PARIS (RIAUPOS.CO) - PSG vs Bayern Munchen di semifinal Liga Champions dilabeli sebagai final dini. PSG (Paris Saint-Germain) merupakan juara bertahan, sedangkan Bayern adalah tim yang difavoritkan juara. Kedua tim juga berpeluang menjadikan Si Kuping Besar-sebutan trofi juara-Liga Champions sebagai pelengkap torehan treble winners musim ini.
Les Parisiens-sebutan PSG-sudah mengantongi gelar Trophee des Champions (Piala Super Prancis) dan terus memuncaki klasemen Ligue 1. Sementara Bayern telah mengunci gelar Bundesliga dan lolos ke final DFB-Pokal. Final dini juga pantas disematkan karena PSG dan Bayern tercatat sebagai tim paling tajam di Liga Champions musim ini dengan torehan 38 gol.
Laga di Parc des Princes, Paris, dini hari nanti (siaran langsung SCTV/beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB) jadi tantangan PSG untuk memanfaatkan first leg kandang. “Saya rasa kami masih berada di level yang sama (seperti musim lalu). Kami memiliki keinginan untuk memenangkan trofi ini lagi (Liga Champions, red),” kata false nine PSG Ousmane Dembele dikutip dari laman resmi UEFA.
“Kami lolos ke babak semifinal dengan dua kemenangan (melawan Real Madrid sebagai tim dengan gelar terbanyak Liga Champions, red). Saya yakin tim-tim terbaik di Eropa mewaspadai kami,” sahut gelandang pivot Bayern, Joshua Kimmich dikutip dari laman resmi klub.
Menanti Kondisi Vitinha
PSG maupun Bayern sama-sama memiliki starting XI yang solid musim ini. Jika Bayern dilaporkan bisa menurunkan sebelas pemain pilihan regulernya, PSG masih menanti kondisi gelandang jangkar, Vitinha. Seperti dilaporkan L’Equipe, Vitinha, sempat bermasalah pada achilles dan absen dalam dua laga terakhir.
Jika Vitinha bisa main, maka untuk kali pertama musim ini PSG bisa menurunkan starting XI seperti saat memenangi Liga Champions musim lalu. Itu setelah gelandang Fabian Ruiz telah pulih dari cedera lutut dengan menit bermain yang terus bertambah saat dimainkan dalam tiga laga terakhir. “Lucas Beraldo bermain baik (sebagai pengganti Vitinha, red), tetapi aku berharap memiliki semua pemainku,” kata Luis Enrique kepada PSG World.
Baca Juga: Tim Basket Pelajar Riau Dilepas ke Kopi Good Day DBL Camp di Jakarta
Kompany Absen
Di sisi lain, ketika Bayern bisa memainkan starting XI terbaik, der trainer Vincent Kompany malah tidak bisa mendampingi tim di bench saat lawan PSG. Itu karena Kompany harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning setelah kembali menerima kartu kuning dalam second leg perempat final kontra Real di Allianz Arena, Munchen (16/4).
Menurut aturan UEFA, tiga kartu kuning di fase gugur menyebabkan sanksi absen dalam satu pertandingan. Kompany pun mengkritik aturan UEFA tersebut. “Dengan format baru Liga Champions, dengan lebih banyak pertandingan, tetapi batas akumulasi masih sama (tiga kartu kuning, red),” sindir Kompany kepada Bavarian Football Works.(ka/dns/gem)
Editor : Arif Oktafian