Molineux (RIAUPOS.CO) - Liverpool FC (LFC) kesulitan mendekati posisi empat besar Premier League atau zona Liga Champions. Kemarin WIB (4/3), juara bertahan Premier League itu harus takluk di tangan klub yang berada di dasar klasemen, Wolverhampton Wanderers. Di Molineux, The Reds – sebutan LFC– keok 1-2.
Kekalahan itu membuat LFC berjarak 16 poin (48-64) setelah matchweek ke-29 dengan pemuncak klasemen, Arsenal. Artinya, kans mempertahankan gelar boleh dibilang pupus. Sementara untuk bersaing di empat besar, LFC hanya berjarak tiga angka dengan peringkat ketiga-keempat, Manchester United dan Aston Villa, yang memainkan matchweek ke-29 dini hari tadi (5/3).
Gol Telat Kali Kelima
Kekalahan kemarin dialami LFC oleh gol pada menit injury time. Gol gelandang Wolves – sebutan Wolverhampton Wanderers, Andre, tercipta di menit ke-90+4. Bagi LFC, ini kali kelima mereka harus menelan kekalahan dari gol saat injury time. Terbanyak di antara klub Premier League musim ini.
Empat kekalahan sebelumnya dialami lawan Manchester City 1-2 di Anfield (90+3’, 9/2), AFC Bournemouth 2-3 (90+5’, 25/1), Chelsea 1-2 (90+5’, 4/10/2025), dan Crystal Palace 1-2 (90+7’, 27/9/2025). ’’Kami ceroboh, mudah ditebak, dan bermain lambat,’’ kata kapten sekaligus bek tengah LFC, Virgil van Dijk, seperti dilansir dari Liverpool Echo.
Terlalu Bergantung
Set Pieces
LFC memang bukan seperti Arsenal yang sudah mencetak 16 gol lewat skema bola mati di Premier League. LFC mencetak 12 gol dari set pieces. Namun, lima di antaranya terjadi di tujuh laga terakhir Premier League. Faktor itulah yang disebut tactician LFC Arne Slot sebagai kambing hitam ketika menelan kekalahan.
The Reds hanya menggantungkan gol dari set pieces atau tidak cukup tangguh dari gol open play. ”Ekspektasiku telah berubah sepanjang musim karena aku mengharapkan lebih banyak dari tim kami, dan apa yang sedang kami kerjakan saat ini. Ini (gol dari set pieces) kemunduran lain dan kami tidak membantu diri kami sendiri dengan hasil ini, sama sekali tidak,’’ beber Slot seperti dilansir BBC.
Salah Pecah Telur 2026
Di balik kekalahan LFC oleh Wolves, wide attacker Mohamed Salah sedikit lega. Salah akhirnya dapat mengakhiri penantian gol Premier League pada 2026. Salah kali terakhir mencetak gol di Premier League saat melawan Aston Villa pada 2 November 2025.
Sebelum mencetak gol kemarin, Salah nirgol dalam sembilan laga beruntun di Premier League. Bagi kapten timnas Mesir tersebut, catatan itu jadi streak nirgol terlamanya di Premier League sejak 2017.
Laporan JPG, Molineux
Editor : Arif Oktafian