Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

The Cityzens Terpeleset di Lapangan Karpet

Tim Redaksi • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:41 WIB

Pemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dikawal ketat pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026).
Pemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dikawal ketat pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rumput sintetis Aspmyra Stadion, kandang FK Bodo/Glimt, akhirnya menelan korban di Liga Champions. Manchester City jadi klub pertama musim ini yang terjungkal di stadion dengan lapangan karpet tersebut. City sekaligus satu-satunya klub Premier League yang keok oleh klub Eliteserien (kompetisi kasta teratas Norwegia). FK Bodo sebelumnya menahan seri Tottenham Hotspur dan kalah oleh Spurs (dua kali), Arsenal, Manchester United.

Kekalahan 1-3 City di depan fans klub berjuluk Glimt kemarin (21/1) merupakan hasil negatif beruntun bagi The Cityzens – julukan City – dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, City keok 0-2 atas Manchester United dalam derbi di Old Trafford (17/1). ’’United bermain lebih bagus dari kami pada laga sebelumnya. Tetapi, hari ini (kemarin, Red), momentumlah yang menghukum kami,’’ ucap tactician City Pep Guardiola seperti dilansir dari DAZN.

Bermain di atas lapangan karpet, Pep mengklaim penampilan City gagal total. ’’Dalam semua detail kami salah. Itu faktanya dan kami pun harus mengubahnya,’’ sambung sang Filsuf – julukan Pep.

Sebagai pemain dari Norwegia, bomber City Erling Haaland pasang badan. Apalagi, dia gagal mencetak gol. ’’(Aku) bersama Rodri, Gigio (Gianluigi Donnarumma), dan Tijjani (Reijnders), jadi penanggung jawab atas kekalahan ini. Sebab, kami para pemain yang berpengalaman,’’ kata Haaland kepada TNT Sports.

Baca Juga: PLN Permudah Proses Penyambungan Listrik Baru

Kartu Merah Rodri

Benar kata Haaland. Rodri termasuk yang harus bertanggung jawab ketika City kalah. Apalagi, kemarin dia diusir wasit karena mendapat dua kartu kuning. Sialnya, dua kartu itu dia dapatkan hanya dalam selisih waktu 53 detik.

Bagi Rodri, sejak membela City tujuh tahun silam, kartu merah kemarin adalah kali kedua diterimanya. Sebelumnya, gelandang berkebangsaan Spanyol itu menerima kartu merah dalam laga Premier League 2023–2024 lawan Nottingham Forest.

Pep memilih membela pengusiran peraih Ballon d’Or 2024 tersebut. ’’Dia berhadapan dengan situasi yang sulit. Kami kehilangan bola. Kami melakukan transisi. Mereka (FK Bodo) memang terlalu cepat dan kami hanya sesekali meresponsnya,’’ tutur Pep kepada Manchester Evening News.

Rindukan Kyle Walker

Transisi yang kurang cepat itu memunculkan spekulasi bahwa City perlu tenaga baru. Terutama yang bisa jadi motor serangan saat transisi dari bertahan ke menyerang.

Baca Juga: Kane Cetak 2 Gol dan Gagal Penalti saat Loloskan Bayern ke Babak 16 Besar Liga Champions

Pandit sekaligus mantan striker Arsenal dan FC Barcelona, Thierry Henry, dalam analisis di CBS Sports menyebut, City merindukan sosok fullback seperti Kyle Walker. Bek kanan yang cepat dalam serangan maupun bertahan. Walker meninggalkan City akhir musim lalu untuk bergabung dengan Burnley FC.

’’Sebagai tim yang ingin menguasai bola, City tidak menekan dengan bagus, dan tidak melakukan serangan balik dengan baik. Di situlah Anda membutuhkan Kyle Walker,’’ beber Henry. Dalam laga kemarin, Pep malah memasang bek kiri Rayan Ait-Nouri sebagai bek kanan.(ren/dns/jpg/muh)

Laporan JPG, Bodo

Editor : Arif Oktafian
#cityzens #Liga Chammpions #Manchester City #norwegia