Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mourinho Back-to-Back Keok di Estadio da Luz

Redaksi • Jumat, 7 November 2025 | 12:14 WIB
Penyerang Bayer Leverkusen, Patrik Schick melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Benfica di Liga Champions, Kamis (6/11/2025).
Penyerang Bayer Leverkusen, Patrik Schick melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Benfica di Liga Champions, Kamis (6/11/2025).

LISBON (RIAUPOS.CO) – SL Benfica asuhan Jose Mourinho terjerembap di posisi ke-35 dari 36 kontestan fase League Liga Champions setelah berakhirnya matchday keempat, Kamis (6/11). Bukan hanya selalu kalah dalam empat laga. Untuk kali kedua, Benfica juga dipermalukan di kandang sendiri, Estadio da Luz di Lisbon.

Kekalahan itu pun dialami oleh klub yang di atas kertas semestinya bisa dikalahkan oleh As Aguias atau Si Elang – sebutan Benfica. Masing-masing keok 2-3 oleh Qarabag FK (17/9) lalu 0-1 kontra Bayer Leverkusen kemarin (6/11).

Kans Benfica untuk lolos ke fase knockout (finis delapan besar di fase League) boleh dibilang sudah tertutup. Bahkan, untuk masuk playoff (finis peringkat kesembilan sampai ke-24) sangat berat karena skuad Mourinho masih harus menghadapi SSC Napoli, Juventus, dan Real Madrid.

Salahkan Wasit

Kekalahan oleh Leverkusen kemarin pun kembali memunculkan sifat buruk Mourinho. Yaitu menyalahkan pengadil lapangan atau wasit. Sementara performa pemain Benfica dianggap bagus di matanya. ”Ketika sebuah tim melakukan banyak perilaku tidak sportif, hanya ada satu orang yang bisa disalahkan: wasit. Sulit membayangkan wasit memberikan kartu kuning kepada kiper di babak pertama. Itulah rasa frustrasi saya,” tuturnya kepada O Jogo.

Dikaitkan dengan Wolves Mourinho tercatat telah menderita tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhirnya di Liga Champions. Era kejayaan pelatih yang dua kali mengangkat Si Kuping Besar – sebutan trofi juara Liga Champions – bersama FC Porto (2024) dan Inter Milan (2010) itu bisa jadi telah berakhir. Khususnya dalam menangani Benfica seiring hanya mencatat enam kali menang dalam 11 laga.

Pelatih 62 tahun itu pun kini dikaitkan dengan Wolverhampton Wanderers atau Wolves meski baru menangani Benfica per 18 September. ”Mourinho mencintai Premier League. Dia pernah melatih tiga klub Premier League sebelumnya dan Wolves punya kedekatan dengan pelatih Portugal,” kata mantan pemain Arsenal yang kini jadi pandit, Emmanuel Petit, kepada Goal. Tiga klub Premier League yang pernah dilatih Mourinho adalah Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.(ren/dns/jpg)

 

Editor : Rindra Yasin
#Estadio da Luz #SL Benfica #jose mourinho #benfica