Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jaga Produksi Pangan Nasional, Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati, Perkuat Irigasi dan Perkebunan 

Dofi Iskandar • Senin, 20 April 2026 | 21:24 WIB
Mentan Amran Sulaiman di hadapan 170 bupati berbicara tentang menjaga produksi pangan nasional. (ISTIMEWA)
Mentan Amran Sulaiman di hadapan 170 bupati berbicara tentang menjaga produksi pangan nasional. (ISTIMEWA)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengkonsolidasikan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia untuk memperkuat program irigasi dan pengembangan perkebunan sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional.

"Kurang lebih 170 bupati se-Indonesia hadir, tidak diwakili," ujar Mentan Amran dalam rilis Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (20/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah pusat berjalan efektif di lapangan, terutama melalui penguatan peran daerah dalam mengawal peningkatan produksi di wilayah sentra pangan.

Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman: Kolaborasi Kunci Kemandirian Pangan, DPRD Jadi Penggerak Utama

Ia menegaskan bahwa keterlibatan langsung kepala daerah menjadi kunci dalam memastikan percepatan program berjalan optimal, mulai dari penguatan irigasi hingga peningkatan produktivitas tanaman.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis penguatan irigasi dan perkebunan ini akan menjaga stabilitas produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sebagai langkah konkret, Kementan mengalokasikan lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan sistem irigasi pertanian. Program ini mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan (oplah), serta pompanisasi dengan cakupan hingga 1,5 juta hektare.

Baca Juga: Mentan Amran: Daerah Harus Kuat dan Mandiri, Kolaborasi Kunci Kemandirian Pangan

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80 ribu unit pompa yang ditargetkan mampu mengairi hampir 1 juta hektare lahan, terutama di wilayah yang memiliki potensi peningkatan indeks pertanaman. "Kami dorong anggaran irigasi lebih dari Rp3 triliun, dari total Rp12 triliun yang kita distribusikan," ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan bahwa distribusi anggaran dilakukan berbasis potensi wilayah dan komitmen pemerintah daerah. "Tidak dibagi rata. Kita lihat potensi dan respons kepala daerah. Kalau bupatinya aktif, kita percepat," tegasnya.

Selain itu, bantuan benih tahan kekeringan terus disalurkan untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun, khususnya di wilayah lahan kering.

Baca Juga: Status Dialihkan ke Daerah, Guru Bantu Kampar Belum Terima Gaji 4 Bulan

Mentan Amran memastikan bahwa kondisi produksi dan cadangan pangan nasional saat ini tetap dalam posisi aman. "Tiga hari ke depan, empat hari ke depan mencapai 5 juta ton. Itu kabar baik," ujarnya.

Di sisi produksi, Kementan juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 30 ribu hektare sebagai bagian dari upaya memperluas areal tanam dan meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Selain itu, standing crop mencapai sekitar 11 juta ton, sementara cadangan di sektor rumah tangga dan horeka sekitar 12,5 juta ton. "Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Artinya lebih dari cukup," tambahnya.

Baca Juga: Warga Diminta Waspada Potensi Hujan Lebat Sebagian Wilayah Kabupaten Kampar 

Selain tanaman pangan, pemerintah juga memperkuat sektor perkebunan melalui alokasi anggaran Rp9,95 triliun pada 2026–2027. Program ini menyasar komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, pala, hingga jambu mete dengan target pengembangan lahan mencapai 870 ribu hektare. "Anggarannya Rp9,95 triliun, hampir Rp10 triliun, dan ini hibah untuk rakyat," tegas Mentan Amran.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan pada kualitas pelaksanaan di lapangan.

Mentan Amran juga menyoroti pentingnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan anggaran yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal. "Saya turun langsung, ada yang belum dibangun padahal uangnya sudah ada. Jangan semua dilempar ke pusat," ujarnya.

Editor : Rinaldi
#kumpulkan bupati #mentan amran sulaiman #pangan nasional