggap kembali 'menunggangi tren' demi pencitraan pribadi.
"Lagi-lagi caper. Dari Jumbo ke Pacu Jalur. Tapi yang digarap cuma kontennya doang, bukan masalah rakyatnya," sindir netizen.
Sejumlah warganet bahkan menyebut video AI itu terlalu kaku dan kehilangan makna aslinya dari budaya Pacu Jalur yang sakral dan penuh makna. Meskipun niat awalnya mungkin baik, namun respons publik kali ini menunjukkan bahwa masyarakat makin jeli membedakan mana bentuk apresiasi, dan mana yang hanya numpang eksis.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi