PADANG (RIAUPOS.CO) — Pimpinan klasemen BRI Liga 1, Persebaya Surabaya gagal membawa poin penuh saat melakoni laga tandang lawan Semen Padang, Ahad (15/12/2024).Tim besutan Paul Munster itu hanya mampu bermain imbang 0-0 di kandang Kabau Sirah (julukan Semen Padang) Stadion Haji Agus Salim, Padang.
Persebaya datang ke Padang dengan status pemimpin klasemen dengan keunggulan 4 poin atas peringkat kedua, juara bertahan Persib Bandung. Lawan yang dihadapi di atas kertas pun bisa dikalahkan, karena performa Semen Padang yang tak mengesankan. Yakni peringkat ke-15 dari 18 tim, satu setrip di atas zona merah alias zona degradasi.
Babak pertama dimulai dengan Persebaya Surabaya langsung berusaha menekan pertahanan Semen Padang. Namun, tim tuan rumah menunjukkan kemampuan bertahan yang solid dan memanfaatkan bola-bola mati untuk mengancam lini belakang Persebaya Surabaya.
Pada lima belas menit pertama, kedua tim saling jual beli serangan meski belum ada peluang berarti yang tercipta. Skor tetap 0-0 dengan permainan yang berjalan alot di lini tengah.
Memasuki menit ke-20, Semen Padang mendapatkan kartu kuning pertama melalui Dwi Geno Nofiansyah setelah pelanggaran kerasnya. Sementara itu, Persebaya Surabaya masih kesulitan memecah kebuntuan di zona final third lawan.
Menit ke-30, peluang emas pertama datang dari Semen Padang melalui Cornelius Stewart. Sayangnya, tendangan kerasnya dari jarak dekat masih melambung di atas mistar gawang Ernando Ari.
Menjelang akhir babak pertama, Semen Padang kembali menciptakan ancaman melalui aksi Gala Pagamo. Pemain muda berbakat itu melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Ernando Ari tampil gemilang dengan penyelamatan apik.
Persebaya Surabaya juga harus menerima kartu kuning untuk Arief Catur di menit ke-42. Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata masih bertahan meskipun Ernando Ari sudah melakukan tiga penyelamatan penting.
Babak kedua dimulai dengan tempo permainan yang lebih tinggi dari kedua tim. Semen Padang dan Persebaya Surabaya tampak berambisi mencetak gol pertama di pertandingan ini.
Pada menit ke-53, Toni Firmansyah dari Persebaya Surabaya diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras di area tengah lapangan. Beberapa menit kemudian, giliran Semen Padang yang hampir membobol gawang Persebaya Surabaya, namun peluang tersebut berhasil digagalkan sebelum bola mencapai target.
Pelatih Paul Munster melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Gilson Costa untuk menggantikan Toni Firmansyah pada menit ke-60. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat lini tengah Persebaya Surabaya agar lebih stabil dalam menguasai permainan.
Peluang emas berikutnya untuk Persebaya Surabaya tercipta pada menit ke-62 melalui Francisco Rivera. Sayangnya, tendangan pemain asal Meksiko itu melambung tinggi setelah menerima umpan matang dari Mohammed Rashid.
Persebaya Surabaya kembali mendapat tekanan ketika Ardi Idrus menerima kartu kuning pada menit ke-65 akibat melanggar Gala Pagamo. Insiden lebih buruk terjadi di menit ke-69 ketika wasit memberikan kartu merah kepada Ardi Idrus setelah mengecek VAR dan menyatakan ada tindakan tidak sportif berupa tamparan terhadap Gala Pagamo.
Bermain dengan sepuluh pemain, Persebaya Surabaya harus merombak strategi. Malik Risaldi ditarik keluar untuk digantikan Riswan Lauhin guna menutup celah di lini belakang yang ditinggalkan Ardi Idrus.
Semen Padang juga melakukan pergantian dengan memasukkan Muhammad Iqbal dan Majefat Melcior untuk menambah daya gedor. Tim tuan rumah tampak berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol.
Pada menit ke-85, Paul Munster mencoba memasukkan Kasim Botan menggantikan Francisco Rivera. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan serangan Persebaya Surabaya di sisa waktu pertandingan.
Drama terjadi di menit ke-90+1 ketika Flavio Silva mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol kemenangan. Penyerang asal Portugal itu berhasil melewati kiper Teguh Amiruddin, tetapi sepakannya ke gawang kosong justru melebar dan membuat para pendukung Persebaya Surabaya kecewa.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0-0 tetap bertahan meski kedua tim bermain agresif di sepanjang pertandingan. Hasil ini membuat Persebaya Surabaya harus pulang dengan satu poin setelah gagal memanfaatkan beberapa peluang krusial.
Ernando Ari layak mendapatkan pujian setelah melakukan beberapa penyelamatan gemilang sepanjang laga. Penampilannya menjadi alasan utama Semen Padang tidak berhasil mencetak gol meskipun memiliki sejumlah peluang emas.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Persebaya Surabaya untuk lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di pertandingan berikutnya. Kegagalan Flavio Silva mengeksekusi peluang di akhir laga menunjukkan perlunya peningkatan fokus di momen-momen krusial.
Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya masih tetap di posisi puncak dengan 34 poin. Unggul lima poin dari juara bertahan Persib Bandung, namun sduah mnemiankan dua pertandingan lebih banyak. Di sisi lain, Kabau Sirah berhasil menambah poin penting untuk menjaga peluang bertahan di liga.
Paul Munster dan timnya harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi laga berikutnya. Jika tidak, peluang Persebaya Surabaya untuk bersaing di papan atas bisa semakin sulit direalisasikan.***
Berikut Susunan Pemain Kedua Tim
Semen Padang: Teguh Amiruddin; Min-kyu Kim, Dodi Alexvan Djin, Tin Martic, Rosad Setiawan; Bruno Dybal, Ricki Ariansyah, Dwi Geno Nofiansyah; Cornelius Stewart, Ryohei Michibubhi, Gala Pagamo.
Persebaya Surabaya: Ernando Ari; Ardi Idrus, Slavko Damjanovic, Kadek Raditya, Arief Catur, Francisco Rivera, Mohammed Rashid, Toni Firmansyah, Bruno Moreira, Malik Risaldi, Flavio Silva.
Editor : RP Edwar Yaman