RIAUPOS.CO – Diinformasikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, hingga Hari ke-13 Operasional haji 2025, tercatat tujuh jemaah haji Indonesia wafat di tanah suci.
Tak hanya itu, 59 jemaah juga harus menjalani perawatan kesehatan, baik di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun rumah sakit di Arab Saudi.
Diterangkan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Maria Assegaf, penyakit yang diderita kebanyakan serangan jantung dan radang paru-paru.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Kurban, Disbunnakkan Inhu Tunjuk Petugas Pendataan dan Pengawas Hewan Kurban
“Sebagian besar disebabkan serangan jantung dan radang paru-paru,” terang Maria Assegaf, Ahad (3/5/2026).
Maria Assegaf memastikan bahwa PPIH Arab Saudi menjamin badal haji bagi para jemaah haji yang wafat di tanah suci.
Sementara itu, dalam catatan KKHI, hingga Sabtu (2/5/2026) ada 117 jemaah dirujuk ke KKHI. Sedangkan 141 jemaah haji lainnya dirujuk ke RS Arab Saudi.
Baca Juga: Pembayaran Gaji April 2026 ASN Meranti Hampir Tuntas, 98 Persen Sudah Disalurkan
Dari jumlah tersebut, hingga Sabtu (2/5/2026) lalu sebanyak 59 jamaah haji masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.
Selain itu, ada 6.823 jemaah yang mengalami gangguan kesehatan namun masih bisa ditangani dengan rawat jalan di masing-masing sektor.
Jemaah haji diimbau untuk menjaga betul kondisi kesehatannya. Salah satunya tidak memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram bila kondisi sedang tidak fit.
Baca Juga: Didukung Penuh Polres, May Day 2026 di Meranti Meriah dan Kondusif, Berikut Aspirasi Buruh
Sebab, perjalanan menuju puncak haji masih panjang. Waktu yang ada juga harus dimanfaatkan untuk mengumpulkan tenaga, agar bisa maksimal saat wukuf hingga lempar jumrah.
Jangan sampai jemaah menjalani puncak haji dengan sisa-sisa tenaga. Karena tujuan utama para jamaah datang ke tanah suci adalah untuk wukuf di Arafah.
Editor : M. Erizal