MEDAN (RIAUPOS.CO) – Satu tiket ke 8 besar dari Grup 1 Pegadaian Liga 2 telah diamankan Persiraja Banda Aceh. Dua tiket tersisa akan diperebutkan banyak tim. Yakni PSKC Cimahi (24), PSMS Medan (23), PSPS Pekanbaru (23), FC Bekasi City (22), dan Persikota Tangerang (20).
Dari lima tim yang bersaing itu, hanya PSKC Cimahi yang menyisakan satu laga. Sementara empat tim lainnya masih dua pertandingan lagi. Laga hidup mati akan dijalani PSMS Medan kontra PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai pada 4 Januari 2025.
PSMS Medan terus memaksimalkan persiapan menghadapi dua laga tersisa di babak penyisihan grup Pegadaian Liga 2 2024/25. Ayam Kinantan (julukan PSMS Medan) tidak punya pilihan selain meraih kemenangan demi mengamankan tiket ke Babak 8 Besar. Untuk itu pelatih PSMS, Nil Maizar menegaskan pemain tidak mendapat waktu libur meskipun sedang berada di momen pergantian tahun.
“Ya, kami tetap latihan seperti biasanya. Pemain tetap berlatih untuk lanjutan pertandingan selanjutnya,” katanya.
Fokus utama saat ini adalah pembenahan dan evaluasi performa dari dua pertandingan sebelumnya. Termasuk kekalahan dari Persiraja Banda Aceh dan imbang lawan Dejan FC yang menjadi pelajaran penting.
Dia pun menyoroti kelemahan di sektor pertahanan dan penyelesaian akhir yang harus segera diperbaiki. Termasuk konsentrasi dan fokus para pemain menjadi kunci.
"Tapi karena hasilnya tidak bagus, tentu ada evaluasi. Seperti finishing dan bertahan, karena gol-gol yang terjadi seharusnya tidak perlu terjadi,” kata Nil Maizar.
“Sebenarnya mereka tahu, cuma kan ada kehilangan penjagaan, kehilangan fokus. Itu yang kami terapkan dalam latihan, bagaimana menjaga konsentrasi dan fokus selama pertandingan,” imbuhnya.
PSMS dijadwalkan bertandang ke markas PSPS Pekanbaru, Sabtu (4/10/2025) mendatang. Dia menyebut tim akan berangkat lebih awal, tepatnya pada 1 Januari, untuk mempersiapkan diri di sana.
“Kami harus yakin, bahwa pemain punya kemampuan dan bisa berbuat yang terbaik di Pekanbaru,” pungkas pelatih asal Sumatera Barat itu.***
Editor : RP Edwar Yaman