Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, 4 Korban Dikabarkan Tewas, 38 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Redaksi • Selasa, 28 April 2026 | 06:00 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur, Senin (27/4/2026) malam. (Basarnas)
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur, Senin (27/4/2026) malam. (Basarnas)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. 

”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a,” bunyi informasi tersebut.

Namun demikian, kecelakaan tidak terhindarkan. KRL yang tengah berhenti karena menemper mobil diseruduk dari belakang oleh kereta jarak jauh. Kecelakaan itu mengakibatkan bagian ujung belakang KRL hancur.

Baca Juga: Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit Berkat BRIvolution Reignite

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya melaporkan data sebanyak empat orang penumpang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Sementara itu, 38 penumpang KRL lainnya telah dievakuasi ke tiga rumah sakit, yakni RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RS Bantargebang untuk mendapatkan penanganan medis.

Adapun sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo dalam kondisi selamat, meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan akibat benturan.

Baca Juga: Perkuat Tim di Kecamatan, Jadikan MPA Garda Terdepan Pencegahan Karhutla

"Penumpang KA Argo Bromo Anggrek disiapkan untuk dikembalikan ke Stasiun Gambir. KAI bertanggung jawab penuh baik dari sisi precovery maupun penanganan korban," kata dia.

KAI juga telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur dan menyediakan layanan call center di nomor 121 bagi pihak keluarga yang ingin memastikan kondisi penumpang.

Untuk mengevakuasi sejumlah penumpang KRL yang masih terjepit, Basarnas melakukan pemotongan badan gerbong kereta.

Baca Juga: Respons Keluhan Pasien, Kadiskes Rohul Tegaskan Ambulans Puskesmas Harus Standby 24 Jam, Tak Boleh Dibawa Pulang

"Petugas melakukan pemotongan bagian rangkaian gerbong untuk mengeluarkan penumpang yang terjepit," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Senin (27/4/2026) malam.

Basarnas mengonfirmasi proses evakuasi difokuskan pada gerbong wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL.

Basarnas melengkapi petugas dengan peralatan ekstrikasi berat dalam operasi penyelamatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo dan Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika.

Editor : M. Erizal
#tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL #kecelakaan kereta #tabrakan kereta