Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jan Saragih Dipecat

Administrator • Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:35 WIB
Pelatih Jan Saragih
Pelatih Jan Saragih

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Prestasi PSPS (Riau FC) bersama pelatih Jan Saragih di Liga 2 musim ini di luar ekspektasi. Dari empat laga yang sudah dijalani, PSPS hanya mendapatkan satu poin. Alhasil, Askar Bertuah pun terjerembab di dasar klasemen sementara. Manajemen PSPS pun membuat keputusan tidak memperpanjang kerjasama dengan pelatih Jan Saragih. Senin (9/10), kontrak pelatih berlisensi A ini pun resmi diputus.

Untuk sementara, manajemen menunjuk asisten pelatih Basri untuk memimpin sesi latihan jelang menghadapi PSMS Medan  di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, 15 Oktober mendatang. Chief Operating Officer (COO) PSPS Edward Riansyah pun menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung PSPS atas hasil yang didapat dalam empat pertandingan dengan hasil yang tidak diharapkan. “Saya selaku COO dan juga manajer tim PSPS meminta maaf atas hasil yang kita dapat dalam 4 pertandingan yang tidak kita harapkan ini. Kami manajemen PSPS bersama coach Jan Saragih sepakat untuk mengakhiri kontrak kerja ini. Kami juga berharap coach Jan Saragih bisa lebih baik lagi dalam kariernya dan PSPS bisa bangkit dengan segera. Semua pertandingan adalah final. Mohon tetap dukung dan doakan PSPS,” ujar Edward Riansyah, Senin (9/10).

Namun, Edward Riansyah belum mengungkapkan pengganti Jan Saragih. Mantan pemain PSPS junior ini hanya mengatakan untuk sementara latihan PSPS dipimpin asisten pelatih Basri dan manajemen sedang berupaya mencari pengganti. “Pelatih yang baru sedang kami komunikasikan. Semoga segera ada pengganti dan menemui kata sepakat serta komitmen untuk bisa membawa PSPS bangkit dan berprestasi,” tambahnya.

Pelatih Jan Saragih tak bisa dihubungi saat diminta keterangan terkait pemecatan ini. Ponselnya tidak aktif saat coba dihubungi Riau Pos, Senin (9/10). Panggilan telepon via WhatApps tidak bisa nyambung.

Tapi, pemecatan Jan Saragih bukan satu-satunya solusi untuk membangkitkan PSPS dari keterpurukan. Pemain juga harus dievaluasi. Hal ini diungkapkan mantan pemain dan manajer PSPS Dastrayani Bibra. ‘’Pemain juga harus dievaluasi. Kira-kira pemain yang tak berkontribusi lagi coret saja,’’ ujar mantan pemain PSPS era1990-1992 ini  kepada Riau Pos, Senin (9/10).

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat manajer PSPS tahun 2007 hingga 2012 ini menyoroti kinerja dua pemain asing PSPS yakni gelandang serang asal Korea Selatan Lee Min-woo dan penyerang asal Serbia Drago Maksimovic. ‘’Saya lihat dua pemain asing tak ada kontribusinya. Dari empat laga yang sudah dijalani tak nampak kontribusi keduanya,’’ ujar pria yang akrab dipanggil Idhe ini. ‘’Yang paling ironis itu ketika main di kandang. Kalau dia tidak punya greget saat di kandang, maka di luar kandang akan lebih tidak punya greget lagi. Tuan rumah itu diuntungkan oleh suporter dan lapangan sendiri. Keduanya justru tampil mengecewakan,’’ tambah pria yang tahun ini ikut menjadi caleg DPRD Riau lewat Partai Nasdem ini.

Bagaimana dengan pelatih baru? ‘’Yang jelas pelatih yang punya lisensi cukup dan punya daya kerja yang kuat. Sepakbola modern oke, tapi cari  juga pelatih yang nantinya memang bisa membuat power pemain lebih menonjol lagi. Itu yang terpenting. Selama ini, power pemain kurang,’’ paparnya.

Menurut Idhe, pelatih harus punya kompososi. Yakni 60 persen pemain lokal, 30 lokal nasional, dan 10 persen pemain asing. ‘’Nah, kemampuan 60 persen pemain lokal untuk bisa diangkat ke liga. Bukan tarkam. Sedangkan 30 persen betul-betul sudah punya kemampuan liga. Sementara 10 persen pemain asing betul-betul bisa memberikan dorongan kepada 90 persen ini. Jangan pemain asing yang ‘’digendong’’ oleh 90 persen (pemain lokal dan lokal nasional),’’ ujarnya.

Selain itu, Idhe juga menyoroti pemain pelapis. Menurut dia, pemain pelapis PSPS harus memiliki kualitas paling tidak 75 persen dari pemain inti. ‘’Cari pemain pelapis yang betul-betul bisa melapis, bukan kualitas jauh. Kalau pemain inti punya kemampuan 100 persen, maka pelapis itu paling tidak 75 persen. Jangan 50 persen. Kalau sekarang yang terjadi itu kan pemain pelapis 50 persen. Jauh perbedaannya,’’ ujarnya.

Sementara itu, mantan pelatih PSPS Philep Hansen Maramis mengatakan, seharusnya manajemen tidak mengambil keputusan cepat dengan mengganti pelatih Jan Saragih. Pasalnya, pihak manajemen dan pelatih Jan Saragih harus bertanggung jawab atas hasil buruk yang saat ini dialami skuad PSPS.

“Sebenarnya saya berharap Jan Saragih jangan diganti. Tarik lagi karena saya tidak setuju dia diganti. Jujur, saya orang yang paling tidak setuju kalau Jan Saragih diganti. Panggil dia lagi, dia harus tanggung jawab. Harus dibuka siapa yang mencari pemain. Kalau tidak PSPS sampai kapanpun akan seperti ini,” ujar Philep Hansen.

Philep merasa kecewa dengan pihak manajemen yang telah memilih pelatih. Sementara masih banyak pemain lokal yang berkualitas tetapi tidak dipilih manajemen atau pelatih PSPS. “Kalau putra daerah yang bermain pasti 101 persen dia akan membela daerahnya,’’ ujarnya.  ‘’Ini apa yang terjadi sekarang. Saya tidak tahu itu pemain-pemainnya sekarang. Maaf, pemain yang tidak berkualitas dimainkan. Sementara yang berkualitas tidak dimainkan. Saya nonton sendiri. Seperti Mukhlis pemain yang berkualitas dengan postur tubuh tinggi besar untuk posisi bek malah tidak dimainkan. Saya lihat sendiri, ada apa dengan manajemen, ada apa dengan pelatih. Siapa yang memilih pemain? Manajemen atau pelatih kah? Ini dipertanyakan,” katanya.

Sementara itu, mantan pelatih PSPS musim 2019/2020, Raja Faisal mengatakan, hasil miris yang diterima PSPS di empat laga yang telah dijalani saat ini tidak sesuai dengan persiapan PSPS yang telah dipersiapkan begitu lama. Bahkan telah menjalani laga uji coba.

“Menurut saya hasil yang diterima PSPS saat ini tidak sesuai. Seharusnya dengan persiapan yang matang bisa mendapat hasil yang matang juga, kecuali persiapannya tidak matang. Ini kan persiapannya matang sama dengan persiapan tim-tim lain di Liga 2,” ujarnya.

Menurutnya, tentu hasil yang diterima saat ini tidak terlepas dari kesalahan pelatih. Dan langkah tepat telah diambil manajemen mengganti pelatih Jan Saragih. Pasalnya, kalau tidak segera diganti maka PSPS bisa terancam degradasi ke Liga 3. “Langkah dengan mengambil sikap langsung mengganti pelatih kepala itu sudah betul. Kalau berlama-lama PSPS akan hancur,’’ ujarnya.

‘’Apalagi Pak Pj Wako Muflihun sangat mendukung PSPS ini. Harapannya dan harapan kita semua agar PSPS bisa bangkit dan kalau bisa lolos ke Liga 1. Jadi ke depannya kita harapkan yang menggantikan Jan Saragih ini bisa membawa tren positif yang positif. Yang harus ditanamkan kepada pemain adalah setiap pertandingan itu adalah final sehingga para pemain punya tanggung jawab. Yang jelas kami sebagai yang pernah bergabung di PSPS sangat merindukan kemenangan,” tambanya.

Wahyu, salah seorang suporter PSPS dari Asykar Theking juga mendukung langkah manajemen dengan membuat keputusan yang tepat memberhentikan Jan Saragih. Menurutnya, sejak dipimpin Jan Saragih permainan PSPS tidak berkembang. Minim strategi dan taktik.

“Kalau permainan pemain tidak berkembang ya untuk apa dipertahankan. Apalagi saat laga menghadapi Semen Padang di kandang kita sendiri malah kalah. Berarti kan bukan pelatih yang kita inginkan. Skema dan strategi dari pelatih kita lihat minim taktik. Saya melihat pelatihnya kurang layaklah,” katanya.

Menurutnya, dengan pergantian pelatih tersebut merupakan langkah cepat dan tepat sebelum terjadi yang tidak diinginkan yaitu terdegradasi ke Liga 3.  “Harapan kami kepada pelatih yang baru nanti menginginkan agar PSPS menang,’’ ujarnya. ‘’Beri kami hiburan yang menarik dengan menorehkan kemenangan. Untuk pelatih yang baru nanti diharapkan bisa meracik strategi yang baru,” tambahnya.

Sementara itu, pemain bek tengah PSPS Afiful Huda berharap pelatih yang baru nantinya bisa mengangkat tim PSPS. “Kami berharap kepada pelatih baru nanti bisa mengangkat tim bisa lebih baiklah. Mungkin ini harapan semua pencinta PSPS,” harapnya.(dof/das)

Editor : Administrator
#dipecat #liga 2 #jan saragih #riau fc #evaluasi #berhenti kontrak