JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polda Metro Jaya menyiapkan pola pengamanan khusus untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa, Kamis (27/8) hari ini. Pengamanan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan perkembangan situasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto menjelaskan, personel polisi disiapkan di sejumlah titik strategis. Antara lain, sekitar Gedung DPR, kawasan Bundaran HI hingga Istana, serta lokasi lain yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Budi menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Bentuk penyampaian pendapat yang diatur meliputi unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum, dan mimbar bebas.
Baca Juga: Pakar: Faktor Manusia Dominan, Pencegahan Karhutla Harus Menyentuh Perubahan Perilaku
“Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah akan memberikan ruang kepada seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi,” tegasnya. Namun, peserta aksi diminta tidak melakukan perusakan fasilitas umum maupun mengganggu aktivitas masyarakat. Polisi juga mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif.
Terkait keterlibatan mahasiswa, Budi menyebut sejumlah elemen mahasiswa memang tercatat akan ikut dalam aksi. Namun, dia belum merinci jumlah maupun kelompok yang dimaksud. Konsentrasi massa diperkirakan berada di sekitar Gedung DPR.
Dia juga meluruskan anggapan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar hanya untuk mengamankan satu titik aksi. Menurut Budi, personel juga bertugas mengatur lalu lintas dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di berbagai lokasi.
Baca Juga: Dua Hasil Audit Buktikan Nany Widjaja Tak Bisa Pertanggungjawabkan Uang PT JFC Rp 21,4 Miliar
“Jika disebutkan tergelar beberapa ribu personel sementara massa aksi sekitar 500 orang, itu bukan berarti hanya untuk mengawal satu titik aksi. Jumlah ribuan tersebut mencakup pengaturan lalu lintas, kelancaran aktivitas warga secara keseluruhan, serta pengamanan seluruh titik kegiatan,” jelasnya.
Namun, Budi belum mengungkapkan secara detail berapa personel yang akan diterjunkan hari ini. Hingga kemarin siang, polisi baru menerima dua pemberitahuan resmi terkait rencana aksi. Yakni, dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Aliansi Masyarakat Putih (AMP). ’’Dengan estimasi peserta sekitar 500 orang,’’ katanya.
Polda Metro Jaya masih menunggu pemberitahuan dari elemen lainnya. Pengamanan, lanjut Budi, juga memperhitungkan kelancaran transportasi umum, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan ojek daring. Aktivitas sekolah, perdagangan, serta perekonomian warga juga dipastikan tetap berjalan.
Baca Juga: Apindo Minta RUU Ketenagakerjaan Jaga Keseimbangan Hak Buruh dan Dunia Usaha
Bank Mandiri Pulihkan Rekening Botok
Komisi III DPR meminta rekening milik Supriyono alias Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), segera dipulihkan. Rekening tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan transaksi.
Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dalam pertemuan bersama jajaran Polda Metro Jaya dan pimpinan Bank Mandiri. Pertemuan berlangsung di sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait RUU Perampasan Aset. (ygi/oni/jpg)
Editor : Arif Oktafian