Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Rumah Milik Terduga Bandar Narkoba Dirusak Warga di Rohul

Engki Prima Putra • Senin, 11 Mei 2026 | 11:44 WIB
Bupati Rokan Hulu Anton bersama Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra berdialog dengan warga Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Ahad (10/5/2026). (PROKOPIM SETDA ROHUL UNTUK RIAU POS)
Bupati Rokan Hulu Anton bersama Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra berdialog dengan warga Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Ahad (10/5/2026). (PROKOPIM SETDA ROHUL UNTUK RIAU POS)

 
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Aksi warga merusak rumah terduga bandar narkoba tak hanya terjadi di Rokan Hilir (Rohil). Terbaru, Sabtu (9/5) kejadian serupa dilakukan warga Desa Bonai Darussalam, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Ratusan emak-emak, pemuda, dan remaja menggeruduk dua titik rumah dan pondok yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Aksi warga yang berlangsung sejak petang hingga malam itu viral di media sosial. Dalam sejumlah video yang beredar, tampak massa mendatangi pondok kosong Kilang Ahok dan rumah terduga Bandar Sabu di Dusun I Jurong Desa Bonai. Mereka menemukan plastik bening bekas dan pipet dalam kotak rokok.

Penemuan alat bukti itu, menyakinkan masyarakat lokasi rumah yang didatangi merupakan bandar narkoba. Hal ini memicu kemarahan warga dan sempat terjadi perusakan rumah dan penggeledahan serta pembakaran sampah di salah satu rumah diduga milik bandar narkoba.

Warga berteriak meminta aktivitas peredaran narkotika dihentikan karena dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung terhadap keamanan lingkungan dan generasi muda di Desa Bonai. Para pecandu narkoba yang tidak memiliki uang, nekat mencuri tandan buah segar (TBS) sawit milik masyarakat untuk membeli sabu.

Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah desa yang berada di lokasi berupaya menenangkan massa agar situasi tidak semakin memanas. Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Abdau Wardiyoso bersama personel Polsek, Babinsa dan Sekretaris Desa Bonai Zulkifli, tokoh adat tampak turun langsung melakukan pengamanan. 

“Sudah sangat meresahkan. Anak-anak muda di Desa Bonai banyak yang terpengaruh narkoba. Karena tidak punya uang membeli narkoba, mereka nekat mencuri sawit masyarakat. Itu sebabnya warga bergerak sendiri untuk menangkap bandar sabu, tetapi saat didatangi rumah dalam keadaan kosong,” ujar Sanan, salah seorang warga Desa Bonai, Ahad (10/5).

Menurutnya, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menangkap para bandar narkoba agar generasi muda di Bonai Darussalam tidak semakin terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. “Kami berharap aparat bertindak tegas terhadap bandar narkoba di Bonai,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis Humas Polres Rohul, Ahad (10/5), kegiatan emak-emak yang geruduk dua titik rumah dan pondok sarang narkoba di Dusun 1 Jurong, Desa Bonai, Kecamatan Bonai merupakan patroli skala besar yang dilakukan bersama Polsek Bonai Darussalam, Babinsa, pemerintah desa dan tokoh adat setempat.

Baca Juga: Finish Posisi 4 di GP Prancis, Veda Masuk 5 Besar Klasemen

Kegiatan itu sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat terkait maraknya dugaan peredaran narkoba di Desa Bonai. Kegiatan diawali apel kesiapan pada Sabtu (10/5) siang dan dilanjutkan sosialisasi di Aula Kantor Desa Bonai yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh adat, dan masyarakat. 

Usai sosialisasi, patroli gabungan bergerak menyisir sejumlah lokasi yang diduga rawan penyalahgunaan narkoba. Di dua pondok kosong di sekitar Kilang Ahok, Dusun II Kasang Salak, petugas menemukan barang yang diduga terkait aktivitas penyalahgunaan narkotika berupa satu kotak rokok berisi plastik bening bekas dan potongan pipet.

Patroli kemudian dilanjutkan ke Dusun I Jurong dengan mendatangi dua rumah warga yang diduga terkait aktivitas peredaran sabu. Polisi memastikan situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan dan tetap berlangsung aman serta tertib.

Setelah patroli selesai, dilakukan konsolidasi di Kantor Desa Bonai. Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah langkah lanjutan, di antaranya pelaksanaan cooling system, penguatan koordinasi dengan tokoh masyarakat, serta penyelidikan lanjutan oleh Satresnarkoba Polres Rohul. 

Masyarakat juga akan dilibatkan dalam program Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai upaya bersama menjaga Desa Bonai tetap bersih dari peredaran narkotika. Ahad (10/5)  siang, Bupati Rohul Anton ST MM dan Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra bersama Pejabat Utama Polres Rohul, Forkopimcam Kecamatan Bonai Darussalam menemui masyarakat Desa Bonai.

Kehadiran orang nomor satu Rohul itu sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Desa Bonai yang berkomitmen untuk memerangi narkoba, selain meredam amarah warga. Bupati Rohul Anton menegaskan, Pemkab Rohul mendukung penuh aparat penegak hukum (APH) memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu.

Diakuinya, maraknya narkoba yang mulai merambah pedesaan telah meresahkan masyarakat karena merusak generasi muda serta memicu gangguan kamtibmas, seperti pencurian TBS kelapa sawit. “Kami memahami keresahan masyarakat. Narkoba adalah ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas sosial. Pemkab Rohul mendukung penuh langkah APH memberantas pelaku narkoba tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Didampingi Kapolres Rohul Emil Eka Putra, Anton mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan persoalan baru. Ia menegaskan Pemkab Rohul siap bersinergi dengan TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika.

Baca Juga: JCH Diimbau Jaga Kesehatan Jelang Armuzna, Kloter BTH 18 Tutup Keberangkatan Jemaah Riau

Sementara itu, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Bonai, khususnya kaum ibu-ibu, atas penyambutan dan kepedulian terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayahnya

“Saya datang hari ini (kemarin, red) menyampaikan permohonan maaf dan juga mengapresiasi ibu-ibu yang sudah menyampaikan aspirasi dan keluh kesah selama ini,” ujarnya.

Kapolres menegaskan dirinya didampingi Wakapolres, Kabag Ops, serta Kasatnarkoba Polres Rohul. Ini sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait narkoba dan gangguan kamtibmas. “Tim Polres Rohul dan anggota sudah melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang diduga sebagai bandar narkoba,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmennya, Emil mengungkapkan, sejak Januari hingga Mei 2026, Polres beserta Polsek jajaran telah berhasil mengungkap dan menyita sekitar 800 gram narkoba dari berbagai kasus di wilayah hukum Kabupaten Rohul.

Bahkan, setahun lebih menjabat Kapolres, dirinya telah memecat 4 personel di jajaran Polres Rohul yang terlibat narkoba. Emil mengatakan, Polres Rohul akan membentuk dan mencanangkan kampung bebas narkoba tingkat kabupaten sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di tengah masyarakat. 

“Besok (hari ini, red), kami canangkan kampung narkoba tingkat kabupaten di Pasirpengaraian. Kalau ibu-ibu mau hadir, kami siapkan transportasi dan makan,” ucapnya. “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar kami bisa segera melakukan penangkapan pelaku narkoba. Kalau ada anggota saya yang bermain, tolong sampaikan ke saya. Nanti saya kasih nomor pribadi saya untuk menyampaikan keluhan,” katanya.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap menyerahkan penanganan hukum kepada aparat kepolisian. “Kita lakukan dengan cara sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai melanggar hukum. Kalau ada yang melanggar hukum, mau tidak mau kami tidak bisa menolak laporan warga,” katanya.

Polsek Rantau Kopar Redam Situasi

Baca Juga: JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE 

Sehari sebelum aksi di Bonai, aksi spontanitas warga yang merusak rumah yang diduga milik bandar narkoba juga terjadi di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Jumat (8/5). Usai kejadian, jajaran Polsek Rantau Kopar melakukan silaturahmi dengan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Ahad (10/5), Kapolsek Rantau Kopar, Iptu Nanang Parinduri SH MH menyambangi masyarakat, tokoh agama, dan  tokoh masyarakat di wilayah terdampak. Di hadapan masyarakat, Iptu Nanang Parinduri meminta warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang. 

Ia menegaskan bahwa kepolisian telah menangani kasus dugaan peredaran narkoba sesuai mekanisme dan prosedur hukum yang berlaku. “Emosi warga bisa kami pahami, karena narkoba memang merusak generasi dan meresahkan masyarakat. Namun jangan sampai kita ikut melanggar hukum. Percayakan penanganannya kepada kepolisian,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di wilayah mereka.

“Kalau ada informasi terkait narkoba atau tindak kejahatan lainnya, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas ataupun melalui layanan Call Center Polri 110. Peran masyarakat sangat penting untuk memberantas narkoba,” tegasnya.

Polsek Rantau Kopar memastikan akan terus meningkatkan patroli rutin, kegiatan sambang, serta penyuluhan bahaya narkoba kepada masyarakat sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(epp/fad)

 

Editor : Arif Oktafian
#Iptu Abdau Wardiyoso #polres rohul #bandar narkoba