Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Stok Minyak Nasional Aman, Belum Ada Rencana Naikkan Harga BBM

jpg • Rabu, 11 Maret 2026 | 10:33 WIB

Antre : Kondisi antrean kendaraan berbahan bakar solar di salah satu SPBU  Jalan Paus Pekanbaru, Senin (9/3/2026).
Antre : Kondisi antrean kendaraan berbahan bakar solar di salah satu SPBU Jalan Paus Pekanbaru, Senin (9/3/2026).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah memastikan stok minyak nasional masih berada dalam kondisi aman dan belum ada rencana menaikkan harga meski harga minyak dunia meningkat. Hingga saat ini belum ada kebijakan untuk mengubah skema subsidi bahan bakar minyak (BBM).

”Kita lihat dulu seperti apa kondisinya ke depan,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, cadangan mi­nyak nasional saat ini berada di kisaran 20 hari, lebih tinggi dari kebutuhan normal yang biasanya sekitar 15 hari.

“Itu stok yang normal, bukan darurat. Ada yang bilang, wah kita tinggal 20 hari lagi. Bukan begitu. Kalau di stok setahun kan rugi, ada cost-nya,” katanya.

Selain itu, Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan, kalau kondisi ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi dan jauh dari ancaman krisis. Padahal, pelemahan nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat turun hampir 5 persen pada awal perdagangan. Menurutnya, gejolak di pasar keuangan tersebut dipicu oleh pernyataan sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia berpotensi mengalami resesi seperti krisis 1998.

Purbaya menilai, pandangan tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. “Jangankan krisis, resesi saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa pekan ke depan,” ujarnya.

Negosiasi Kapal

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, negosiasi untuk membebaskan dua kargo Pertamina yang terjebak di Teluk Arab akan selesai dalam waktu dekat.

“Sebentar lagi selesai. Doain, ya,” ucapnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Pada Senin (2/3), Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan bahwa terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah. Keempatnya adalah Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Iraq; Pertamina Pride yang telah selesai loading dan sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, UAE; serta PIS Paragon yang discharge di Oman.

Kementerian Luar Negeri memastikan, bahwa pihaknya terus berdialog dengan otoritas Iran demi memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Selat tersebut memisahkan Iran dengan Oman dan buntut perang dengan AS-Israel, Teheran sudah menyatakan kapal yang nekat melintas Selat Hormuz akan diserang.

Dalam laporannya kemarin, PIS menyampaikan, dari empat unit kapal tadi, dua di antaranya tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon. Jadi, yang tersisa di Teluk Arab adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro. Mereka sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz.

Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.(mim/agf/ttg/das)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#Purbaya Yudhi Sadewa #pertamina international shipping #bahlil lahadalia #harga bbm