PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dua poin. Itulah jarak yang memisahkan antara pimpinan klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Liga 2, Persiraja Banda Aceh (24) dengan peringkat ketiga PSMS Medan (22).
Keduanya sama-sama telah memainkan 12 laga. Poin penuh sama-sama jadi incaran mereka saat PSMS Medan menjamu Persiraja di Stadion Baharuddin Siregar Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sabtu (14/12/2024) sore ini.
Meski sama-sama punya performa gemilang sejak putaran kedua, Ayam Kinantan (julukan PSMS) tampil sempurna dengan meraih empat kemenangan beruntun. Yakni vs PSKC Cimahi 4-2 (9/11), Persikota 1-0 (15/11), Persikabo 1973 4-0 (1/12), dan FC Bekasi City 2-0 (7/12).
Sementara Persiraja meraih 3 kali menang dan 1 imbang. Kemenangan diraih atas Persikabo 1973 3-1 (16/11), FC Bekasi City 2-1 (20/11), Sriwijaya FC 4-1 (1/12). Sementara hasil imbang diraih di laga terakhir saat menjamu PSKC Cimahi 1-1 (7/12). Hasi imbang itulah yang membuat jarak Persiraja dengan pesaingnya mulai merapat. Dengan PSPS Pekanbaru (peringkat 2) yang akan jadi lawan mereka di laga terakhir di Pekanbaru, hanya berjarak 1 poin.
Jadi, duel PSMS Medan vs Persiraja di Lubuk Pakam bakal jadi laga yang menarik. Jika PSMS Medan menang, mereka akan berada di atas Persiraja. Jika Laskar Rencong (julukan Persiraja) yang menang, mereka semakin terdepan untuk finis di posisi tiga besar.
Jika hasilnya imbang, posisi puncak berpotensi direbut PSPS Pekanbaru, di mana tim berjuluk Askar Bertuah itu menantang tuan rumah Sriwijaya FC yang sedang terluka. Dikabarkan para pemain Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) mengancam mogok main karena hak-hak mereka belum ditunaikan.
Pelatih PSMS, Nil Maizar memastikan tim telah mempersiapkan strategi khusus untuk meraih kemenangan demi merebut puncak klasemen.
"Kami sudah mengevaluasi cara bermain Persiraja, kekuatan mereka, dan kelemahan mereka. Semua taktik sudah dimatangkan di latihan. Tinggal bagaimana anak-anak berjuang besok," ujar pelatih asal Sumatera Barat itu.
Meski optimistis, dia mengungkapkan bahwa kondisi fisik salah satu pemain asingnya, Sebastijan Antic, masih dipantau hingga jelang laga.
"Kondisi pemain secara umum sehat. Hanya satu pemain, Sebastijan Antic, yang kondisinya sedikit kurang baik. Tapi nanti kita lihat bagaimana kondisinya saat pertandingan," imbuhnya.
Tim dalam performa terbaik setelah mencatatkan empat kemenangan beruntun. Namun, Nil Maizar mengingatkan pemain untuk tetap rendah hati dan fokus penuh menghadapi laga penting ini.
"Alhamdulillah, di empat pertandingan sebelumnya kami meraih kemenangan. Kami bertekad untuk memenangkan pertandingan melawan Persiraja. Mudah-mudahan pemain tetap membumi, tidak sombong dengan kondisi yang ada. Ini pertandingan yang menentukan untuk masa depan PSMS," tuturnya.
Untuk itu dia menekankan pentingnya dukungan penuh dari para suporter PSMS yang menjadi elemen penting dalam memberi semangat.
"Harapan kami, suporter bisa memberikan dukungan dengan sepenuh hati. Ini sejarah PSMS. Tanpa suporter, tanpa penonton, kita tidak ada apa-apanya. Kekuatan kita ada di suporter, mereka memberikan dukungan bahkan kritik yang sangat kami butuhkan. Dukung kami sampai menit akhir," pungkasnya.
Sebelumnya Pelatih Kepala Persiraja, Akhyar Ilyas menyebut timnya sudah melakukan evaluasi dan belajar banyak hal dari laga imbang lawan PSKC Cimahi. Menurut Akhyar, para pemainnya telat panas dan bermain terlalu santai di awal babak pertama hingga lawan bisa unggul lebih dulu.
"Kami belajar banyak dari pertandingan ini, mudah-mudahan ke depan bisa kami perbaiki. Kami bisa lebih baik lagi," ujar mantan asisten pelatih tim Borneo FC ini.
"Sepakbola kadang seperti ini, kami bisa ambil banyak poin di luar. Di kandang sendiri kami kadang-kadang harus berjuang dengan sangat keras. Itulahsepak bola, kita belajar banyak," sambungnya.***
Editor : RP Edwar Yaman