Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

JCH Diimbau Jaga Kesehatan Jelang Armuzna, Kloter BTH 18 Tutup Keberangkatan Jemaah Riau

Tim Redaksi • Senin, 11 Mei 2026 | 11:20 WIB
Jemaah calon haji Riau beserta petugas kesehatan berjalan bersama usai melakukan serangkaian ibadah wajib di Makkah, Ahad (10/5/2026). (MARRIO KIZAS/RIAU POS)
Jemaah calon haji Riau beserta petugas kesehatan berjalan bersama usai melakukan serangkaian ibadah wajib di Makkah, Ahad (10/5/2026). (MARRIO KIZAS/RIAU POS)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Proses keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Riau musim haji 1447 H/2026 M berakhir, Ahad (10/5). Kelompok Terbang (Kloter) BTH 18 menjadi penutup keberangkatan. Hingga kemarin, total 4.622 JCH Riau sudah diberangkatkan ke Tanah Suci dari Embarkasi Batam.

JCH diimbau untuk menjaga kesehatan menjelang rangkaian puncak ibadah haji atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Utama­kan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik.

“Jemaah haji yang sudah berada di Arab Saudi agar mematuhi ketentuan yang berlaku di negara tersebut dan mengikuti seluruh arahan yang disampaikan oleh petugas,” ujar  Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau, Defizon, kemarin.

Defizon menambahkan, 4.622 JCH Riau tersebut diberangkatkan bersama 21 PHD (Petugas Haji Daerah), lima pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), dan 43 petugas kloter. Sementara itu, JCH yang mengalami tunda atau batal  berangkat karena dirawat di Batam sebanyak tiga orang dengan satu orang pendamping.

Sedangkan yang dipulangkan ke daerah sebanyak 12 orang yang  terdiri dari lima orang sakit, satu orang wafat, satu orang hamil, dan lima orang pendamping. Selain itu terdapat dua orang sakit di daerah dan satu orang wafat di daerah. 

‘’Jemaah yang sedang dirawat di rumah sakit Batam, jika sudah layak terbang maka akan diberangkatkan pada kloter berikutnya sampai batas akhir keberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam,’’ ujarnya 

Defizon menjelaskan, Kloter BTH 18 berisikan 269 orang jemaah dan petugas yang tergabung bersama jemaah asal Provinsi Kalimantan Barat. Mereka bertolak dari Embarkasi Batam pukul 07.25 WIB menggunakan pesawat Saudi Airlines SV 5399 dan dijadwalkan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pukul 12.50 WAS.

Defizon mengatakan, pada gelombang 2 ini para JCH langsung mengenakan pakaian ihram karena setibanya di Arab Saudi mereka akan langsung menuju Kota Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. “Dengan diberangkatkannya jemaah haji Provinsi Riau pada Kloter BTH 18 ini, maka berakhir sudah proses keberangkatan jemaah haji Riau tahun 1447 Hijriah,” ujar Defizon.

Defizon menjelaskan, pada Kloter BTH 18 ini, terdapat dua jemaah dan satu pendamping yang mengalami penundaan keberangkatan karena sakit. Selain itu, terdapat mutasi masuk sebanyak sembilan orang, terdiri dari satu jemaah asal Indragiri Hilir dari Kloter BTH 7, dua jemaah asal Kuantan Singingi dari Kloter BTH 8, serta senam jemaah dari Kloter BTH 12 yang berasal dari Rokan Hulu dan Siak.

Baca Juga: JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE 

110 JCH Meranti Tuntaskan Umrah Wajib di Makkah

Sebanyak 110 JCH Riau asal Kepulauan Meranti berhasil menuntaskan rangkaian uwajib di Makkah dengan lancar. Seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan ibadah dengan baik, termasuk JCH kategori risiko tinggi (risti) yang menggunakan kursi roda.

Salah seorang JCH asal Meranti yang tergabung dalam Kloter 6, Mustafa mengatakan, pelaksanaan umrah wajib berjalan khidmat dan penuh kebersamaan. Para jemaah juga saling membantu, terutama bagi lanjut usia (lansia) maupun yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Alhamdulillah, semua jamaah bisa menyelesaikan umrah wajib dengan baik. Kami juga membantu beberapa jemaah yang menggunakan kursi roda agar tetap bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah,” ujarnya, Sabtu (9/5).

Usai menyelesaikan umrah wajib, para jemaah kini fokus beristirahat sambil menunggu rangkaian puncak ibadah haji atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Meski demikian, aktivitas ibadah di Masjidilharam tetap dijalankan seperti biasa. “Ada juga yang melaksanakan ziarah sambil menunggu tahapan berikutnya,” katanya.

Secara umum, kondisi kesehatan jemaah asal Kepulauan Meranti disebut masih stabil dan siap mengikuti seluruh proses ibadah haji. Tim kesehatan yang mendampingi jamaah juga terus bersiaga memberikan pelayanan medis, terutama bagi jemaah yang mengalami batuk dan flu akibat perubahan cuaca.

“Cuaca di Makkah masih cukup baik dan sampai sekarang belum ada hujan. Walaupun ada beberapa jamaah mengalami batuk ringan, semuanya masih aman dan dapat mengikuti ibadah,” jelas Mustafa.

Kebersamaan dan semangat gotong royong antarjemaah menjadi salah satu kekuatan JCH Meranti selama berada di Tanah Suci. Diharapkan seluruh jamaah tetap diberikan kesehatan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Perkuat Pelindungan Jemaah dari Haji Nonprosedural

Kemenhaj menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan jemaah haji Indonesia melalui pengawasan terhadap praktik haji nonprosedural, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna.

Memasuki hari ke-20 operasional haji 1447 H/2026 M, layanan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia secara umum berjalan lancar. Hingga Ahad (10/5), sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Baca Juga: Brand Sepatu DBL, AZA Kirim Sepatu dan Tas untuk Keluarga Almarhum Mandala

Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kloter dengan 78.946 jemaah dan 816 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah terus berlangsung. Hingga saat ini tercatat 47 kloter dengan 17.861 jemaah dan 189 petugas telah tiba. Selain itu, sebanyak 3.266 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha menegaskan bahwa perlindungan jemaah dimulai dari kepatuhan terhadap aturan resmi, termasuk penggunaan visa haji. “Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi,’’ ujarnya, Ahad (10/5).

‘’Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji. Selain melanggar aturan, praktik haji nonprosedural sangat berisiko terhadap keselamatan jemaah karena mereka berada di luar sistem perlindungan resmi,” tambahnya.

Menurut Ichsan, Kemenhaj bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri.

“Satgas ini dibentuk untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji,” ujarnya.

Selain penguatan perlindungan, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar memprioritaskan kesehatan fisik menjelang puncak haji. Dengan suhu di Makkah dan Madinah yang saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, jemaah diminta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di siang hari, memperbanyak minum air putih, menjaga pola makan, serta memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.

“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” kata Ichsan.

Baca Juga: Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Kunjungi Aulia Hospital, Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan JKN

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan komorbid agar selalu didampingi dan aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan. “Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Pada kesempatan yang sama, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah agar telah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi, mengingat pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum bergerak ke Makkah.

“Kepatuhan kecil seperti mengenakan ihram sesuai ketentuan adalah bagian dari disiplin ibadah. Kami berharap seluruh jemaah mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan sah, tertib, dan nyaman,” ujar Ichsan.

Menutup keterangannya, Ichsan mengajak seluruh jemaah untuk menjaga semangat ibadah dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan. 

“Haji bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tetapi bagaimana ibadah ini dijalankan dengan tertib, aman, dan bermartabat. Mari kita jaga niat, jaga kesehatan, dan bersiap menyambut puncak haji dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.(ilo/wir/das)

Laporan TIM RIAU POS

Editor : Arif Oktafian
#Haji 2026 #defizon #Kemenhaj #Armuzna