JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tim promosi Semen Padang terdampar di dasar klasemen sementara BRI Liga 1. Tim berjuluk Kabau Sirah itu hanya mengumpulkan 5 poin dari 10 laga yang telah dijalani.
Kondisi itu membuat Semen Padang terlihat aktif dalam bursa transfer paruh musim Liga 1 2024/2025. Di bawah kepemimpinan pelatih anyar, Eduardo Almeida, Kabau Sirah dikabarkan siap melakukan perubahan besar.
Untuk mengangkat perfoma tim yang bermarkas di Stadion Haji Agus Salim Padang itu, Semen Padang santer dikaitkan dengan bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan. Pemain yang terkenal dengan lemparan ke dalam mautnya itu, saat ini masih membela Suwon FC (Korea Selatan).
Apalagi postingan terbaru Arhan di media sosial menampilkan kalimat "Here We Go," yang menimbulkan spekulasi kuat tentang kepindahannya. Here We Go adalah istilah yang kerap digunakan jurnalis transfer kenamaan Italia, Fabrizio Romano saat mengumumkan kepindahan seorang pemain ke klub baru.
Tidak hanya itu, Arhan menambahkan keterangan dengan pesan perpisahan dan tanda pagar #NewBeginnings serta #StayTuned, yang semakin menguatkan dugaan akan perubahan besar dalam kariernya. Spekulasi ini langsung menyebar di kalangan pencinta sepakbola Indonesia, yang ingin melihat Arhan kembali beraksi di Liga 1.
Rumor transfer Arhan semakin kencang setelah akun @transfernews_ft menyebutkan bahwa ada tiga klub yang bersaing untuk mendapatkan tanda tangan bek kiri berbakat ini. Klub-klub tersebut adalah Semen Padang, Persebaya Surabaya, dan Dewa United.
Selain itu, klub lamanya, PSIS Semarang, juga disebut-sebut tertarik untuk membawa pulang Arhan ke Kota Semarang. Dengan persaingan ketat antara tim-tim tersebut, peluang terbesar ada pada Semen Padang untuk mendapakan pemain 22 tahun itu.
Alasan terbesar yang menjadikan Semen Padang sebagai kandidat utama adalah keberadaan kakak kandung Arhan, Dimas Roni yang juga bermain untuk klub tersebut. Dimas Roni bisa menjadi faktor internal yang membujuk Arhan untuk memilih Semen Padang dibandingkan tawaran dari klub lain.
Kedekatan keluarga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi Arhan untuk beradaptasi dengan lebih mudah. Selain itu, pengalaman Dimas yang telah mengantarkan Semen Padang promosi ke Liga 1 bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Arhan untuk bergabung.
Sebelum postingan Arhan tersebut, sang ayah mertua, Andre Rosiade lebih dulu memposting sinyal kepindahaan Arhan. Unggahan Andre Rosiade yang merupakan penasihat tim Semen Padang di bulan lalu, tepatnya pada Sabtu (19/10/2024) sekitar pukul 17.35 WIB. Dalam postingan tersebut, Andre membagikan tangkapan layar video call dan mengajukan wacana untuk memulangkan Arhan dari Korea Selatan.
Ia menuliskan, “Bgm pendapat Pendukung @timnasindonesia kalo selama Libur 2 bulan sebelum masuk ke Klubnya musim depan, untuk menjaga Kondisi @pratamaarhan8 bermain di @semenpadangfcid?”
Kembali ke Indonesia nampaknya menjadi pilihan yang menarik bagi Arhan, mengingat minimnya menit bermain yang ia dapatkan di Suwon FC. Selain itu, kedekatannya dengan ayah Azizah Salsha juga menjadi faktor pertimbangan.
Selain Arhan, nama Gil Martins, mantan pemain Lee Man FC di Liga Hongkong, juga disebut-sebut menjadi incaran Semen Padang untuk memperkuat lini depan mereka. Pemain yang memiliki statistik impresif ini mampu mencetak 8 gol dan 5 assist pada musim 2022/2023 serta 6 gol dan 4 assist pada musim 2023/2024.
Semen Padang berpeluang besar mendapatkan tanda tangan Gil Martins, yang saat ini berstatus bebas transfer. Dengan posisinya sebagai pemain tanpa klub, Martins akan lebih mudah didatangkan tanpa perlu membayar biaya transfer tinggi.
Namun, persaingan dalam bursa transfer ini bukan hanya menjadi ajang perebutan bagi Semen Padang. Persebaya Surabaya dan Dewa United juga tidak tinggal diam, mengingat Arhan memiliki kemampuan luar biasa dalam membantu serangan dan bertahan.
Jika Arhan jadi bergabung dengan Semen Padang, maka Persebaya Surabaya akan gigit jari. Harapan Persebaya Surabaya untuk memperkuat lini pertahanan dengan pemain berpengalaman pun harus pupus.
Bagi Persebaya Surabaya, kedatangan Arhan sangat dibutuhkan untuk memperkokoh sisi pertahanan mereka. Namun, melihat potensi kepindahan Arhan ke Semen Padang, klub asal Surabaya itu mungkin perlu mencari alternatif lain.
Dengan semua spekulasi ini, Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya, mungkin merasa kecewa jika Arhan benar-benar memilih Semen Padang sebagai pelabuhan berikutnya. Meski demikian, semangat mereka tetap akan membara untuk mendukung Green Force dalam setiap langkah perjuangannya di Liga 1 musim ini.
Jika Arhan benar bergabung dengan Semen Padang, klub tersebut akan memiliki kekuatan baru yang dapat meningkatkan peluang bertahan mereka di Liga 1. Ditambah lagi, kehadiran Martins yang berpotensi memperkuat lini serang bisa menjadi senjata rahasia bagi Eduardo Almeida.
Hubungan antara Gil Martins dan agen pemain Gabriel Budi, yang sering terlibat dengan transfer pemain Persebaya Surabaya, juga mengindikasikan komunikasi yang kuat. Agen tersebut bisa menjadi kunci utama dalam memuluskan negosiasi dengan Semen Padang untuk mendatangkan Martins.
Perebutan ini jelas menjadi drama menarik dalam transfer paruh musim Liga 1, yang akan terus ditunggu kelanjutannya oleh para penggemar sepakbola. Semua mata kini tertuju pada pengumuman resmi dari klub mana yang akan memenangkan tanda tangan Arhan dan Gil Martins.
Terlepas dari hasil akhir bursa transfer ini, keputusan Arhan akan memiliki dampak besar bagi klub yang berhasil mendapatkannya. Mari kita tunggu, apakah Pratama Arhan dan Gil Martins akan memilih Semen Padang sebagai tempat baru mereka untuk mencetak prestasi?***
Editor : RP Edwar Yaman