PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS mengawali laga perdana Liga 2 musim ini dengan hasil mengecewakan. Askar Bertuah ‘’dibantai’’ di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (12/9). PSPS dikalahkan Laskar Kuda Hitam, julukan FC Bekasi City dengan skor 0-4.
Sejak awal babak pertama dimulai, pemain PSPS dan FC Bekasi City langsung memainkan tempo cepat. Beberapa kali tendangan pemain FC Bekasi City nyaris menjebol gawang Askar Bertuah yang dijaga Erlangga Setyo.
Pada menit ke-19, penyerang PSPS Asir Asiz yang mendapat umpan dari Cristian Alex nyaris membobol gawang FC Bekasi City lewat tendangan dari sayap kiri, namun gagal. Justru pemain FC Bekasi City, Ezechiel berhasil membobol gawang PSPS pada menit ke-21.
Pada menit ke-23, Cristian Alex nyaris menyamakan skor, tapi tendangannya berhasil ditepis kiper FC Bekasi City A Rohim. Sebaliknya, penyerang FC Bekasi Ezechiel justru mencetak brace lewat gol kedua pada menit 45+2. Skor berubah 2-0 dan bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, pemain PSPS mencoba bermain agresif, namun usaha Asir Asiz dan Ilham Fathoni selalu gagal menjebol gawang FC Bekasi City. Asyik menyerang, PSPS yang dilatih Ilham Romadhona justru kembali bobol di menit ke-60.
Gol dicetal Ramadhan Madon yang mendapat bola muntahan usai tendangan Ezechiel ditahan kiper Erlangga. Bola memantul dan dimanfaatkan Madon dengan baik membuat PSPS tertinggal 0-3. Pertandingan berakhir dengan kemenangan FC Bekasi City 4-0 usai Muhammad Fadly menjebol gawang PSPS pada menit ke-85.
Pelatih PSPS Pekanbaru Ilham Romadhona mengatakan, kekalahan ini bukan karena kehebatan dari tim FC Bekasi City, tapi memang kesalahan individual yang dilakukan pemainnya, terutama komunikasi. “Untuk laga selanjutnya kami akan mencari apa yang menjadi kendala nantinya. Tapi yang terpenting adalah di masalah taktikal saja,” ujar Ilham Romadhona.
Sementara itu, pemain Alfin mengungkapkan, komunikasi basic kurang dijalankan sehingga beberapa kali diserang tim lawan, bolanya lolos begitu saja. “Jadi kalau menurut saya komunikasi itu penting sekali dalam sepakbola. Kalau untuk segi permainan kita dibandingkan dengan lawan masih bagus kita. Cuma kita di beberapa komunikasi yang kurang bagus,” ujarnya.
Ilham Romadhona menambahkan, pada laga selanjutnya, dirinya akan membangkitkan psikologi pemain. Bagaimana bisa membangkitkan kembali gairah mereka dan antusias, apalagi nantinya akan bermain di kandang. “Semuanya sudah kita lakukan untuk latihan, evaluasi dan mengenai hal-hal lain. Ketika itu tidak berjalan, ya mungkin ada memang. Nanti kita gali ke depannya bagaimana,” ujarnya.(dof/das)
Editor : Bayu Saputra