Jakarta (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran pembantunya. Sebanyak enam pejabat baru dilantik di Istana Negara, Senin (27/4). Dari enam orang itu, tidak ada wajah yang benar-benar baru (lihat grafis). Semuanya terbilang orang lama di pemerintahan Prabowo.
Pelantikan itu didasarkan pada sejumlah Keputusan Presiden (Keppres) dan disertai pengambilan sumpah jabatan. Dari enam nama tersebut, yang paling mencuri perhatian adalah Dudung Abdurachman yang dilantik menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Diwawancarai setelah pelantikan, mantan Kepala Staf TNI-AD itu menegaskan komitmennya menjembatani komunikasi masyarakat dan presiden. ’’Saya akan membuka laporan 24 jam dari masyarakat dan memastikan program Presiden berjalan tuntas,” ujarnya.
Di sektor komunikasi, pemerintah memasang dua figur sekaligus. Yakni, Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari. Keduanya diproyeksikan menjadi garda depan dalam menyampaikan kebijakan sekaligus merespons derasnya arus informasi dan kritik publik.
’’Pesan pemerintah harus sampai dan dipahami masyarakat, termasuk meluruskan informasi yang tidak benar,” kata Hasan. Sementara itu, Qodari mengakui, tantangan di pos barunya tidak ringan. Menurut dia, skala program pemerintah menuntut strategi komunikasi yang lebih masif. ’’Ini bukan soal orangnya, tetapi tugasnya memang besar,” ujarnya.
Penguatan juga dilakukan di sektor pangan dan lingkungan. Hanif Faisol Nurofiq yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup kini dipercaya sebagai Wakil Menko Pangan. Sementara itu, posisi Menteri Lingkungan Hidup diisi Jumhur Hidayat.
Di sisi lain, Abdul Kadir Karding yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia langsung menegaskan dua prioritas utama, yakni memperketat pengawasan penyakit dari luar negeri tanpa menghambat arus ekspor-impor. ’’Pengawasan diperketat, tetapi ekonomi harus tetap berjalan,” tegasnya.(lyn/oni/das)
Editor : Arif Oktafian