PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Riau kembali melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga bola basket.
Program penataran pelatih dan wasit Lisensi C serta Coaching Clinic 3x3 kini memasuki tahap akhir yang akan digelar di Kabupaten Kampar, pada 17-19 April 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Sport Center Bangkinang dan akan diikuti sebanyak 24 peserta yang terdiri dari 16 pelatih dan 8 wasit. Penataran ini rencananya dibuka oleh Ketua Zona Perbasi Riau, Riko Adinata.
Ketua panitia pelaksana yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang SDM DPD Perbasi Riau Jeffry Sinaga menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis dan Kuantan Singingi.
“Jumlah peserta terdiri dari 24 orang, dengan rincian 16 pelatih dan 8 wasit. Peserta tidak hanya berasal dari Kampar, tetapi juga dari Kota Pekanbaru. Ini menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan bola basket di Riau,” ujar Jeffry, Kamis (16/4).
Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari strategi Perbasi Riau dalam pemerataan pembinaan olahraga hingga ke daerah. Dengan konsep “jemput bola”, Perbasi tidak lagi memusatkan kegiatan hanya di kota besar, melainkan aktif mendatangi kabupaten/kota.
“Kami telah melaksanakan untuk tahap pertama telah dilaksanakan di Bengkalis pada 3-5 April 2026, tahap kedua di Kuantan Singingi pada 10-12 April 2026, dan tahap terakhir di Kampar pada 17-19 April 2026,” jelasnya.
Jeffry juga mengapresiasi tingginya partisipasi peserta dalam setiap tahap pelaksanaan. Menurutnya, hal ini menjadi indikator positif bahwa potensi pengembangan bola basket di daerah cukup besar.
“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan peserta. Ini menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi yang kuat. Program Perbasi saat ini memang diarahkan untuk memperkuat pembinaan di daerah,” ungkapnya.
Baca Juga: 16 Peserta Ikuti Penataran Pelatih dan Wasit Basket di Kuantan Singingi
Lebih lanjut, ia berharap ke depan setiap daerah di Provinsi Riau memiliki jumlah pelatih dan wasit yang memadai. Dengan demikian, pelaksanaan kompetisi maupun pembinaan atlet dapat berjalan secara mandiri dan profesional.
“Kedepannya, kita ingin setiap daerah memiliki SDM yang cukup, sehingga pembinaan dan kompetisi bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Jeffry, perkembangan bola basket di Riau saat ini mulai mendapat perhatian dari berbagai daerah lain. Bahkan, sejumlah provinsi mengapresiasi langkah Perbasi Riau dalam meningkatkan kualitas SDM secara merata.
Melalui kegiatan penataran ini, diharapkan kualitas pelatih dan wasit semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan prestasi bola basket, baik di tingkat lokal maupun nasional.(dof)
Editor : Arif Oktafian