PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Cheryl Amanda Luna diterima di Universitas Wageningan pada Program Sarjana Ilmu Data untuk tantangan global, Universitas Wageningan di Program Sarjana Teknologi Pangan, dan Universitas Monash di Sarjana Teknik. Kemudian di Universitas Australia Barat Analisis Bisnis, Universitas Massey Sarjana Agribisnis (Agribisnis Internasional), Universitas Victoria Wellington, dan Universitas Canterbury Sarjana Perdagangan (Bisnis Internasional).
Bagi Cheryl, lolos tujuh perguruan tinggi luar negeri ternama merupakan buah dari proses yang tidak kenal lelah selama sekolah. Cita-cita studi ke luar negeri merupakan keinginan yang sudah lama, mempersiapkan sangat serius sejak dini. Sejak SMP ia sudah aktif berorganisasi. Mulai dari kepengurusan OSIS di SMP Al Azhar 37 Pekanbaru. Begitu juga di MAN 2 Pekanbaru dipercaya mengembang amanah sebagai bendahara OSIS.
Pengalaman itu, kata Cheryl, membentuk kemampuan bekerja sama, tanggung jawab dan berkontribusi dalam tim. Dengan penempaan organisasi dari dini membuatnya terbiasa bekerja keras dan tidak putus semangat.
Cheryl juga mengisahkan pengalamannya sebagai pertukaran pelajar ke Amerika Serikat yang dimulai dari kelas XI. Dengan pengalaman tersebut dia berharap dapat menghadapi tantangan seperti perbedaan budaya serta kendala bahasa. Selama proses pertukaran pelajar, ia mengambil cuti akademik selama setahun. Ia baru dapat melanjutkan proses belajar mengajar pada kelas XII. Dengan berbagai pengalaman itu selanjutnya ia mulai mempersiapkan mendaftar ke kampus luar negeri. Dia dinyatakan memperoleh Letter of Acceptance (LoA).
Baca Juga: AS Dipimpin Wapres, Iran Dikomandoi Menlu
Senada dengan itu, orang tua Cheryl bernama Feri Isdianto mengatakan, sebagai orang tua ia berusaha penuh untuk mendukung cita-cita anaknya. ‘’Sejak kecil, Cheryl sudah memiliki impian besar untuk menempuh pendidikan hingga ke luar negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, saya berkomitmen mempersiapkannya sejak dini, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris,’’ terangnya.
Perjalanan Cheryl dimulai dari SD Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Kemudian, ia melanjutkan ke SMP Al Azhar 37 dengan kurikulum Cambridge. Saat memasuki jenjang SMA, dirinya memilihkan sekolah dengan program kelas internasional, yaitu MAN 2 Pekanbaru salah satu sekolah negeri terbaik yang memiliki kelas internasional.
Di lingkungan ini, Cheryl belajar bersama siswa-siswa yang memiliki visi serupa: menembus universitas-universitas terkemuka dunia. Di kelas internasional, para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga diarahkan secara sistematis mengenai berbagai persiapan yang diperlukan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Mulai dari penyusunan dokumen hingga penguatan portofolio, semuanya dipersiapkan dengan matang.
Baca Juga: JCH Tak DibebaniKenaikan Biaya Penerbangan
Sekolah juga sangat membantu dalam penyediaan dokumen penting, seperti surat rekomendasi dari guru maupun institusi, yang dapat disiapkan dengan cepat. Selain itu, dokumen pendukung sudah tersedia dalam bahasa Inggris, sehingga mempermudah proses pendaftaran ke universitas luar negeri tanpa perlu menggunakan jasa penerjemah tersumpah.
‘’Sebagai orang tua, kami berusaha memberikan ruang seluas-luasnya bagi Cheryl untuk berkembang, mengeksplorasi potensi dirinya, dan meraih cita-citanya. Kami percaya, dengan dukungan, persiapan yang matang, serta lingkungan yang tepat, mimpi besar itu bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai,’’ tuturnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Pekanbaru H Ghafardi SAg MPdI melalui Wakil Kepala Bidang Humas Efni Novita MPKim kepada Riau Pos, Kamis (9/4) mengatakan, Cheryl Amanda Luna juga berhasil masuk dalam program pertukaran pelajar Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2024-2025 ke Amerika Serikat bersama Bina Antarbudaya.
Baca Juga: Periksa 4 Tenaga Pendidik dan Beri Trauma Healing, Kasus di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak
Disebutkannya, Cheryl Amanda Luna di MAN 2 Pekanbaru merupakan siswa program kelas internasional. Kelas ini merupakan kelas khusus yang siswanya berminat kuliah di luar negeri. ‘’Mereka fasih berbahasa Inggris,’’ ujarnya.
Selain Cheryl juga ada Muhammad Adli Arta yang diterima pada empat universitas yakni Hongkong, Jepang, Malaysia dan Inggris. Selanjutnya Azka Rifinadda Aurelli diterima di tiga universitas bisnis top di Australia dan Selandia Baru.(das)
Laporan HERIANTO BASERAH
Editor : Arif Oktafian