BERGAMO (RIAUPOS.CO) - Atalanta lolos ke semifinal Liga Europa. Tim berjuluk La Dea itu menggagalkan comeback Liverpool di Bergamo. Meski kalah 0-1 pada leg kedua perempatfinal, Jumat (19/4/2024) dini hari WIB, Atalanta lolos karena unggul agregat 3-1.
Ya, Atalanta mengejutkan klub Liga Premier itu dengan kemenangan 3-0 pada leg pertama perempatfinal pekan lalu di Anfield. Hal ini memberikan pukulan telak bagi impian Liverpool untuk mengakhiri dongeng di musim terakhir manajer Jurgen Klopp.
“Kami memberikan rintangan besar pada diri kami sendiri [di leg pertama], tapi saya sangat menyukai permainan ini untuk waktu yang lama, komitmen, keinginan, dan kekuatan yang ditunjukkan para pemain sungguh luar biasa,” kata Klopp kepada TNT Sports.Baca Juga: Ernando Ari Man of The Match Indonesia vs Australia, Dikontrak Persebaya hingga 2025
“Emosinya campur aduk. Kami berharap bisa pergi ke Dublin [untuk final], tapi itu tidak terjadi. Kami kini punya satu kompetisi lagi (Liga Premier) dan kami akan terjun ke dalamnya sepenuhnya," lanjut pelatih asal Jerman itu.
Liverpool mengawali laga dengan cepat di Bergamo ketika pemain andalan asal Mesir, Mohammed Salah mencetak gol dari titik penalti pada menit ketujuh. Ini memicu harapan bahwa comeback luar biasa akan segera terjadi. Meski pasukan Jurgen Klopp tidak terlihat seperti tim goyah yang dikalahkan Atalanta di Anfield, terutama di babak pertama, tim asuhan Gian Piero Gasperini bertahan dalam apa yang oleh manajer disebut sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah tim untuk mendapatkan tempat di semifinal melawan Olympique Marseille.
“Jika Anda tidak menang tanpa bahaya, tidak ada kejayaan atas kemenangan Anda,” kata Gasperini.
“Fans selalu meminta kami agar kaus kami basah oleh keringat, dan itu adalah satu hal minimal yang harus kami miliki,” jelas Gasperini.Baca Juga: Prediksi Manchester City vs Chelsea pada Semifinal FA Cup Sabtu 20 April 2024, dan Susunan Pemain
Mohamed Salah memiliki peluang terbaik Liverpool untuk mencetak gol kedua ketika ia berada dalam situasi satu lawan satu melawan kiper Atalanta, Juan Musso, namun tendangannya melebar.
Kemudian di babak pertama, Mohamed Salah hampir memberikan umpan kepada Luis Díaz dengan bola melewati bagian atas ke area penalti, namun bola mengenai lengan Isak Hien. Liverpool berteriak meminta penalti tetapi tidak berhasil, dan Luis Diaz mendapat kartu kuning karena protes kepada wasit.
“Minggu lalu kami sangat buruk dan mereka bermain bagus,” kata kapten Liverpool Virgil van Dijk kepada TNT Sports.
“Mereka pantas lolos karena kami mempersulit diri kami sendiri. Malam ini adalah pertandingan yang bagus dan kami menunjukkan pertarungan yang hebat. Itu merupakan kemajuan tetapi kenyataannya kami tersingkir. Kami kecewa tersingkir dari kompetisi ini karena kami sangat ingin memenangkannya," tambah kapten Liverpool dan Timnas Belanda itu.
Liverpool yang menjuarai Piala Liga awal musim ini, kini mengalihkan perhatiannya kembali ke Liga Inggris. Mereka memiliki 71 poin yang sama dengan Arsenal yang berada di posisi kedua dan tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen Manchester City.Baca Juga: Ini Tanggapan Jurgen Klopp soal Peluang Ulangi Momen Comeback Lawan Barcelona
Mereka bermain di Fulham pada hari Ahad dalam perubahan haluan yang cepat.
“Kami menang malam ini dan mencatatkan clean sheet, jadi masih banyak lagi hal positif yang bisa kami ambil. Ya, rasanya tidak enak tersingkir jadi kami harus bangkit kembali,” tambah Van Dijk.
"Kami telah melalui masa-masa sulit bersama-sama, jadi menunjukkan kedewasaan dan kebersamaan adalah kuncinya. Kami membutuhkan semua orang sekarang untuk memberikan dorongan terakhir di liga," ungkap Van Dijk.
Editor : RP Edwar Yaman