LONDON (RIAUPOS.CO) - Arsenal kembali ke final Liga Champions lagi setelah dua dekade. The Gunners-julukan Arsenal-memastikannya usai mengalahkan Atletico Madrid 1-0 (agregat gol 2-1) dalam second leg semifinal di Stadion Emirates, London, Rabu (6/5).
Arsenal bukan hanya mengulang capaian mereka pada musim 2005-2006. Martin Odegaard dkk sekaligus mengulang catatan yang didapatkan The Gunners musim itu dengan rekor tidak terkalahkan sejak fase grup (musim ini dimulai dari fase league).
Musim invincibles (baca: tidak terkalahkan) Arsenal musim ini (2025-2026) ditandai dengan 11 kali menang dan tiga kali seri dalam 14 laga sejak dari fase league. Sementara pada 2005-2006, Arsenal menang delapan kali dan empat kali seri dari 12 laga sejak fase grup.
Baca Juga: Tim Putra SMAN 2 Rengat Unggul 3 Poin
Lebih Agresif
Wide attacker Bukayo Saka jadi penentu kemenangan Arsenal kemarin lewat gol pada menit ke-45. Kepada Football London, Saka menyebut bahwa ekspektasi besar Arsenal musim ini sama seperti saat dua dekade lalu. “Sekarang kami sudah di final, dan kami harus memenanginya,” ucap pemain yang mengenakan ban kapten sejak awal laga karena Odegaard main sebagai pengganti.
Ketimbang dua dekade lalu, Arsenal musim ini lebih agresif dengan melesakkan 29 gol berbanding 14 gol (2005-2006). Meski begitu, rekor itu tidak membuat Arsenal luput dari kritikan bermain jelek karena rata-rata hanya mencetak satu gol dalam beberapa laga terakhir. “Abaikan itu dan fokus dengan pekerjaan diri sendiri. Kami merasa telah melangkah lebih maju,” tambah Saka.
Baca Juga: Setelah Tersingkir dari Liga Champions, Kompany Soroti Progres yang Ditunjukkan Bayern Munchen
Masukan Titi
Sebagai mesin gol Arsenal pada 2005-2006, Thierry Henry ada di balik sukses Arsenal kemarin. Masukan Henry untuk mempertahankan Myles Lewis-Skelly sebagai gelandang pivot-bertandem dengan Declan Rice-didengar tactician Arsenal Mikel Arteta.
Titi-sapaan akrab Henry-mengungkapkannya pada ulasan sehari sebelum laga. Posisi asli Lewis-Skelly adalah bek kiri, tetapi dimainkan Arteta sebagai gelandang pivot ketika Arsenal mengalahkan Fulham FC 3-0 di Premier League akhir pekan lalu (2/5). Padahal, sepanjang musim, Arteta terus memercayai Rice dan Martin Zubimendi sebagai duet di depan lini pertahanan.
“Aku percaya dia (Lewis-Skelly) dapat membantu tim ini memenangi laga dan dia benar-benar mampu membuktikannya,” puji Arteta seperti dilansir dari laman resmi klub.
Baca Juga: PSG Kembali ke Final Liga Champions setelah Singkirkan Bayern Munchen, Luis Enrique Katakan Hal Ini
Vibes Emirates Serasa di Highbury
Dua dekade lalu, Arsenal meninggalkan Highbury Stadium, markas lamanya untuk pindah ke Emirates Stadium. Atmosfer second leg semifinal lawan Atletico di Emirates kemarin (6/5) pun dianggap memiliki vibes yang mirip dengan Highbury saat Arsenal menjamu Villarreal CF di semifinal Liga Champions 2005-2006. Kebetulan, skor akhir sama-sama 1-0.
Kiper Arsenal David Raya bahkan belum pernah melihat Gooners-sebutan pendukung Arsenal-di tribun Emirates kemarin begitu luar biasa dalam memberikan dukungan. “Mereka memberi energi kepada tim dan itu memberi tambahan motivasi bagi kami,” ucap Raya saat berbicara kepada TNT Sports.(ren/dns/gem)
Laporan JPG, London
Editor : Arif Oktafian