BARCELONA (RIAUPOS.CO) - Langkah Blaugrana, julukan Barcelona, untuk melaju ke babak semifinal Liga Champions 2025/2026 kini berada di ujung tanduk. Tim asuhan Hansi Flick dipaksa menyerah dengan skor 0-2 oleh Los Rojiblancos- julukan Atletico Madrid, pada laga leg pertama perempatfinal yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini tidak hanya menyisakan kekecewaan bagi publik tuan rumah, tetapi juga memicu kemarahan besar dari sang pelatih akibat serangkaian keputusan wasit yang dianggap kontroversial.
Mimpi buruk Blaugrana bermula tepat sebelum half-time, tepatnya pada menit ke-44. Bek muda Pau Cubarsi harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah wasit mengganjarnya dengan kartu merah langsung usai melanggar Giuliano Simeone dalam situasi counter attack yang sangat krusial. Kehilangan satu pemain di lini pertahanan menjadi celah yang langsung dimanfaatkan oleh tim tamu. Hanya berselang satu menit, Julian Alvarez mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi free kick indah yang gagal dijangkau kiper Joan Garcia.
Memasuki babak kedua, gawang Joan Garcia kembali jebol pada menit ke-70 melalui aksi Alexander Sorloth yang memanfaatkan umpan matang dari sisi kiri. Ketegangan mencapai puncaknya ketika sebuah insiden terjadi di dalam kotak penalti Atletico Madrid. Bek Marc Pubill terlihat menghentikan bola dengan tangan setelah kiper Juan Musso memulai goal kick. Hansi Flick dan seluruh bangku cadangan Barcelona melayangkan protes keras karena wasit tidak menunjuk titik putih.
Baca Juga: Kemenangan Tipis Adabiah Padang atas SMAN 1 Pekanbaru Warnai Panasnya Rajawali Cup IV
Seusai pertandingan, Flick meluapkan kekesalannya kepada media. Ia merasa kepemimpinan wasit menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih hasil positif di kandang sendiri.
’’Aku tidak mengerti mengapa VAR tidak turun tangan. Sungguh, aku tidak membayangkannya sebelumnya,’’ tambah Flick.
Bek tengah Barca Gerard Martin ikut protes dengan menyebut hampir semua pemain menyaksikannya. ’’Kiper (Musso) menempatkan bola dan memainkannya. Pemain itu (Pubill) menghentikan bola dengan tangannya. Wasit tidak melihatnya secara langsung, tapi VAR malah tidak memberitahunya,’’ keluh Martin.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Luis Suarez Buka Peluang Kembali ke Timnas Uruguay setelah Pensiun di 2024
Kekalahan ini seolah membuka kembali luka lama Barcelona yang sebelumnya juga disingkirkan Los Rojiblancos di ajang Copa del Rey musim ini dengan agregat 3-4. Terkait hasil minor tersebut, Pau Cubarsi secara terbuka mengakui kesalahannya yang berakibat fatal bagi tim.
“Saya bertanggung jawab!” ujar Pau Cubarsi singkat setelah laga berakhir.
Kini, Barcelona harus mengejar defisit dua gol pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Metropolitano pekan depan. Jika gagal membalikkan keadaan dalam laga away tersebut, mimpi trofi Eropa musim ini dipastikan berakhir.(jpg/muh)
JPG, Barcelona
Editor : Arif Oktafian