DORTMUND (RIAUPOS.CO) – Bundesliga Jerman pekan ke-12 jadi sorotan. Ini karena pertemuan dua klub elite di Jerman, Borussuia Dortmund vs Bayern Munich. Duel kedua tim Jerman yang sukses di Eropa ini disebut juga dengan laga Der Klassiker.
Der Klassiker jilid pertama musim ini dieglar di Signal Iduna Park, markas Dortmund, Ahad (1/12/2024) dini hari pukul 00.30 WIB. Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany menyebut laga Der Klassiker melawan Borussia Dortmund di Liga Jerman adalah pertandingan istimewa.
"Kami sekarang menghadapi pertandingan yang sangat penting melawan Dortmund. Ini adalah pertandingan terbesar musim ini, baik untuk Dortmund maupun kami. Penting untuk menghormati lawan. Ini adalah pertandingan yang istimewa," kata Kompany, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (30/11/2024).
Bayern datang di Signal Iduna Park dengan status pemuncak klasemen Liga Jerman dengan status tak terkalahkan. Mereka meraih sembilan kemenangan dan dua seri dari 11 pertandingan musim ini dengan koleksi 29 poin. Namun, kedatangan The Bavarian (julukan Bayern Munich) ke markas rivalnya musim ini dijamin tak akan sama dengan kedatangan mereka di kandang tim-tim lainnya. Di musim ini Die Borussen (julukan Dortmund) adalah satu-satunya tim yang selalu menang ketika bermain di kandangnya di liga.
Dari enam pertandingan, skjud besutan Nuri Sahin itu meraih enam kemenangan, mencetak 18 gol atau rata-rata tiga gol di setiap laganya, dan kebobolan enam gol. Meski demikian, Kompany menegaskan bahwa dirinya tak gentar dengan rekor kandang Dortmund. Skudnya mempunyai pengalaman bertanding di pertandingan besar dan hal inilah alasan timnya dapat menangani pertandingan nanti.
Dari 10 pertemuan terakhir, Bayern memenangkan delapan pertandingan di antaranya, sedangkan Dortmund hanya meraih satu kemenangan yang diraih pada pertandingan terakhir di Allianz Arena.
"Kami punya cukup pengalaman. Para pemain telah menunjukkan bahwa mereka bisa menangani pertandingan seperti ini. Kami ingin menang. Pemain terbaik harus siap untuk pertandingan," kata legenda Manchester City dari Belgia itu.
"Kami bersiap menghadapi tim terbaik. Saat mereka dalam performa terbaik, mereka menekan dengan sangat tinggi. Mereka selalu berbahaya saat melakukan serangan balik. Mereka punya kualitas di sayap. Saat mereka dalam performa terbaik, mereka juga sangat bagus dalam membangun serangan," tambah dia.***
Editor : RP Edwar Yaman