Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mimpi Buruk Blaugrana di Camp Nou, Kartu Merah Curbarsi Jadi Petaka

jpg • Jumat, 10 April 2026 | 11:44 WIB
Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona melawan Atletico Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Kamis (9/4/2026). (LLUIS GENE/AFP)
Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona melawan Atletico Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Kamis (9/4/2026). (LLUIS GENE/AFP)

 

BARCELONA (RIAUPOS.CO) - Langkah Blaugrana, julukan Barcelona, untuk mela­ju ke babak semifinal Liga Champions 2025/2026 kini berada di ujung tanduk. Tim asuhan Hansi Flick dipaksa menyerah dengan skor 0-2 oleh Los Rojiblancos- julukan Atletico Madrid, pada laga leg pertama perempatfinal yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini tidak hanya menyisakan kekecewaan bagi publik tuan rumah, tetapi juga memicu kemarahan besar dari sang pelatih akibat serangkaian keputusan wasit yang dianggap kontroversial.

Mimpi buruk Blaugrana bermula tepat sebelum half-time, tepatnya pada menit ke-44. Bek muda Pau Cubarsi harus meninggalkan lapa­ngan lebih cepat setelah wasit mengganjarnya dengan kartu merah langsung usai melanggar Giuliano Simeone dalam situasi counter attack yang sangat krusial. Kehilangan satu pemain di lini pertahanan menjadi celah yang langsung dimanfaatkan oleh tim tamu. Hanya berselang satu menit, Julian Alvarez mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi free kick indah yang gagal dijangkau kiper Joan Garcia.

​Memasuki babak kedua, gawang Joan Garcia kembali jebol pada menit ke-70 melalui aksi Alexander Sorloth yang memanfaatkan umpan matang dari sisi kiri. Ketegangan mencapai puncaknya ketika sebuah insiden terjadi di dalam kotak penalti Atletico Madrid. Bek Marc Pubill terlihat menghentikan bola dengan tangan setelah kiper Juan Musso memulai goal kick. Hansi Flick dan seluruh bangku cadangan Barcelona melayangkan protes keras karena wasit tidak menunjuk titik putih.

Baca Juga: Kemenangan Tipis Adabiah Padang atas SMAN 1 Pekanbaru Warnai Panasnya Rajawali Cup IV

Seusai pertandi­ngan, Flick meluap­kan kekesalannya kepada media. Ia merasa kepemimpinan wasit menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih hasil positif di kandang sendiri.

’’Aku tidak mengerti me­ngapa VAR tidak turun ta­ngan. Sungguh, aku tidak membayangkannya sebelumnya,’’ tambah Flick. 

Bek tengah Barca Gerard Martin ikut protes dengan menyebut hampir semua pemain menyaksikannya. ’’Kiper (Musso) menempatkan bola dan memainkannya. Pemain itu (Pubill) menghentikan bola dengan tangannya. Wasit tidak melihatnya secara langsung, tapi VAR malah tidak memberitahunya,’’ keluh Martin.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Luis Suarez Buka Peluang Kembali ke Timnas Uruguay setelah Pensiun di 2024

Kekalahan ini seolah membuka kembali luka lama Barcelona yang sebelumnya juga disingkirkan Los Rojiblancos di ajang Copa del Rey musim ini dengan agregat 3-4. Terkait hasil minor tersebut, Pau Cubarsi secara terbuka mengakui kesalahannya yang berakibat fatal bagi tim.

​“Saya bertanggung jawab!” ujar Pau Cubarsi singkat setelah laga berakhir.

​Kini, Barcelona harus mengejar defisit dua gol pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Metropolitano pekan depan. Jika gagal membalikkan keadaan dalam laga away tersebut, mimpi trofi Eropa musim ini dipastikan berakhir.(jpg/muh)

JPG, Barcelona 

Editor : Arif Oktafian
#semifinal liga champions 2025/2026 #stadion camp nou #Barcelona #Blaugrana